YY 1

83 11 3
                                    

YY couple lewat nih, mana penumpang nya?.....






Yena melajukan mobilnya menuju agensi wake one dimana kekasihnya itu berada, dirinya sudah tak sabar ingin bertemu dan menghabiskan waktu bersama.










Tak butuh waktu lama yena sampai di tempat parkir dan langsung menaiki lift untuk naik ke lantai atas.

"Joyul pengen peluk." Yena memeluk dirinya sendiri seakan memeluk yuri kesayangan nya itu.







Ting

Tepat di lantai lima yena keluar dari lift menuju studio rekaman dimana yuri berada.


Tok tok tok
Clek




"Selamat sore PD-nim." Sapa yena.

"Ah sore juga yena, mau ketemu yuri ya." PD-nim.

Yena tersenyum kikuk "iya pd-nim mau ketemu yuri, udah selesai belum yah?"

"Sebentar lagi kok, ini bagian terakhir." Pd-nim.

Yena ber-oh ria dan mengambil tempat duduk di sofa yang tersedia di sana.

Sembari menunggu yuri, yena memainkan hp nya, mengecek laman chat dari grup lamanya.





Izone forever

Yujin:kenapa harus forever sih kan mengsedih.

Minju:kan walaupun kita udah bubar bukan berarti kita gak bisa sama-sama

Hyewon:yeuhh itu mah lo berdua dasar bucin

Hitomi:kak hyewon butuh kaca kayaknya.

Yujin:mampus lo kak, sendiri nya juga bucin pake ngatain.

Wony:kak yujin ih ketikannya gausah kasar.

Yujin:kan pacar kamu duluan tuh yang mulai.

Hyewon:Y


berantem mulu, kaya gue nih adeeeem bawaannya.


Nako:menurut gue sih kak, masih ademan kapal chaekkura

Eunbi:betul itu, eh btw kemana tuh kapel ples chaewon gak keliatan.

Minju:yah kan ini di grup ka gak bisa liat.

✓✓biru

Minju:kok cuma di read siih.

✓✓biru










Sekiranya itulah yang terjadi di dalam obrolan grup mereka, karena mendengar pintu rekaman terbuka yena langsung mengalihkan perhatian nya kepada yuri yang ternyata sudah selesai .


"Terimakasih yuri udah bekerja keras." Pd-nim.

"Terimakasih juga pd-nim membantu saya untuk mempersiapkan debut di lagi ini." Yuri.

"Sama-sama, kalau begitu saya permisi, tuh yena udah nunggu." Pd-nim, yuri hanya tersenyum malu.



"Mari yena." Pd-nim.

"Iya mari."




Setelah pd-nim dan kru nya keluar yena langsung mendapat serangan dari yuri.

Grep

"Kangen." Yuri membuat yena tersenyum dan balas memeluknya.

"Aku juga kangen sama kamu, oh iya selamat yah buat debut nya." Yena melepaskan pelukannya, menatap gadis mungil dihadapnnya dengan penuh cinta.

"Kenapa natapnya gitu?" Yuri.

Yena menaikan sebelah alisnya,"gimana? biasa aja kok, tatapan penuh cinta cuma buat seorang jo yuri."

Yuri tersenyum geli, gombalan yena memang selalu bisa membuat nya tertawa.

"Dihh ketawa, yaudah yuk mau kemana? pulang? makan? jalan-jalan?" Yena.

Yuri nampak berpikir sebentar dan tiba-tiba senyuman yang yena tak tau artinya terbentuk dibibir sang main vocalis itu.

"Gimana kalo di sini aja." Yuri.

Yena melihat sekitarnya,"ngapain disini? masih ada kerjaan?"

Yuri kembali ber smirk karena yena memang sepolos itu untuk mengarah ke hal yang negatif.



Cup




Sebuah kecupan berhasil mendarat di bibir manusia bebek itu, yang membuat nya terdiam seperti batu,

Walaupun ini bukan yang pertama tapi serangan mendadak dari yuri masih bisa membekukan dirinya.

"Y-yuri.."

"Iyah kenapa? mau lagi?"

"Jangan pancing aku yah, udah ayo pulang." Yena hendak menyeret yuri tapi entah tenaga dari mana yena kembali terduduk di sofa dan yuri segera mendudukan dirinya di atas paha yena.






















"How about making love here?"



















Panas gak nih panas, gerah banget keknya🥵

(YENYUL)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang