Ini kisah seorang Gus muda yang berparas tampan yang bernama Muhammad Annam al Abbiyan yang bersifat cuek, dingin dan kaku yang jatuh hati dengan seorang santri baru, anak dari sahabat abinya. Namanya Raisya Putri al Fareza seorang perempuan yang m...
Zahira mengangguk. "Iya. Mbak aku pamit dulu ya" ujar Zahira tanpa menghiraukan sang abang.
"Iya sering sering main kesini ya" ujar Aisya.
Zahira mengangguk. "Iya mbak siap" ujar Zahira.
"Udah sana pulang ganggu aja" ujar gus Anam cuek.
Zahira memutar bola matanya malas. "Dih ngusir, bay bay abang jelek. Assalamualaikum" Pamit Zahira sambil mengejek sang abang lalu lari pergi seteglah salamnya dijawab.
~o0o~
Beberapa bulan kemuadian.
Tak terasa Aisya dan para sahabat sebentar lagi akan berpisah dalam hitungan hari karena empat hari lagi mereka akan diwisuda.
Saat ini Aisya dan para sahabatnya itu sedang menikmati waktu waktu terakhir mereka berkumpul. "Enggak kebayang ya, kalau kita bakalan pisah" ujar Hana sembari menghela nafas.
Zahra mengangguk lesu. "Iya. Sebentar lagi kita akan keluar dari penjara suci ini" ujar Zahra sendu.
Amira menatap keempat sahabtanya ini. "Aku pasti akan kangen kalian semua" ujar Amira.
Reyna mengangguk. "Sama aku juga" ujar Reyna.
"kita akan jauhan deh" ujar Aisya lesu.
Amira tersenyum hambar. "Ya jelas lah. Hana mau ke Kairo, Reyna mau Belanda, Zahra mau ke Tarim dan cuma tinggal aku disini" ujar Amira.
"Maksudnya?" tanya para sahabatnya kompak.
Amira mengangguk. "Iya. Aku dilamar sama ustadz Fathur" ujar Amira secara gamblang.
Sontak perkataan Amira itu membuat para sahabatnya loding sejenak. "What? Kamu udah dilamar, huaaa aku kapan?" ujar Reyna drama.
"Yes berarti Ais masih bakal punya temen terus disini" ujar Aisya bersemangat.
Reyna menatap heran Amira. "Kenapa kamu enggak cerita ke kita kita kalau kamu dikhitbah sama ustadz Fathur?" tanya Reyna.