" Nah kan.." Bintang memasuki lebih dalam lingkungan sekolah, setelah melihat sesosok yang dikenalnya, dengan menahan gejolak dalam tubuhnya. Bintang mendekati sesosok itu, lalu menepuk bahunya.
" Lo, buat papa sama gue kena serangan fajar." Bumi hanya mengangkat satu alisnya.
" Lu dengerin gue nggak sih." Seketika Bintang menepuk jidatnya, menyadari keterbatasan Bumi. Sementara Bumi menunggu perkataan Bintang.
" Lo kemana tadi?" Tanya Bintang mencoba sabar.
" Jalan = jalan." Jawab Bumi singkat
" Jalan = jalan gundulmu, kalau jalan = jalan bilang dulu."
" Biar gue bisa ikutan." Bintang menyegir.
" Emoh.." Balas Bumi singkat.
" Udah mulai berani ya."
" Apa? " Bumi melirik tajam Bintang membuat siempu seketika takut
" Enggak papa, nih bekal buat lo." Bintanv menyerahkan sebuah kotak bekal keBumi.
Bumi menatap singkat kotak bekal itu, lalu memasukkannya kedalam tas, kemudian pergi meninggalkan Bintang.
" Mau kemana?"
" Astagfirullah gini amat punya saudara."
***
" Bumi, gue masih belum lega denger penjelasannya elo tadi." Kata Bintang menyelidiki. Bumi yang tadi membaca majalah olahraga menatap malas saudaranya. Lelaki itu menyuruh Bintang untuk duduk.
" ( Cerita bayar seket ewu ) " Kata Bumi dengan isyarat.
" ( Gue nggak punya uang) " Balas Bintang otomatis menggunakan isyarat.
" ( No money, no story )"
" CK..." Bintang berdecak, " gue nggak punya uang, sebagai gantinya lo boleh ambil jatah camilan gue nanti."
" Hmm.." Bumi menerimanya.
" Lah segampang itu."
Bumi menceritakan alasan kaburnya tadi pagi, dengan Bintang menyimak secara seksama setiap gerakan tangan Bumi agar tidak terjadi kesalahan dalam menterjamahkannya, sementara teman = teman sekelas Bumi, melirik kearah meraka penasaran, percakapan apa yang mereka bahas.
" Oh jadi lo bosen, mau nyari suasana baru."
" Hmmm.."
" Ya udah, kapan = kapan kita main ketrawas disana dingin, sejuk nggak kayak disini."
" Sekalian ketretes buat cuci mata." Ajak Bintang ngaco sembari meracuni kepolosan Bumi.
" Ngapain kesana?" Ucap Bulan tiba = tiba datang kearah mereka.
" ( Kamu jangan kesana.)" Cagah Bulan. Bumi membalikkan punggung tangannya mengisyaratkan alasan dari ucapan Bulan.
" Bumi sesat." Jawabnya. Kemudian gadis itu memberikan selembar amplop cokelat kepada Bumi.
" ( Dari kepsek untuk kamu, nanti baca dirumah)."
" Bulan cantik kemana?" cegah Bintang menghentikkan langkah Bulan.
" Mau balik kekelas."
" Ikut.." Bintang berdiri dari tempatnya mengekori sosok Bulan, smeentara Bumi hanya menatap mereka dengan sorot misterius.
Tidak tahan ditinggal sendiri, Bumi bangkit dari duduknya mengikuti mereka berdua.
" Lan, lo ada jadwal nggak minggu ini?" Tanya Bintang.
Bulan melirik kekiri atas, mengingat apa ada urusan apa tidak.
" Enggak, tapi nggak bisa mastiin, masih nunggu Bumi, perlu pendampingan peer apa nggak."
KAMU SEDANG MEMBACA
MY EXCEPTIONAL ENEMY
Novela JuvenilBLURB : Rembulan Adoralais menjalani kehidupan sekolah dengan damai dan menyenangkan. Sampai Rembulan bertemu "Dia" serta terdengarnya berita bahwa Atlet Kembar Voli yaitu Guadiana Twins pindah ke SMA Airlangga, yang menggeparkan seluruh sekolah. ...
