Level 1: Dosen Pacar (5)

6.7K 379 60
                                        

KARAKTER YANG DIPILIH:

Heeseung
(Dosen Nackal)

Genre Permainan: Romance - Life

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Genre Permainan: Romance - Life.

WARNING!!
BACAAN INI MENGANDUNG ADEGAN SEKSUAL. JANGAN PERNAH MENIRU SEMUA ADEGAN DI DALAM FANFICTION INI KARENA KARAKTER, LATAR WAKTU DAN TEMPAT HANYA FIKSI BELAKA!! SAYA HANYA MEMINJAM VISUAL DAN NAMA SAJA TANPA MENGURANGI RASA HORMAT SAYA TERHADAP IDOL TERSEBUT! BIJAKLAH DALAM MEMILIH BACAAN!!

"""""""""""""""""""""""""""""""""

YOU POV

Keesokan harinya..

Mataku mengerjap dengan perlahan seiring kesadaran yang kembali memenuhi diriku dari tidur yang panjang. Aku ubah posisi tidurku menjadi terlentang, sebelum ku mendapatkan kecupan manis di pipi kananku dari seorang laki-laki.

"Selamat pagi." sapa lelaki yang tak lain adalah manusia jadi-jadian dari permainan bernama EN-PLAY, Lee Heeseung. Senyuman terukir di wajah kami berdua, "Selamat pagi juga, daddy." jawabku penuh rasa malu.

Heeseung lingkarkan sebelah tangannya di pinggangku lalu mendekat ke arah wajahku guna berbisik di telinga kananku. "Ciuman pagi untuk daddy mana?" pinta Heeseung yang langsung ku turuti dengan mengecup pipinya penuh kelembutan. Membuat lelaki itu refleks memeluk tubuhku semakin erat seraya tertawa gemas.

"Jam berapa ini, dad? " tanyaku, berusaha mencari keberadaan handphone atau jam yang terpajang di dinding kamar lelaki itu. Namun, suasana kamar masih sangat gelap yang berarti waktu masih menunjukkan masih sangat pagi.

"Enam, daddy punya waktu setengah jam untuk bermanja-manja denganmu." ujar lelaki itu yang hanya aku jawab dengan kekehan pelan. Ia masih betah memeluk tubuhku, hingga sebuah pertanyaan kembali terlontar dari bibir tipisnya.

"Bagaimana semalam?" tanya Heeseung, pasti ditujukan untuk kegiatan nikmat yang kami lakukan tadi malam.

Tiba-tiba, aku merasakan panas di wajahku seiring jantungku yang berdegup sangat cepat pertanda aku tak bisa lagi menutupi kegugupan yang aku rasakan. Dengan senyuman yang masih terukir di wajahku, aku menjawab, "Daddy luar biasa",

Mendengar itu, Heeseung tatap kedua atensiku dengan menumpu tubuhnya menggunakan sebelah tangannya, sementara tangan yang lain mulai menyingkirkan helaian rambut di wajahku.

"Maaf, daddy merasa daddy terlalu kasar denganmu sampai membuatmu menangis tersedu-sedu semalam. Daddy hanya tak bisa mengendalikan amarah daddy. Kau tahu betapa cintanya daddy denganmu, kan?" sungguh, aku tak menyangka kalimat itu akan terucap olehnya.

"Maaf juga karena tak membelamu langsung saat Jungkook memergoki kita dad, tapi aku sudah menjelaskan semua padanya jadi daddy tak perlu khawatir lagi Jungkook akan melaporkan daddy." ucapku begitu malu sampai tak berani menatap mata Heeseung yang masih memperhatikanku dengan intens.

EN-PLAYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang