Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

6. Perasaan?

4.2K 129 0
                                        

Hay guys
Welcome to novel Annam Al Abbiyan
Semoga kalian suku sama cerita ini

Hay guys Welcome to novel Annam Al AbbiyanSemoga kalian suku sama cerita ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Yuk jadi jalan-jalan gak nih?"tanya zahra samnip berkacak pinggang

Aisya menghela nafasnya pelan "kalo ke taman aja gimana? Tempat kita bertemu pertama kali" ucap Aisya sambil mengingat pertemuan pertamanya dengan keempat temannya ini.

"oke ayok"jawab semuanya lalu keluar dari kamar bersama-sama

Reyna melirik Aisya yang berjalan disampingnya "Aisya kamu masih inget enggak soal waktu itu?" tanya Reyna sambil berjalan menuju ketaman bersama teman temannya

Aisya memincingkan alisya bingung "soal apa?" tanya Aisya

Reyna menatap lekat Aisya "Soal kamu di peluk sama gus Anam di taman waktu itu" ucap Reyna yang di angguki teman temannya

Aisya mengangguk paham "Oh itu, waktu itu cuma kecelakaan aja kok, jangan salah paham ya" ucap Aisya meyakinkan

Zahra menatap Aisya menyelidik "Yang bener, tapi Gus Anam waktu ngeliat kamu itu beda banget loh" ucap zahra sambil senyum-senyum tidak jelas

"Kayak ada sesuatu gitu" sambung Zahra

Aisya lagi-lagi tidak paham dengan maksud temannya yang satu ini "Maksudnya?" tanya Aisya

Amira menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya "kayak gus Anam suka gitu sama kamu, secara kan kamu anak dari sahabat pak kyai" ujar Amira yang diangguki ketiga temannya

Hana mengangguk-angguk "Nah bisa jadi itu jangan-jangan gus Anam beneran suka sama kamu, eh tapi masak es nya udah mencair" ucap Hana sembari terkekeh pelan.

Aisya menghela nafasnya gusar "Udahlah, jangan asal ngomong nanti kalo orang denger bisa jadi salah paham loh" ucap Aisya yang sudah lelah menganggapi teman-temannya ini

Reyna memutar bola matanya malas "iya deh bu ustadzah" ucap Reyna tertawa

Melihat tingkah Rayna, Aisya hanya mampu tersenyum tipis "Yang dulu-dulu udah lupain aja ya" ucap Aisya yang diangguki teman-temannya

Disaat yang bersamaan ustadz Fathur tak sengaja melihat Aisya dan teman-temannya "Eh gus Anam itu ada Aisya" ucap ustadz Fathur sambil menyenggol lengan gus Anam

Gus Anam yang tadinya fokus berjalan sekarang berhenti untuk menanggapi celotehan sahabatnya ini "Jangan panggil ane gus erti enggak" ucap gus Anam sambil menahan kesal

Ustadz Fathur terkekeh "Lah kan ente memang gus kan" ucap ustadz Fathur apa adanya

Gus Anam menghela nafasnya lelah "Biasa aja kalik, kayak sama siapa aja pakek gus gusan panggil Anam aja lah kayak biasa" ucap gus Anam yang tidak suka di panggil dengan sebutan gus oleh sahabatnya yang satu ini

Annam Al Abbiyan Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang