Eyecontacts

9 6 0
                                        

| Let's Read |

"Selamat pagi anak-anak." ucap Bu Tika selaku guru B Indonesia saat memasuki kelas 11 Ips 5.

"Selamat pagi bu!!!."

"Baik sebelum kita mulai pembelajaran kali ini. Minta tolong ketua kelas dipimpin untuk mempersiapkan doa."

"Ketua kelas?"

Krik krik..

"Ketua kelasnya mana?"

Fiona selaku siswa rajin dan suka mencari muka pun mengangkat tangannya.

"Maaf bu, Adam sedang berhalangan hadir. Ia ada tugas diruang Osis." lapornya.

"Baik, kalo gitu wakilnya?."

'Yaelah gue lagi gue lagi. Lo masih hidup aja nyusahin gue dam.'

"Wakilnya siapa?."

Belova yang sedari tadi menggerutu dalam batin terdalam pun berdiri dari duduknya lalu ia mengangkat tangannya.

"Saya bu."

"Ayo siapkan." dan diangguki Belova.

"Sebelum kita mengawali pagi ini, mari kita berdoa terlebih dahulu." semua siswa duduk dengan tenang.

"Berdoa mulai."

Setelah melakukan kegiatan pagi tadi. Sekarang Belova, Megan, Sari, Banu dan Robin pun sedang berada diluar kelas. Mereka ber lima sedang melakukan Observasi dilingkungan sekolah.

"Nih gimana sih gue gangerti."

"Lo kira gue tau?." ucap Robin sambil tiduran diatas rerumputan.

"Lah gue ga nanya lo ya monyet!." sewot Megan sambil bersedekap dada.

"Monyet dikira gue huhu a'ak apa?!"

"Kenape bisa-bisanya gue sekelompok sama lo lo pada, ngga banget gitu. Harusnya gue ama Halen ama Nada aja."

"Idih.. emang gue suka apa sekelompok sama Megantropus."

"Diem deh mulut lo bau neraka jahanam."

"Anj──"

"Perang teross."

Belova yang mendengar 2 manusia yang sedari tadi tiada henti perang tersebut pun menghela nafas lelah. Kelar ngga yang ada duel mulu.

"Udah deh dari tadi lo berdua duel mulu."

"Ntar liat punyaan kelompoknya si Halen aja."

Mereka berlima pun leha-leha di belakang kelas yang cukup sejuk karena terdapat pepohonan yang cukup menutupi teriknya matahari.

Kringg!!

Kriingg!!

"Please kurang satu." ucap Belova yang berharap bel tadi berbunyi 3x karena jika bel berbunyi 3x tandanya semua siswa dipulangkan.

"Yah.." desah kelimanya.

"Bel istirahat. Kekantin kuy." ajak Megan.

Belova dan yang lain pun berdiri dari duduknya untuk menuju kekelas dulu. Karena akan meletakkan buku dan alat tulis kekelas.

"Gue pengen yang seger-seger deh rasanya."

"Lo mau es sama makan apa? biar gue pesenin sekalian." ucap Megan sambil melihat lihat beberapa jajaran penjual makanan di kantin.

"Gue es jeruk 1 sama teh jus melati. Oh jangan lupa roti bakar coklat 4." ucap Belova sambil memberikan uang 15 ribu kepada Megan.

"Buset gragas benget lo." ucap Megan saat mendengar makanan titipan Belova.

"Ntar istirahat kedua gue ngga kekantin males. Nih gue nitip kotaknya sekalian rotinya taruin kotak begal."

"Gue apa ya? Gue ke stand soto deh ayo Nad." ucap Halen menggandeng tangan Nada yang asik ngupil.

Setelah kepergian Megan,Halen dan Nada, Belova meletakkan kepalanya diatas meja kantin sambil matanya melirik-lirik orang berlalu-lalang.

Pukk!!

"Ck! apasih?!"

"Darah tinggi mulu perasan." ucap Bevaro setelah menepuk bahu kakaknya.

"Bodo."

"Nih dari mama, lo tadi keburu berangkat." ucap Bevaro setelah meletakkan 2 susu kotak rasa strawberry dan sari roti coklat.

"Ah.. telat lo! gue udah pesen roti dikantin."

"Lo sendiri juga ngga bilang. Jadi gamau nih?"

"Enak aja! sini." rebutnya lalu ditaruh diatas meja.

Melihat kelakuan kakaknya yang prikk emang Bevaro sudah terbiasa. Jadi ngga kaget sampe jantungan.

Sepeninggalan Bevaro, Megan datang lebih dulu sambil membawa Es cup 4 yang berada dikresek dan kotak bekal milik Belova yang ia taruh ditangan satunya.

"Gue tadi papasan sama Bevaro. Ganteng banget Yaallah." girang Megan sambil memberikan titipan Belova.

"Lah ini lo kapan beli?" tanya Megan saat Belova mendapat 2 susu kotak dan roti coklat.

"Mak gue bawain, dititipin sama Bevaro."

"Barusan dia kesini?."

Belova menatap datar Megan, jika pasal Bevaro dia selalu antusias. Rada gedeg gimana gitu.

"Ya.. lo pikir aja sendiri sih Meg."

"Hehe.. yauda yuk kekelas. Males gue dikantin rame bener, panas lagi."

"Ntar, temen lo belum kelar itu beli soto."

"Yuhuuu.. kuy kita badok." ucap Nada sambil membawa nampan berisi makanannya dan Halen.

Mereka pun berjalan beriringan untuk menuju kelas. Saat melewati meja kantin yang ditempati Askary, tak sengaja keduanya melakukan eyecontacts.

Disitu Askary tengah bermain hp sedangkan teman-temannya makan sambil bercerita. Melihat Askary yang juga melihatnya buru-buru Belova memutuskan eyecontacts tersebut.

  
-☘️-

Jangan lupa vote dan komen, thankyou.

Belove first AskaryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang