- 15. Pacar [ 2 ]

263 43 8
                                        

"Gue tau lo yang bayarin makan siang Ji-an. Kalo Ji-an tau pasti dia marah sama lo, dia gak suka orang ngerendahin dia kayak gitu."

Ji-an mengernyit, memberhentikan langkahnya dan bersembunyi di balik pintu laboratorium.

"Terus? Lo mau ngasih tau Ji-an? Mau liat Ji-an marah terus gak makan siang lagi?"

Suara Haruto yang membalas Doyoung membuat Ji-an benar-benar marah saat itu.

Niat Ji-an adalah mengikuti Doyoung dan mengagetkan sahabatnya itu seperti biasa di gudang, tapi apa yang di dengarnya sekarang.

Bahkan setelah Ji-an bersikap biasa saja, Doyoung juga tidak memberitahu nya tentang Haruto saat di gudang. Doyoung sampai termakan omongan Haruto.

Begitulah darimana Ji-an tau kalau Haruto yang membayar uang makan siangnya.

Gadis itu sekarang sedang tertidur di ranjang milik Haruto setelah setengah jam menangisi Park Jeongwoo.

Dari setengah jam yang lalu juga Haruto terus memperhatikan Jeongwoo dan Hanna dari lantai kamarnya.

Keduanya masih asyik mengobrol tanpa tau perasaan Ji-an di sini.

Sampai dimana Jeongwoo melambaikan tangan pada Hanna sambil menunggu Hanna masuk ke dalam rumah sakit.

Segera Haruto turun menghampiri lelaki yang sudah membuat Ji-an menangis sedari tadi.

Jeongwoo yang berniat pergi malah tersungkur jatuh tepat setelah kepalan tangan Haruto menimpa pipinya.

"Apa sih, anjing?!" Jeongwoo berdiri sembari memegang rahangnya, perlahan merasakan sakit akibat tinjuan  yang Haruto berikan.

"Masih bisa bilang apaan abis lo cium Hanna tadi?"

Jeongwoo terkejut, dia tak tau kalau sampai Haruto melihatnya mencium Hanna.

"Urusan lo apa?"

Sungguh kalau bukan karena di rumah sakit dengan baju pasien yang menempel ditubuhnya, Haruto sudah ingin tawuran saja dengan Jeongwoo.

"Posisi lo pacar Ji-an, rakus banget bego. Najis."

Jeongwoo terkekeh mendengar jawaban Haruto, "suka sama Ji-an? Sampe di bela. Gue juga tau sih lo bakal suka sama Ji-an ujung-ujungnya."

"Seenggaknya gue gak nyium cewek lain pas punya pacar," ujar Haruto dan akhirnya pergi meninggalkan Jeongwoo sebelum cekcok antar keduanya semakin menjadi-jadi.

Takut saja dia benar-benar mengajak Jeongwoo tawuran.

Kini Haruto memilih pergi menuju kamar Hanna, membuka pintu kamar itu dan langsung masuk ke dalam.

"Kenapa, To?"

"Jeongwoo? Cowok yang lo maksud?"

Pasalnya Hanna pernah cerita tentang lelaki yang disukainya pada Haruto. Haruto mengira itu Junghwan, dan siapa sangka lelaki itu Park Jeongwoo.

Dan semua tentang Haruto yang hanya bertemu dengan Hanna saat mengantar bundanya sakit itu bohong.

Haruto teman Hanna saat di rumah sakit, dirinya bukan baru kali pertama di rawat dan cukup lama mengenal Hanna.

Haruto suka keluar masuk rumah sakit jika
penyakitnya sedang kambuh, maka Hanna adalah teman mainnya.

"Eh, kok lo tau?" Hanna menurunkan kakinya dari ranjang menatap Haruto yang berdiri didekat pintu.

Haruto merasa kesal dan mengepalkan tangannya, tapi dia bahkan tak bisa berbuat apa-apa sekarang. "Kenapa Jeongwoo, Han?"

"Lah emang kenapa, To?"

[✓] Pacar KontrakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang