Hari yang panjang di lewati oleh Haruto, Ji-an dan tentu juga tokoh utama masalah ini. Bae Mira.
Kemarin, Mira sudah ada di rumah Haruto menunggu kepulangan lelaki itu.
Lagian, lebih baik dia berada di rumah Haruto karena rumahnya sudah dipenuhi reporter dan penggemar-penggemarnya.
Lama Mira menunggu, bahkan bunda dari putra yang di pacari Mira ini juga ikut menunggu kedatangan Haruto.
Malam telah tiba.
Sampai dimana deru motor Haruto terdengar ditelinga mereka. Haruto mematikan mesin motornya dan segera memasuki rumah.
"Mau berharap gak dateng, pasti udah ada di ruang makan, nih." Haruto membuka pintu utama rumahnya, kemudian berjalan masuk melewati kamar bundanya dan masuk ke ruang makan.
"Ruto! Bisa gak sih kamu diem aja sama Mira. Jangan buat bunda sama ayah susah! Projek kantor ayah gagal cuma karena denger berita gak jelas kamu pagi ini," ucap bundanya yang langsung menghampiri Haruto.
Terlihat di sana Mira terduduk manis sambil tersenyum menatap Haruto.
"Salah gue apa lagi, kak Mira ngapain coba dateng ke sekolah? Cari masalah bego lo."
"Kamu gak lucu, Ruto. Ji-an dibayar berapa buat bantu kamu bohong kayak gitu?" Mira mengangkat suaranya dan ikut berdiri.
"Gak usah bawa-bawa Ji-an. Salah sendiri nunjukin kalo lo deket sama gue, giliran masuk berita, panik," kesal Haruto. Suaranya beradu dengan derasnya hujan di luar sana.
Beruntung dia pulang sebelum hujan datang.
"Ruto, emang udah saatnya kalian tunjukkin kalo ada hubungan di antara kamu sama Mira. Tinggal satu tahun lagi kamu lulus dan langsung tunangan," ucap bundanya berusaha tenang sambil menetralkan emosinya.
"Ruto udah bilang, kalo Haruto gak bakal nikah sama kak Mira!" Lelaki tinggi itu berjalan pergi menuju kamarnya yang berada di ujung lorong, meninggalkan kedua wanita yang masih setia dengan ocehannya.
Dengan cepat dia menutup pintu dan menguncinya.
Sepertinya hari ini Haruto beruntung, entah kenapa bundanya tidak terlalu membentaknya bahkan tidak sampai bermain fisik walau sikap Haruto yang lancang seperti itu.
Akhirnya dia membersihkan diri, lalu memakai kaos biru dan celana panjang hitam nya.
Haruto merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan langsung memiringkan ponselnya untuk bermain game.
Dan diapun mendapat panggilan dari nomor tak dikenal yang ternyata adalah Park Ji-an.
Sedangkan Ji-an.
Dia baru saja menyelesaikan tugas nya bekerja di minimarket biasanya.
Doyoung dan Junghwan harus pulang duluan karena memang niat mereka ke minimarket hanya untuk membeli baterai yang akan dipasang pada robot baru Doyoung.
Jadi Ji-an pulang berjalan seperti biasa menuju rumahnya, terlihat langit menjadi abu-abu dan menghitam.
Hujan akan datang tak lama lagi.
Sayang dia tidak membawa payung yang ada di minimarket, alhasil Ji-an pulang dengan keadaan basah kuyup dari ujung kepala hingga kaki, bahkan peralatan sekolah nya ikut basah.
Pikirnya langit menghitam karena mendung, ternyata memang sudah memasuki malam hari.
Dilihatnya Park Jihoon yang sudah berlari mengambil handuk untuk nya.
"Mandi sana, terus makan. Gue tadi jajan sama Yoshi eh ternyata beli dua gratis satu, tuh buat lo di meja ya," ucap Sang kakak sambil menyodorkan handuk mandi milik Ji-an.
KAMU SEDANG MEMBACA
[✓] Pacar Kontrak
Romance❝Terlepas dari kertas kontrak, perasaan ini lebih tulus❞ || Watanabe Haruto "Tolongin gue, 100 hari doang." "Gue udh punya pacar, anjir!" Jihyunnx, 15 Mei 2022
![[✓] Pacar Kontrak](https://img.wattpad.com/cover/310672693-64-k42597.jpg)