Ini kisah seorang Gus muda yang berparas tampan yang bernama Muhammad Annam al Abbiyan yang bersifat cuek, dingin dan kaku yang jatuh hati dengan seorang santri baru, anak dari sahabat abinya. Namanya Raisya Putri al Fareza seorang perempuan yang m...
Hay guys Welcome to novel Annam Al Abbiyan Semoga kalian suku sama cerita in
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sya tadi gimana punya mu, kamu bisa erjainnya enggak?" tanya zahra penasaran karena tadi saat mengerjakan terlihat Aisya sangat santai mengerjakan soalnya
Aisya mengangguk "Bisa soalnya itu udah pernah diajarkan ke Aisya waktu kelas 10" jawab Aisya santai
Reyna yang dari tadi menyimak pembicaraan keduanya sekarang malah merasa lapar "Yuk ngantin, laper gue" ucap Reyna
Hana mengangguk "yuk, aku juga udah laper juga nih" ucap Hana
Mereka berlima pergi kekantin bersama-sama dan jangan lupa tentang pandangan semua orang kepada kelima perempuan cantik ini. "kalian mau pesen apa?"tanya Aisya setelah sampai dikantin
"Emm mie ayam sama es Teh aja" ucap Hana
"Kalo kalian apa?" tanya Zahra
"Samaain aja" ucap Reyna yang diangguki Amira
Aisya dan Zahra mengangguk "Yaudah aku sama Zahra pesenin dulu ya" ucap Aisya lalu pergi
Bik Hanik yang melihat kedatangan Aisya dan Zahra lantas menoleh "Mau pesen apa nduk?" tanya bik Hanik
"Mie ayam lima sama es teh lima bik" ucap Aisya sambil tersenyum
Bik Hanik mengalihkan pandangannya kearah belakang Aisya "Eh ada gus Anam sama ustadz Fathur, mau pesen apa gus ustad?" tanya bik Hanik sambil tersenyum ramah, seketika Aisya dan Zahra langsung menolehkan kepalanya melihat gus Anam dan ustad Fathur berdiri di sampingnya.
Ustadz Fathur tersenyum tipis kepada bik Hanik "Assalamualaikum." ucap Ustad Fathur dan gus Anam
"Waalaikumsalam" ucap ketiga perempuan itu tapi dengan Aisya yang terdunduk
"Saya sama dia mau pesen bakso sama kopi aja" ucap Ustad Fathur
Aisya dan Zahra saling pandang lalu mencari tempat duduk untuk menunggu pesanan "Saya tunggu disini ya bik" ucap Aisya lalu duduk dibangku yang sudah disediakan oleh kantin
Tak lepas dari pandangan Keduanya gus Anam dan Aisya hanya menundukkan kepalanya "Apa saya boleh duduk disini?" tanya gus Anam karena semua tempat duduk sudah full yang tersisa hanya tempat duduk Aisya dan Zahra.