Sebuah takdir [special part of ApoBuild]

1.6K 76 6
                                        

^ApoBuild^

ini tuh kayak spin off ya alias alurnya mundur ini gak ada hubungannya sama cerita utama alias ini bener" khusus untuk mereka ini mulai dari awal kisah mereka ya...

.
.
.

Apo Nattawin dan Build Jakapan mereka hanyalah dua insan yang dipertemukan oleh takdir, dengan Apo yang tengah melarikan diri dari keluarganya sedangkan Build kala itu yang sudah putus asa akan hidupnya

Apo yang memberikan warna pada Build ketika dirinya kehilangan segalanya, sedangkan Build yang lembut dan rapuh membuat Apo kembali merasa dibutuhkan dan dirinya ingin melindungi lelaki manis yang sudah mengambil perhatian Apo sejak pertama kali mereka bertemu

Pada awalnya keduanya sama-sama menyangkal perasaan untuk satu sama lain keduanya bodoh dalam percintaan, dan mereka menafsirkan perasaan berdebar dan saling membutuhkan itu hanyalah perasaan pada seorang sahabat

Bertahun-tahun lamanya mereka menjalani hubungan dengan status sahabat, yang sebenarnya cukup tidak normal. Sahabat mana yang akan saling memberikan kecupan dibibir hampir setiap hari. Sahabat mana yang akan cemburu bila salah satu dari mereka dekat dengan orang lain

Sampai suatu saat seseorang menyadarkan mereka, "apa kalian benar-benar hanya bersahabat? kalian terlihat lebih dari itu" perkataan itu membuat Apo dan Build cukup uring-uringan, bahkan sempat beberapa hari saling menjauh hanya karena sebuah kalimat

Namun selama saling menjauh keduanya terlihat seperti tak punya semangat hidup juga tidak fokus dengan pekerjaan mereka membuat keduanya ditegur. Puncaknya adalah ketika mereka tak sengaja bertemu, keduanya ingin bersikap tidak peduli namun ntah bagaimana mereka berakhir dengan saling memeluk dengan erat seakan tak akan ada hari esok

Kisah cinta mereka tidak selalu berjalan mulus, ada kalanya masalah datang menghampiri. Pernah suatu ketika Build merasa tak pantas bersama dengan Apo ia merasa insecure dan merasa tak cukup baik untuk lelaki tampan itu

Membuatnya menghindari Apo selama beberapa hari, Apo merasa aneh dengan sikap kekasihnya tentu saja. Namun setiap kali Apo ingin mengajaknya berbicara serius maka Build akan selalu mencari alasan untuk menghindar

Seperti hari itu Apo yang baru pulang bekerja di sambut oleh Build di rumah seperti biasa membawakan tas kerjanya tetapi Build tak berbicara sama sekali dengannya, ya mereka masih berpacaran namun memutuskan untuk tinggal bersama

Apo sempat berpikir, apakah mungkin dirinya sudah melakukan kesalahan pada pria manis itu sehingga dia merajuk. Seingat Apo ia tidak macam-macam sama sekali

Apo yang masih berdiri di depan pintu ia menghela nafas berat dan mengusap wajahnya kasar, ia lelah setelah bekerja di tambah Build-nya mendiaminya sudah cukup untuk membuat Apo frustasi

Apo memutuskan sudah cukup untuk diam, dirinya menemui Build dan mengajaknya untuk berbicara dan tak akan membiarkan Build kabur lagi kali ini

"kita perlu bicara." itu bukan ajakan namun lebih seperti perintah yang harus Build turuti

"sebaiknya kamu makan dulu nanti kita bicara" Build masih tetap berusaha mencari alasan untuk menghindar

"tidak. kita bicara sekarang atau aku tidak akan makan sama sekali" Apo terdengar kekanakan membuat Build sedikit kesal

"kau ini kenapa?! apa yang mau dibicarakan sih? semaunya baik-baik saja ku rasa!" lihatlah si manis kita ini dia masih menyangkal dan mengatakan semua baik-baik saja, apa Build tak sadar bahwa setiap hari dirinya terlihat murung dan juga menjauh dari Apo?

