| Let's Read |
Hari ini hari selasa. Belova berada ditengah keramaian kantin bersama teman-temannya untuk melakukan istirahat.
"Gue pengen batagor pedes deh." ucap Nada sambil tangan kanannya menepuk-nepuk apapun yang berada di sekitar.
"Sama gue juga pengen yang pedes tapi apaan ya?"
"Lo mau pesen apa Bel?" tanya Megan yang sedari tadi menatap sekeliling kantin.
Belova yang sedari tadi sudah mengantuk hanya menidurkan kepala diatas meja kantin dengan kedua tangan sebagai bantalan.
"Gue mau apa ya?" tanyanya sendiri.
"Mana gue tau, cepet deh! keburu rame banget." sela Halen sambil berdiri.
Memutar jari telunjuk diatas meja sambil cemberut, Ia bingung ingin memakan apa.
"Gue bingung."
"Bodo amat Bel bodo amat. Gue mau pesen. Bye!" ucap Halen sambil menggandeng Nada.
"Lo gamau pesen Meg?" tanya Belova melihat Megan hanya terdiam di sebelahnya.
Megan memang masih berada disebelah Belova sambil melihat-lihat sekitar. Sepertinya Megan sedang mengincar sesuatu.
"Ha? apaan?"
"Gamau makan emang?"
"Gue mau beli bakpao, cilok, roti sama teh pucuk-pucuk." jawabnya sambil terkekeh karena mendengar nada teh pucuk.
"Gue kesana dulu."
Sepeninggalan Megan, Belova masih sama memutar jari telunjuknya diatas meja. Ia sedang tidak mood makan apa-apa.
"Lama bener nih orang-orang."
"Kok gue laper sih? mana rame banget." ucapnya sambil menegakkan badannya kembali.
Saat akan berdiri seseorang menepuk punggungnya yang membuat Belova menoleh kearah belakang siapa yang menepuknya.
"Eh."
"Hai." sapa orang tersebut.
"Ha- kenapa ya?"
"Sorry gue ngagetin ya?"
'Ha?! pake nanya lagi! lo pikir aja gimana tadi ekspresi gue!'
"Oh ngga kok, santai aja."
"Ada apa mas?"
Askary pun mengulurkan sesuatu kehadapan Belova.
"Lo mau ngga makan bekal gue?" ucap Askary Rajafa Mahendra.
'Keknya bener dia suka sama gue deh.'
"Ha?"
"Nih. Gue udah makan tadi dikantin, tapi mama gue bawain nih bekal. Buat lo aja, belum gue sentuh sama sekali." ucap Askary sambil menyerahkan bekal Tupperware berwarna hijau neon tersebut.
Belova yang disodorkan bekal makan tersebut merasa tidak enak tapi ia juga lapar. Tapi sungkan dong mau ambil masa iya ngambil bekal punya orang.
"Makasih." Lah anjir ngapa gue ambil?
"Oke, gue kekelas dulu. Jangan lupa dimakan." jawab Askary sambil berjalan melewati teman-teman Belova yang akan menuju bangku kantin yang mereka duduki tadi.
Sepeninggalan Askary. Megan, Nada, Halen buru-buru mengrubungi Belova dengan wajah bertanya-tanya. Bukannya Askary kaka kelas mereka yang digadang-gadang memiliki aura softboy, kalem dan jangan lupakan berparas menawan.
"Anjir Bel!!! lo kenal kak Askary Rajafa Mahendra suami gue?" ucap Nada sambil menaruh baksonya di atas meja.
"Ngga kenal."
Mereka semua saling pandang, antara bingung dan curiga. Memicingkan mata menatap Belova sambil menggerakkan jari tengah dan jari telunjuk seperti mengintai.
"Boong ya lo.. Mana ada ngga kenal tapi ngasih bekal. Aneh kan." kata Megan sambil memakan bakpaonya.
"Nah iya. Diam kebelet poop bergerak mendapatkan kak Aska." ucap Nada menyanggupi.
"Kak Aska tuh gimana ya. Dia tuh bukan badboy, bukan mostwanted, bukan juga gang motor dan anak ngabers. Tapi anehnya dia tuh famous banget iya ngga?" ucap Halen yang diangguki mereka bertiga.
Belova mendengar ucapan dari ketiga temannya juga berpikir. Iya juga, Kak Askary bukan cowo yang suka mencari perhatian atau sok-sokan berkuasa disekolah. Anehnya dia tuh famous banget disekolah banyak yang kenal sama dia, mungkin karena parasnya dan kekaleman doi.
"Mungkin tampang goodlooking yang ngebuat dia jadi primadona sekolah ya ga?" ucap Megan.
Mereka semua serempak menganggukkan kepala tanda setuju. Askary memang ganteng apalagi kalo mode bengong, bahaya itu. Tolong ingetin jangan biarin Askary bengong karena gantengnya gabisa dibiarin.
"Btw katanya lo pesen batagor Nad? ngapa yang lo makan jadi bakso."
"Hehe.. gue tadi udah stand di batagor, tapi pas gue liat ada bakso gue jadi pengen. Mau coba ngga?" tawarnya.
"Kebiasaan pindah haluan." gumam Halen yang masih didengar Nada.
"Bodo amat gue sana sini oke."
Belova yang mendengar semua percakapan mereka hanya menatap sambil memakan bekal dari Askary, yaitu carbonara dan sosis bakar barbeque.
-☘️-
Sepulang dari sekolah Belova nangkring diteras rumahnya sambil menatap kolam ikan.
Hari ini sang papa akan pergi untuk menyelesaikan tugasnya ke Kalimantan yang berarti mamanya akan ikut pergi menemani sang papa tercinta, mereka didalam sedang packing untuk keberangkatan jam 8 malam nanti.
"Bel!"
"Ck! apasih ma?" jawab Belova sambil menatap kebelakang.
"Dipanggil orang tua! malah ngedecak! duso ro duso ngga?" ucap sang mama dengan logat jawa nya.
"Iya-iya, apa?"
Mamanya memberikan uang kepadanya. Mungkin ia akan disuruh untuk membeli sesuatu, liat saja habis ini.
"Beliin mama pembalut ya, terus sama beliin obat-obatan kaya biasanya ituloh."
"Heng." jawab Belova sambil berdiri dari duduknya.
☘️☘️☘️
Jangan lupa vote dan komen, thankyou.
KAMU SEDANG MEMBACA
Belove first Askary
Teen FictionDay of remaja jompo! Tentang Belova si tukang lemot akan segala keminiman akhlak. Dan seorang Askary lelaki kalem yang memilki perasaan kepada Belova. ⚠️ Don't copy paste! hargai setiap karya penulis jangan membuat onar jika tidak mau diblack list...
