BAB 6 : Titah Pertama

82 50 173
                                        

Sebelum membaca absen dulu yuk

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Sebelum membaca absen dulu yuk.

🌕🌕🌕

Seminggu sudah Bumi dan Bintang bersekolah di Airlangga, dan seminggu sudah sang middle blocker menjadi supir pribadi Bumi. Bintang memiliki berbagai macam cara agar waktunya tidak bertambah menjadi asisten pribadi Bumi, tidak habis akal Bintang dengan antusiasnya mengompori sang ibu untuk menyewa jasa seorang pendamping khusus untuk Bumi, dan ya cara Bintang berhasil dengan seorang siswi bernama Bulan yang menjadi korban dari akal bulus Bintang.

Seperti saat ini, Bulan duduk disamping Bumi berbagi satu meja sejak titah dari kepala sekolah diturunkan. Kesepakatan antara orangtua si kembar dengan dirinya di atas hitam dan putih dua hari lalu dengan berunding antar kedua pihak, ini semua dilakukan untuk meringankan beban kakaknya mentari.

Gadis itu sedang mencatat apa yang guru ajarkan, sedangkan Bumi sudah fokus memerhatikan sedari awal waktu pelajaran, karena tipe belajarnya visual Bumi ditempatkan bangku bagian depan dengan pandangan tidak terhalang dari benda apapun dan salah satu faktor adalah hambatan yang dimiliki oleh siswa tersebut.

Waktu pelajaran telah usai, namun Bumi dan Bulan masih tetap duduk dibangku, Bumi yang sedang melihat dan mencatat materi di buku catatan Bulan, dan Bulan yang menemani Bumi jika ada kesulitan. Bulan bersyukur menjadi Shadow Friend dari murid yang bisa dikategorikan cerdas dan tidak terlalu merepotkannya.

"sudah?" tanya gadis itu merapikan buku dan alat tulis.

" hmm.. "

" rapikan, gue nggak mau meja gue berantakan." Bumi menggeleng lalu menyuruh Bulan untuk merapikan miliknya. Gadis itu memilih untuk menuruti kemauan Bumi, daripada dirinya ditegur orang tuanya, oke mari kita hapus kata tidak terlalu merepotkan tadi yang sempat terpikirkan, teringat perihal si Bumi kata Bintang yang tukang ngadu.

Bulan melihat Bumi meninggalkan kelas, gadis itu menghampiri teman - temannya untuk mengajak mereka menghabiskan waktu beristirahat di kantin.

🌕🌕🌕

" Lan tadi gimana, pertama kali jadi shadow ?"  Ursa memotong kan ayam untuk Reno karena lengan pemuda itu sakit habis jatuh dari tangga.

" enggak terlalu merepotkan. dari tadi nggak terlalu banyak yang mesti dikerjain" menghentikan kegiatan makannya lalu berkata,  "nggak kayak Reno ngerepotin Ursa." Bulan terkekeh pelan sambil melirik Reno

" Heeehh!! "

"Diem Ren!!, iya gue lihat lo sama Bumi sama - sama fokus dan Bumi enggak ngerepotin lo." tungkas Ursa yang sekarang ini menyuapi Reno.

" semoga aja, gue nyadownya selalu lancar."

" emang lo digaji berapa sama keluarga guadiana?" tanya Reno, untuk menghargai jasa Shadow Friend pihak sekolah meminta kepada wali murid untuk menggaji mereka, karena membagi waktu antara belajar dengan mendampingi teman khusus bukan perkara mudah, tentu saja dengan kesepakatan yang disetujui kedua pihak.

MY EXCEPTIONAL ENEMY  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang