10

1K 83 11
                                        

Yoona gelisah karena Taehyung tak kunjung pulang. Sudah jam delapan lewat, seharusnya Taehyung sudah di rumah. Hari ini suaminya itu sedang tidak ada jadwal malam.

Kedua matanya berkaca-kaca. Menerka kalau hal ini ada sangkut pautnya dengan kejadian di kantin tadi. Ponsel Taehyung tidak bisa dihubungi sama sekali. Kini Yoona tidak tahu harus berbuat apa.

"Hiikksss.... Oppa. " Isak Yoona keras. Ia duduk di sofa ruang tamu. Berkali-kali mendial nomor Taehyung, berharap ada keajaiban, suaminya mengangkat telepon nya.

Sudah pukul sepuluh lewat, Taehyung belum juga pulang. Yoona jatuh tertidur. Meringkuk kedinginan seperti bayi di sofa ruang tamu.

Sementara itu di tempat lain. Lebih tepatnya di apartemen Sehun. Sehun sedang berusaha menenangkan Taehyung yang sedang galau. Teman satu profesinya itu telah menceritakan segala keluh kesahnya. Sehun merasa bodoh karena selama ini berhasil dibohongi oleh Taehyung. Pantas saja aura Taehyung saat di kantin sudah tidak enak. Ternyata gadis cantik yang pernah ia ajak berkenalan itu adalah istri dari Taehyung.

Taehyung sedang marah dan memilih rumah Sehun untuk meredam kemarahannya. Jika pulang Taehyung takut amarahnya meluap di depan Yoona dan berdampak pada hubungannya.

"Pulang lah. Istrimu pasti khawatir. Kamu paling mengerti istrimu, tentu kamu sudah pasti tahu apa yang terjadi di rumah mu saat ini. " Tutur Sehun menasehati.

Taehyung terdiam. Merasa tertampar oleh kalimat Sehun. Seharusnya ia tidak bersikap seperti sekarang ini. Istrinya pasti sedih dan menangis.

"Aku pulang. " Ucap Taehyung singkat.

Sehun menatap punggung Taehyung yang semakin menjauh sampai akhirnya hilang di balik pintu.

Susah memang kalau punya istri cantik. Untung saja Sehun tidak sampai mengungkapkan kekagumannya kepada Yoona.

Sehun sungguh tergoda di pertemuan pertama mereka. Yoona sangat cantik, imut dan lemah lembut. Ternyata Yoona sudah bersuami. Suaminya adalah teman satu profesinya. Sial.

***

Taehyung membuka pintu rumahnya. Semua lampu masih menyala seluruhnya. Suasana dalam rumah sangat sepi. Taehyung melangkah cepat ke dalam rumah.

Ketika ia tiba di ruang tamu. Matanya melihat sang istri tidur meringkuk. Hati Taehyung berdenyut sakit melihatnya. Apalagi saat melihat dengan jelas jejak air mata di pipi Yoona.

"Maafkan oppa, sayang. " Bisik Taehyung. Air matanya tanpa sadar juga jatuh berlinang. Seharusnya ia tidak melakukan hal demikianlah. Seharusnya Taehyung tidak menghindari sang istri sampai-sampai membuat istrinya itu sedih hingga menangis.

Taehyung mengusap air matanya. Menggendong tubuh Yoona dan membawanya ke kamar mereka.

Yoona menggeliat pelan ketika Taehyung meletakkannya di atas ranjang. Taehyung mengusap kepala Yoona dan menepuk-nepuk pelan punggung Yoona seperti bayi, hal itu bertujuan agar sang istri tidak terbangun.

Setelah Yoona kembali anteng, Taehyung bergegas membersihkan diri ke kamar mandi.

Yoona menggeliat pelan. Meraba-raba alas tubuhnya yang empuk dan halus. Keningnya berkerut karena merasa tempat yang ia tiduri sangat luas, sementara tadinya ia tidur di sofa.

Kedua mata Yoona terbuka secara perlahan. Menatap langit-langit yang sudah berubah. Tidak ada lagi lampu krystal yang berukuran besar. Memandang sekeliling, ternyata ia sudah ada di kamarnya.

"Awwwhhh..... " Yoona meringis pelan sembari memegangi kepalanya yang tiba-tiba pusing karena gerakannya yang tiba-tiba.

Ceklek.....

ISTRI DOSEN (21+) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang