Suasana kantin tampak begitu tegang, lebih tepatnya di bangku yang Yoona tempati.
Ada Taehyung yang duduk di tengah-tengah antara Yoona dan Irene. Yuri dan Lisa duduk di seberang ketiganya bersama Sehun.
Yoona berusaha mengunyah baksonya dengan tenang. Padahal dalam hati ia ingin menyiram seniornya itu dengan kuah bakso yang masih panas.
Sehun mengeluarkan ponselnya, memotret ke arah Taehyung yang berada diantara Yoona dan Irene. Sehun lalu mengirimnya kepada Krystal. Memberi tahu gadisnya suasana tegang hari ini.
Taehyung kesal setengah mati. Apalagi Irene yang duduk terlalu dekat dengannya. Jika ia meminta tukar tempat dengan Yoona, pasti akan mengundang curiga. Tapi Taehyung juga tidak betah di posisi ini. Apalagi melihat istrinya yang banyak diam. Menyantap baksonya dengan lesu. Jika terus seperti ini, yang ada istrinya tidak makan.
Taehyung mengeluarkan ponselnya. Mengetik pesan untuk Yoona.
Ponsel Yoona berbunyi setelah pesan dari Taehyung terkirim. Yoona membedakan notifikasi dari Taehyung dan yang lain. Karena pesan masuk itu dari Taehyung, Yoona tidak langsung mengeluarkan ponselnya. Taehyung juga masih berpura-pura sibuk dan mengetik sesuatu di ponselnya.
Setelah beberapa menit, Yoona mengambil ponselnya yang tengkurap di atas meja. Membuka pesan dari Taehyung. Dalam pesan itu Taehyung menyuruh Yoona untuk menumpahkan kuahnya ke arah Taehyung. Agar Taehyung memiliki alasan untuk berpindah tempat. Yoona sudah akan melakukannya, namun sebuah suara menyela tindakan yang baru akan Yoona lakukan.
"Oppa. " Panggil suara itu.
Yoona mendesah lega atas kedatangan Krystal. Entah sepupu suaminya datang dari mana dan tahu dari mana mereka ada di sini. Yang jelas, Yoona bersyukur.
"Kau! Sudah aku peringati jangan mendekati kekasih ku, tapi masih berani mendekatinya. " Amuk Krystal.
Kini mereka menjadi pusat perhatian. Yoona meringis pelan.
"Ren, tolong pindah dulu. " Ucap Taehyung.
Irene mendengus marah. Ia merasa terhina ketika Taehyung mengusir dari bangkunya. Padahal masih ada Yoona yang perlu Taehyung usir. Mau tak mau Irene berdiri dan mencari meja lain, karena meja itu sudah penuh. Kini Taehyung duduk diantara Krystal dan Yoona.
Yoona menunduk, menyembunyikan senyum lebarnya. Ia lalu kembali menyantap baksonya dengan riang. Lisa dan Yuri turut senang.
Taehyung menatap Sehun. Sepertinya Sehun tidak menyerah juga untuk mendekati Krystal. Awas saja kalau berani membuat Krystal terluka. Habis dosen albino itu.
Sehun yang ditatap tajam oleh Taehyung memilih tak peduli. Ia sibuk memandangi Krystal yang tampil sangat cantik hari ini.
"Kenapa kamu ada di sini? " Tanya Taehyung. Menyodorkan sushi yang ia beli tadi ke arah Krystal.
"Seseorang mengirim foto kepadaku. Kekasihku sedang ketempelan. " Desis Krystal. Menatap Irene yang tak jauh darinya. Asisten Taehyung itu pasti mendengarnya.
Taehyung mendengus sebal. Sudah dipastikan pesan itu dari Sehun.
"Memangnya kamu tidak kuliah? "
"Tidak ada kelas hari ini. " Sahut Krystal. Ia lalu melirik ke arah Yoona dan melihat isi mangkok Yoona.
Krystal mencondongkan kepalanya ke arah Yoona, lalu berbisik.
"Sejak kapan unnie boleh makan bakso? " Tanya Krystal.
Semua keluarganya tahu, betapa protektifnya seorang Kim Taehyung. Bahkan Krystal memilih kampus lain agar tidak direcoki oleh Taehyung soal makanan dan semacamnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
ISTRI DOSEN (21+)
Teen FictionYoona itu unik. Ketika semua orang ingin mendapat pengakuan dari Taehyung di sisi pria itu. Yoona justru memilih menyembunyikan diri. Statusnya sebagai istri Taehyung tidak ingin diketahui oleh siapapun. Apalagi oleh mahasiswa yang menjadi fans bera...