Jam digital milik Yesoo yang ia kenakan di pergelangan tangan kirinya menunjukkan pukul 3 sore. Bertepatan dengan itu, dirinya sampai di cafe milik Ravn yang dulu pernah ia kunjungi. Yesoo membuka pintu cafe tersebut hingga lonceng kecil diatas pintu tersebut berbunyi.
Yesoo langsung pergi ke meja pemesanan untuk memesan segelas es americano. Sore ini ia akan ada les, jadi ia memutuskan untuk menenggak segelas kopi terlebih dahulu agar tidak mengantuk saat belajar.
Setelah membayar pesanannya dan juga menerima kopinya, Yesoo langsung mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru cafe.
Kak Ravn enggak kesini, ya? tanyanya dalam hati.
Yesoo mengerjapkan matanya berkali-kali, takut salah lihat. Perlahan ia berjalan menuju salah satu meja kosong untuk ia duduki.
Sebelum ia sempat meletakkan kopinya di meja tersebut, mata Yesoo menangkap sosok Ravn yang tengah berbincang dengan seorang perempuan. Terlihat Ravn tertawa seperti orang bahagia saat mengobrol dengan gadis itu. Sesekali Ravn menyelipkan rambut perempuan tersebut ke belakang telinganya agar Ravn bisa melihat wajahnya dengan jelas.
Seriously, Kak Ho? Gue kira lo cuma mau bohongin gue, pikir Yesoo geram.
Yesoo menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. Tanpa berlama-lama lagi, Yesoo menghampiri kakak kelasnya itu dengan segelas kopi hitam di tangan kanannya.
Tampaknya Ravn dan teman perempuannya itu tidak menyadari kehadiran Yesoo karena asik mengobrol.
Ini orang enggak bener-bener bucin, kan, sama nih cewek? pikir Yesoo heran.
Yesoo berdeham cukup kencang hingga akhirnya Ravn dan perempuan di sampingnya itu menoleh ke arah asal suara.
"Loh, Soo? Lo kesini lagi?" tanya Ravn terlihat gugup.
Yesoo menatap kakak kelasnya itu datar.
"Ngapain? Kok enggak bilang-bilang gue?" tanya Ravn lagi.
"Oh, emang setiap hal yang gue lakuin gue mesti lapor ke lu, ya? Terus, emangnya gue enggak boleh kesini? Ini kan cafe, bebas gue mau kesini kapan aja dan mau ngapain aja," jawab Yesoo, nadanya terdengar tidak bersahabat.
"Hai, lo siapa?" tanya gadis di samping Ravn.
Yesoo memandang sinis gadis tersebut.
"Gue Jiyoon. Temen satu kampusnya Ravn. Salam kenal, ya," sapa gadis bernama Jiyoon itu.
"Lo enggak kenal gue?" balas Yesoo sinis.
"Uhm... kita kan baru ketemu hari ini, ya. Gimana gue bisa kenal lo?" tanya Jiyoon.
Yesoo memutar kedua bola matanya. "Lo siapanya Ravn?"
"Temennya, temen deketnya lebih tepatnya," jawab Jiyoon tanpa ragu.
"Temen de- what the hell, Kak? Yang Kak Seoho bilang itu ternyata bener, ya?" tanya Yesoo tidak habis pikir.
Ravn mengusap wajahnya kasar.
"Lo kesini karena Seoho?" tanya Ravn.
"Kenapa? Lo mau datengin kampus Seoho terus ngajak ribut dia? Gak usah, deh. Gue kesini karena kemauan gue sendiri," jawab Yesoo.
"Ini apa-apaan, sih? Lo siapa? Kenapa daritadi marah-marah ke Ravn?" tanya Jiyoon tidak suka.
Yesoo hendak menjawab pertanyaan Jiyoon tapi Ravn menahannya.
"Yoon, ini Yesoo. Dia-"
"Sahabatnya Ravn," potong Yesoo.
Kedua alis Jiyoon terangkat sementara Ravn hanya memejamkan matanya lelah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ice Cube Gone Bad || ONEUS RAVN [17+]
Fiksi PenggemarSEASON 2 of "Ice Cube Lover" by Bogochimda ___________________________________________________ Sepertinya kebahagiaan tidak pernah berpihak kepada Ravn. Setelah kepergian gadis kesayangannya untuk selamanya, Ravn lagi-lagi ditimpa masalah yang justr...
![Ice Cube Gone Bad || ONEUS RAVN [17+]](https://img.wattpad.com/cover/315688449-64-k438128.jpg)