"aku bukannya baru mengenalmu beberapa hari biu aku tau ada yang salah denganmu. kau sering sekali murung dan mengabaikanku, ada apa sebanarnya? kamu bisa menceritakan apapun padaku, dan jika aku membuat kesalahan yang membuatmu marah maka katakan jangan malah mendiamiku kau itu itu membuat ku frustasi dan tidak fokus." Build tidak menjawab ia malah menunduk dan menangis, dirinya tak tau harus memulai darimana

Apo yang melihat kekasihnya menangis akhirnya membawa tubuh yang lebih kecil ke pelukan yang erat, Apo mencium puncak kepala Build ia jadi merasa bersalah sekarang. Dirinya tak bermaksud membuat Build memangis Apo lebih suka Build marah-marah daripada harus melihatnya menangis

"maafkan aku, aku tak bermaksud membuatmu sedih. aku hanya ingin kamu berbagi masalahmu denganku, kau tidak harus menyimpan semua sendirian sekarang kau punya aku" Apo membisikkan kalimat penenang untuk Build yang masih terisak kecil

Build mendongak menatap Apo dengan mata berkaca-kaca dan hidung yang memerah, that's cute membuat Apo menahan diri untuk tak mengecup bibir ranum Build

"sudah menangisnya? mau cerita?" Apo menghapus jejak air mata yang ada di pipi Build, sedangkan si pria manis hanya mengangguk lemah

Apo dan Build kini tengah duduk di sofa, dengan Build yang masih berada di pelukan Apo dan mendusel di dadanya, "jadi? ada apa? kamu sudah setuju untuk cerita loh ya" Build hanya bergumam tak jelas sebagai balasan untuk pertanyaan Apo

"emm sebenarnya bukan masalah yang penting, ini cuma karena pikiran bodoh aku" ucap Build dengan suara pelan namun masih dapat di dengar oleh Apo

Apo mengerutkan dahi bingung, "kamu memikirkan apa? sampai cuek ke aku huh?" Apo yakin pasti pacar manis nya ini sudah kebanyakan over thinking

"aku gak cukup baik kan dan gak pantes kan untuk bersamamu?" pertanyaan yang di balas dengan pertanyaan lain, darimana si manis ini mendapat pemikiran konyol seperti itu pikir Apo heran. Apa ada orang diluaran sana yang mengatakan hal buruk padanya?

Apo menangkup pipi Build membuat sang kekasih menatap matanya, "kamu ini bicara apa biu, kamu yang terbaik buat aku. kamu yang selalu ada buat aku, kamu itu seperti malaikat dihidupku sayang" Apo tersenyum tulus berusaha meyakinkan Build bahwa perkataannya barusan berasal dari hati nya bukan hanya omong kosong semata

Build menunduk, "maaf" cicitnya pelan Apo mengacak gemas rambut Build

"jangan pernah berpikir seperti itu lagi okay baby? atau aku akan marah padamu" Build menatap Apo cepat dengan bibirnya mengerucut lucu ia kembali memeluk Apo dengan erat

"jangan marah...biu nggak akan begitu lagi janji!" haduh bagaimana mau marah jika Build semenggemaskan ini pikir Apo

"hm tepati janjimu itu sayang" Apo yang sudah tidak tahan dengan tingkah imut Build kini sudah menciumi wajah si manis tanpa henti membuat Build tertawa geli

"jadi sekarang kita baikan? kamu tidak akan mendiamiku lagi?" Build pun mengangguk antusias

"tidak diam lagi hehe, biu sayang po banyak banyak!!" Apo terkekeh pelan dirinya mengecup bibir Build sekilas

"i love you more cutie" setelah berbaikan mereka kini asik dengan dunia mereka sendiri sibuk cuddle di tempat tidur dan emm🌚🌚

.
.
.

nah spesial seperti martabak jangan lupa vote dan komennya

Luka [MileBible]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang