"Bagaimana keadaan istri saya? Apa dia baik-baik saja? Tolong jawab saya apa dia baik-baik saja?"tanya sean tidak sabar.
"Istri anda baik-baik saja begitu pula dengan kandungannya"jawab dokter membuat sean mematung beberapa saat.
Deg!
Apa?
Kandungan?
"Apa? Kandungan?"beo sean.
"Benar tuan"jawab dokter tersebut.
"Berapa usianya?"kepo sean.
"Baru 2 minggu"jawab dokter.
"Kalau begitu saya permisi tuan"pamit dokter tersebut.
"Hahahaha apa kata sean exalister ini bahwa bibit unggul dia tidak perlu diragukan lagi akhirnya aku mencetak gol"ucap sean menyombongkan diri.
"Thanks babe"bisik sean sambil memeluk xia dengan erat persetanan dengan kantor toh ada adhi.
11.23
Eugh...
Merasa ada yang menimpa perutnya,xia terbangun dan mendapatkan pahatan wajah sang suami yang sempurna.
"Sean bangunlah tangan dan kakimu kenapa melilitku seperti ini"protes xia.
"Hem kenapa? Kau istriku kan? Bebas dong mau peluk kek gimana aja"ucap sean setengah sadar membuat xia mencubit lengan sean.
"Aww sakit babe kau kejam kenapa kdrt?"kesal sean sambil mengelus lengannya.
"Makanya jangan sembarang peluk,kalau aku mati karena ketimpa badan besar kamu gimana?"protes xia lagi.
"Siapa suruh mempunyai badan mungil kek gini"ejek sean.
"iihhh seannn"rengek xia membuat sean tersenyum dan memeluk xia dengan posesif.
"Babe,kau lapar?"tanya sean.
"Lapar "jawab xia.
"Makan yok kasian baby kalau kamu nggak makan"ajak sean.
"Ayo aku ju-"
"Baby?"beo xia.
"Iya,baby,kau tau babe tadi kau pingsan saat aku menyuruh dokter memeriksamu dia bilang kau hanya kecapekan dan kondisimu baik-baik saja termasuk kandunganmu itu"jelas sean dengan panjang.
"A-a-apa?"beo xia tak percaya bahwa diperut kecilnya ada darah dagingnya.
"Hiks seann"tangis xia pecah dan langsung berhambur kepeluk sean.
"Thank babe,kenapa kau nangis kau tidak suka?"tanya sean.
"Aku terharu sean sebentar lagi akan mempunyai seorang anak"jawab xia dengan air mata haru-nya.
"Ayo makan atau mau makan apa?"tawar sean.
"Kita makan apa yang bibi masak aja"jawab xia. Sean langsung menggendong xia seperti koala.
"Sean"panggil xia saat di lift.
"Iya kenapa?"tanya sean.
"Kau tidak ke kantor?"tanya balik xia.
"Kan nemenin kamu babe sudahlah izinin aku ya aku nggak mau jauh-jauh dari kamu babe"jawab sean.
"Akh aku tau alasan dibalik aku tak mau jauh-jauh dari kamu ya karena baby yang nggak mau ditinggal oleh daddy-nya pasti"lanjut sean.
"Babe,kamu nggak mual gitu?"tanya sean.
"Enggak"jawab xia seadannya.
"Kalau mau apa-apa langsung bilang ke aku apapun itu ya"nasehat sean.
"Kamu mau kemana sekarang? Ayo aku temenin"tanya sean.
"Enggak sean aku nggak mau kemana-mana kenapa kamu jadi cerewet sekali sih"jawab xia dengan kesal karena sedari tadi sean banyak tinggah begitu pula banyak tanya.
Sore hari...
"Sean katanya tugas aku menghabiskan uangmu"ucap xia.
"Ya? Terus?"tanya sean.
"Ayo kita beli baju aku mau beli baju untuk ikut kamu menghadiri pesta besok"jawab xia. Memang besok sean diundang kepernikahan rekan kerjanya itu.
"Ini sudah sore aku nggak mau nanti kamu kedinginan"tolak sean.
"Kalau nggak sekarang mau kapan? Ayolah sean"bujuk xia membuat sean pasrah dan berakhirlah mereka di mall.
"Kamu mau dress yang panjang atau pendek babe?"tawar sean.
"Aku mau yang pendek aja sean biar nggak ribet kalau jalan"jawab xia.
"Tapi jangan yang sexy sexy aku nggak mau kamu dilihatin orang-orang"beritahu sean.
"Iya,sean lihat deh ini cocok nggak buat aku?"tanya xia.
"Hah? Nggak apaan sih kamu nggak boleh pakai kayak gitu kamu mau pamerin badan kamu?"tolak sean mentah-mentah karena belahan dada pada dress itu terlalu banyak.
"Ya sudah terus yang seperti apa? Ini?"tanya xia.
"Itu punggungmu babe terlalu terekspos"jawab sean malas.
"Ya udah cariin sana"suruh xia seenak jidat.
"Ya udah kamu mau warna apa?"tanya sean.
"Terserah yang penting cocok"jawab xia.
_______
_______
Pagi harinya sean sudah bersiap-siap untuk kepesta begitu juga dengan xia memang pesta dilaksanakan dari pagi hingga sore.
"Nanti kita sampai siang saja aku nggak mau kamu kecapekan disana"tutur sean sebelum berangkat. Btw si asisten bernama adhi juga ikutan loh ke pesta ada yang mau jadi pasangannya?
"Iya sean btw kau sudah mengatakan itu ribuan kali dari kemaren"jawab xia malas.
"Babe kenapa kau jadi seperti itu? Ini semua demi kesehatanmu!"marah sean.
"Hiks aku tidak suka kau mengomeliku terus sean"ucap xia diiringi isak tangis membuat sean bingung sendiri.
"Ah babe hey jangan menangis nanti kau tidak cantik lagi loh nanti baby ikutan nangis"ucap sean sambil menenangkan xia dengan cara memeluknya.
"Mungkin nyonya sensitif karena hormon kehamilannya tuan"tegur adhi.
"Akh ibu hamil ya aku harus sabar dan berhati-hati"gumam sean.
"Ya sudah iya iya"pasrah sean mengalah.
"Berangkat ya sekarang"ucap sean.
"Iya"jawab xia sambil mengelap ingusnya yang tadi sempat keluar.
"Astaga perlu bantuan babe?"goda sean.
"SEANNNN"teriak xia dengan keras ditelinga sean membuat sean langsung memundurkan diri sedikit menjauh dari xia.
"Babe jangan keras-keras tenggorokanmu itu loh nanti sakit"nasehat sean.
"Biarin"sewot xia.
"Apa kau mau aku bikin mendesah dibawahku? Itu bukannya membuatku lari tapi membuatku semangat!"goda sean dengan senyum mesumnya.
"SEANNNNNN"teriak xia karena malu digoda habis-habisan oleh sean. Lihatlah sekarang pipinya bahkan bersemu merah membuat kesan imut kepada diri xia yang memang sudah imut.
"Hahahahha aku bercanda babe sudah ayo berangkat"ajak sean sambil merangkul pundak xia dengan poseaif. Sedangkan adhi yang jomblo ingin menangis melihat itu.
'drama keluarga memang ada-ada saja'batin adhi.
'gue kapan?'batin adhi merana.
Sesampainya disana sean menyuruh adhi untuk melakukan pengawasan ketat untuk istrinya dengan bantuan para anak buahnya.
"Jangan sampai lengah aku tak mau sesuatu terjadi"ancam sean.
"Siap tuan"jawab adhi.
____
____
KAMU SEDANG MEMBACA
XiAn(Xia dan Sean)
Fiksi Penggemarmenikah dengan kakak tirinya? pertama kali xia merasakan itu seperti mimpi. perjalanan kisah xia dan sean tidak sampai disini sjaa... mereka harus melewati badai yang kemungkinan akan menerpa rumah tangga mereka... "boleh sekarang?"tanya sean. "bole...
