chapter 21 -THE END-

10.3K 589 8
                                        

Aku tersenyum melihat ke sekelilingku.
Semuanya tampak tertawa gembira.

Begitupun seseorang yang sedang duduk di hadapanku.

Kami -aku,ali,varrel,intan,alex,alan-
Sedang tertawa bersama di sebuah cafe milik varrel.

Rasa benci sejenak hilang di antara ali dan varrel.

Mereka..maksudku kami sepakat untuk menjadi..sahabat.
Aku dan intan antusias mendengarnya.

Bagaimana tidak , sahabat kami bertambah.
Dan pastinya, akan lebih bahagia jika persahabatan dengan orang orang humoris,bukan?

Disela tawa canda kami,seorang pelayan cafe mengantarkan satu mangkuk es krim berukuran jumbo untuk kami berenam.
Di mangkuk tersebut juga terdapat 6 sendok kecil untuk kami.

Sesaat hening.

Hening karna ..
Varrel dan intan memegang atau lebih tepatnya hendak mengambil sendok yang sama.
Dan saat itulah kontak mata mereka bertemu.

"Huaaa!! Nasib jomblo"teriak alex yang mengejutkan intan dan varrel.
Dan sekarang mereka terlihat salah tingkah.

Aku hanya bisa menahan senyum.

"Makanya cari pacar sono"ledek ali yang membuat alex mengerucutkan bibirnya.

"Mana ada yang mau sama dia"celetuk alan yang di hadiahi jitakan di kepalanya.

" Ibu-ibu bapak-bapak
Siapa yang punya anak
Bilang aku aku yang tengah malu
Sama teman-temanku
Karna cuma diriku yang tak laku-laku
Pengumuman-pengumuman
Siapa yang mau bantu
Tolong aku kasihani aku
Tolong carikan diriku kekasih hatiku
Siapa yang mau"ujar alex sekaligus nanyi yang kini berdiri dan menjadi pusat perhatian pengunjung cafe .
Di antara mereka ada yang tampak menahan tawa bahkan ada juga yang tertawa kecil.

"Bukan temen gue"ujar ali angkat tangan.
"Bukan temen gue juga"sahut alan yang mengangkat tangan juga.

Sontak kami tertawa bersama.
"Malu maluin deh lo"ujar alan begitu alex duduk.
Sedangkan alex hanya cengar cengir.

"Eh..meleleh nih esnya"
"Eh..meleleh nih esnya"

Jleb.
Lagi lagi...si duo sejoli ngomong samaan.

Dan tampak alan dan alex menggoda mereka berdua dehaman mereka.
Dan kini si dua sejoli itu lagi lagi salting.

Aku dan ali tertawa kecil.
Tiba tiba ,ali menyodorkan sesendok es krim ke mulutku.

"Aaa"

Aku tersenyum dan menurutinya.

Tiba tiba tangan ku juga bergerak melakukan hal yang sama dengan ali.

Ia tersenyum hangat.
Dan anehnya tubuhku juga menghangat.
Ia melahap es krim yang ku sodorkan.

Mulut ku tercengang melihat alan dan alex yang berlomba makan es krim.
Kalo di hitung ,tiap detik satu sendok es krim masuk ke mulut mereka.
Mulutku tambah tercengang melihat varrel sedang membersihkan sisa es krim di ujung bibir intan.
Dan kali ini bibirku tertutup.
Lebih tepatnya tersumpal.
Tersumpal batang coklat panjang.
Yang bisa ku tebak ali mengambilnya dari mangkuk es krim.
Kali ini mata ku melebar melihat ali memakan ujung batang coklat sambil tersenyum licik.
Yang parahnya dia makan coklat ini secepat kelinci yang memakan wortel.

"Waduhh...18+ ini...tutup mata lien. Lo kan masih 17 tahun 11 bulan"ujar alan menutup mata alex.

Cuma beda satu bulan padahal -_-

"Wooyy..cuma satu bulan juga"sahut alex tak terima.

Ku dengar tawa dari varrel,intan dan alan.
Aku juga hendak tertawa.. namun, you know lah.

Pasrah aja.

Tuhan memang adil.
Jika kamu kehilang orang yang kamu cintai,maka akan datang orang yang mencintaimu.
Dan saat itulah kamu mengerti.
Cinta memang sakit,perih dan pahit.
Namun di balik itu,cinta itu indah.
Sungguh indah.
Indah, dan beruntung jika kamu mencintai seseorang dimana dia juga mencintai dirimu.
Dan itulah yang terjadi padaku.
Itulah yang aku rasakan.

if love to go, but love will be back to where it came from. and it's because 'DESTINY'

-THE END-

secret admirerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang