Untuk ko
Iya iya sa tahu sa itu bodoh amat. Jual mahal, sok cuek. Malas tahu tra peduli sering bilang terserah. Tapi asal ko tahu dalam doa sa minta ko sama Tuhan. Minta didekat jika berjodoh dan dijauhkan jika bukan, tra mau jatuh terlalu dalam. Sebab sa lebih tahu diri dan sadar diri ketimbang. Bikin diri apalagi cari muka. Sesuka-sukannya sa sama ko. Ogah parah kalau harus caper, sa trada bakat buat hal begitu kalau jual malah dan bodoh amat yaa itulah sa.
Ko itu yaa, sangat-sangat meresahkan sumpah. Ya i know. You berbedah dari segi iman dan umur, but itu tra dipersoalkan kalau Tuhan berkehendak. Puisi dan novel yang berkisah tentang ko juga ada, sa tulis sebagai pelampiasan dari rasa yang menggangu ini. Ko kira ko sendiri yang bisa malas tahu dan bodoh amat. Eh sa juga bisa yaa.
Mata yang dingin tatapan datar. Mampu tembus raga. Sa rasanya mau melayang. Setomboynya sa. Sa juga perempuan normal yang kalau dilihat sekali bahkan berkali-kali dari laki-laki, yang sa kagum sa akan terbang. Bibir tertutup rapat. Gerakan tubuh biasa saja. Mata yang kadang berdosa dengan mulut. Bilang terserah ribuan kali. Tetap masih peduli. Bahkan berani minta dalam doa sama Tuhan. Walau secara logika tra mungkin.
Cuaca Sorong itu tra menentu selalu berubah-ubah layaknya bunglon nah. Ko juga seperti itu. Sudah dingin. Bodoh amat. Malas tahu. Keras kepala. Kulkas berjalan lagi. Sa tra bisa berharap lebih dan sa tra mau berharap. Sa hanya biarkan semua terjadi sebagaimana mestinya. Kalau berjodoh sejauh apapun kita dua pergi akan dipersatukan bersama. Sebesar apapun tembok diantara kita. Kalau memang Tuhan berkehendak maka jadilah. Mau fokus kuliah, Kempo dan asah skill nulis.
Ko tahu selalu ada cerita di hari-hari yang sa lewati ingin sekali cerita sama ko. Akrab sama ko, yaa sekadar tanya ko senang dengan hari ini? Ko menikmati hari ini? Atau ko bersyukur hari ini? Tapi mana mungkin, ko tra bisa ajak hal semacam itu. Terlalu dingin untuk sa yang banyak bicara. Sa mau memulai duluan, namun sa pikir ribuan kali. Kadang risih sendiri. Kesal juga. Namun sa bisa apa, Kalau dibilang sendiri bahagia ya emang bahagia bebas. Cuma sa juga butuh seseoranglah. Sering dibilang tra normal hanya trada laki-laki yang dekati sa. Bukan karena apa sa perna janji untuk diri sendiri selama 4 tahun kuliah trada kata laki-laki dalam pendidikan. Eh baru dua semester su stress tugas. Banyak, latihan Kempo capek. Dirumah dimarah karena jarang istirahat. Pas rasa ada yang sesuai kriteria eh dapat kulkas berjalan dan itu ko. Ingin sekali kita akrab kalau bukan pasangan setidaknya bestei. Eh tapi mana mungkin. Tong dua hanya bisa saling pandang dalam diam. Bibir masing-masing terlalu pengecut memulai sebuah obrolan. Terlalu pecundang hanya sekadar mengatakan hay. Sepi dan sunyi itulah kita. Dingin dan hangat itu kita. Sama-sama terlalu bodoh amat untuk rasa yang sama. Paham mengerti namun bersikap malas tahu.
KAMU SEDANG MEMBACA
S. P. S. P
Aléatoiresekedar kata-kata dan ungkapan hati dalam logat Papua tapi jangan kam(kalian) khawatir tra(tidak) mengerti karna sa(saya) akan pake terjemahnya selamat membaca :) kalau suka jangan lupa follow :) start : 22 /ferbuari /2021 End :
