Ini kisah seorang Gus muda yang berparas tampan yang bernama Muhammad Annam al Abbiyan yang bersifat cuek, dingin dan kaku yang jatuh hati dengan seorang santri baru, anak dari sahabat abinya. Namanya Raisya Putri al Fareza seorang perempuan yang m...
Hay guys Welcome to novel Annam Al Abbiyan Semoga kalian suka sama cerita ini
Akhirnya udah sampai dipengujung bab akhirnya udah end, thanks buat yang udah support cerita ini
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
2 minggu setelah Aisya koma paska kejadian syok waktu itu dan dia juga menjalankan operasi mata pemberian dari gus Anam, sekarang ia sudah mulai siuman setelah mimpi panjanganya waktu koma ia bertemu dengan gus Anam dialam bawah sadarnya.
Aisya berharap semuanya hanyalah mimpi buruk tapi tidak ini semua nyata disaat ia kembali koma gus Anam benar benar telah meninggalakannya untuk selamanya, dia sudah berusaha ikhlas menerima itu semua dan diwaktu yang bersamaan ia mendapat malaikat kecil yang begitu tampan yang bahkan sampai detik ini belum ia kasih nama karena ia terlalu berlarut larut dalam kesedihan dan bahkan menyentuhnya saja belum pernah.
Hari ini adalah hari dimana Aisya membuka perban yang melingkar dikepalanya dan yang menutupi sepasang kelopak mata itu, perlahan perban itu dibuka "Buka matamu" pinta dokter itu Aisya menurut dan membuka matanya ia bingung, kenapa ia bisa melihat padahal tadinya ia dinyatakan buta permanen "Dok kenapa saya bisa melihat?" tanya Aisya masih bingung ada apa ini apa semua yang ia alami hanyalah mimpi.
Dokter itu tersenyum "Ibu Raisya sudah berhasil mendapat pendonor mata jadi bu Raisya bisa melihat kembali" tak lama dari itu mertua dan keluarga Aisya masu kedalam ruangan bernuansah putih itu "Assalamualaikum"
Aisya mendongak menatap siapa yang datang "Waalaikumsalam" Aisya menatap semua orang ia mencari keberadaan gus Anam tapi nihil yang ia lihat hanya malaikat kecil yang berada digendongan Bima.
Aisya kembali membuka mulutnya "I-itu bayiku?" tanya Aisya yang diangguki semua orang, Bima berjalan mendekati Aisya lalu memberikan bayi kecil itu "Dia laki laki dan belum diberi nama" tutur Bima sendu Aisya menerima bayi itu ia tersenyum akhirnya buah cinta darinya dan gus Anam telah lahir.
"Mas Anam dimana?" tanya Aisya sambil menatap intens semua orang, semua orang tersenyum kecut melihat ini apa harus mereka memberitau soal kepergian suaminya.
Lagi dan lagi semua orang meneteskan air matanya tanpa terkecuali "k—kalian kenapa?" tanya Aisya dengan dada yang semakin terasa sesak.
Abi dan umi mendekat kearah Aisya dan menatap lekat bola mata teduh itu, ya bola mata anak mereka sekarang sudah bersatu dengan tubuh menantunya "dia sudah meninggal 2 minggu yang lalu" ujar abi sambari menahan tangisannya, semua orang tak kuasa menahan tangis termasuk Aisya bahunya seperti merosot begitu saja dadanya sesak.
Aisya menatap bayi kecil yang berada digendongannya ia menatap miris pada bayi kecilnya, buah hati yang iadan gus Anam nanti-nantikan kedatangannya malah kehilangan sosok ayah, Aisya memeluk bayi kecil itu sambil menitihkan air matanya hatinya hancur berkeping- keping tapi jika ingin menyalahkan siapa yang harus disalahkan.