Ini kisah seorang Gus muda yang berparas tampan yang bernama Muhammad Annam al Abbiyan yang bersifat cuek, dingin dan kaku yang jatuh hati dengan seorang santri baru, anak dari sahabat abinya. Namanya Raisya Putri al Fareza seorang perempuan yang m...
Hay guys Welcome to novel Annam Al Abbiyan Semoga kalian suku sama cerita ini
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Yuk jadi jalan-jalan gak nih?"tanya zahra samnip berkacak pinggang
Aisya menghela nafasnya pelan "kalo ke taman aja gimana? Tempat kita bertemu pertama kali" ucap Aisya sambil mengingat pertemuan pertamanya dengan keempat temannya ini.
"oke ayok"jawab semuanya lalu keluar dari kamar bersama-sama
Reyna melirik Aisya yang berjalan disampingnya "Aisya kamu masih inget enggak soal waktu itu?" tanya Reyna sambil berjalan menuju ketaman bersama teman temannya
Reyna menatap lekat Aisya "Soal kamu di peluk sama gus Anam di taman waktu itu" ucap Reyna yang di angguki teman temannya
Aisya mengangguk paham "Oh itu, waktu itu cuma kecelakaan aja kok, jangan salah paham ya" ucap Aisya meyakinkan
Zahra menatap Aisya menyelidik "Yang bener, tapi Gus Anam waktu ngeliat kamu itu beda banget loh" ucap zahra sambil senyum-senyum tidak jelas
"Kayak ada sesuatu gitu" sambung Zahra
Aisya lagi-lagi tidak paham dengan maksud temannya yang satu ini "Maksudnya?" tanya Aisya
Amira menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya "kayak gus Anam suka gitu sama kamu, secara kan kamu anak dari sahabat pak kyai" ujar Amira yang diangguki ketiga temannya
Hana mengangguk-angguk "Nah bisa jadi itu jangan-jangan gus Anam beneran suka sama kamu, eh tapi masak es nya udah mencair" ucap Hana sembari terkekeh pelan.
Aisya menghela nafasnya gusar "Udahlah, jangan asal ngomong nanti kalo orang denger bisa jadi salah paham loh" ucap Aisya yang sudah lelah menganggapi teman-temannya ini
Reyna memutar bola matanya malas "iya deh bu ustadzah" ucap Reyna tertawa
Melihat tingkah Rayna, Aisya hanya mampu tersenyum tipis "Yang dulu-dulu udah lupain aja ya" ucap Aisya yang diangguki teman-temannya
Disaat yang bersamaan ustadz Fathur tak sengaja melihat Aisya dan teman-temannya "Eh gus Anam itu ada Aisya" ucap ustadz Fathur sambil menyenggol lengan gus Anam
Gus Anam yang tadinya fokus berjalan sekarang berhenti untuk menanggapi celotehan sahabatnya ini "Jangan panggil ane gus erti enggak" ucap gus Anam sambil menahan kesal
Ustadz Fathur terkekeh "Lah kan ente memang gus kan" ucap ustadz Fathur apa adanya
Gus Anam menghela nafasnya lelah "Biasa aja kalik, kayak sama siapa aja pakek gus gusan panggil Anam aja lah kayak biasa" ucap gus Anam yang tidak suka di panggil dengan sebutan gus oleh sahabatnya yang satu ini