Hay guys
Welome to novel Annam Al Abbiyan
Semoga kalian suku sama cerita ini
Setelah satu jam Aisya tidak sadarkan diri sekarang dia sudah mulai siuman orang pertama yang Aisya lihat adalah Umi dan itu membuat Aisya ingin menangis "Aisya sayang coba cerita ada apa sebenarnya hmm" ucap umi sambil memeluk Aisya yang tiba-tiba menangis
Aisya membalas pelukan dari umi lalu melampiaskan ketakutannya kepada umi "U-ustdzah Bela tadi ajak Aisya pergi katanya disuruh bantu bersih-bersih tapi saat Ais masuk tiba-tiba pintunya dikunci dari luar" ucap Aisya dengan mata bengkak karena terus menangis
Umi prihatin dengan keadaan Aisya "sudah tidak papa sayang, disini ada umi kamu akan baik-baik aja" ucap umi berusaha menenangkan Aisya
Teman-teman Aisya pun hanya terdiam dan bingung saat melihat kedekatan Aisya dengan keluarga gus Anam "Sya kamu mau disini dulu atau balik ke asrama bareng kita?" tanya Hana yang sedikit merasa tidak enak
Umi mengalihkan etensinya yang tadi menatap Aisya sekarang berganti melihat teman-teman Aisya "Kalian duluan aja, biar umi yang jaga Aisya sampai Aisya sembuh" ujar umi yang masih memeluk Aisya
Rayna dan yang lainnya mengangguk paham "Yasudah kalau begitu, kita izin pamit dulu ya umi, pak kyai, gus, ustadz Assalamualaikum"pamit Reyna dan teman temanya
"Waalaikumsalam"
Gus Anam melirik ustadz Fathur "Fathur ikut ane bentar, ada yang mau ane bicarain sama kamu" ajak gus Anam sambil beranjak dari duduknya.
Ustadz Fathur mengangguk "Yaudah ayuk, pak kyai, umi Fathur izin pamit dulu ya Assalamualaikum" gus Anam dan ustadz Fathur keluar dari kamar Aisya
"Waalaikumsalam"
Umi menatap manik mata Aisya lekat terlihat sekali Aisya masih ketakutan "kamu tidur dulu ya sayang. Sudah tidak apa-apa, tidak ada yang perlu kamu takutkan disini" bujuk umi sambil mengecup pucuk kening Aisya
"Aisya. Abi sudah telfon papa kamu,mereka lagi mau berangkat kesini" ujar abi yang disertai dengan senyumannya
Aisya mengangguk "Terimakasih abi" ucap Aisya yang dibalas anggukan oleh abi
Aisya menatap lekat umi "Makasih ya umi,umi sudah sayang ke Aisya" ucap Aisya sambil memeluk umi
Umi pun membalas pelukan dari Aisya "Iya sayang, kan umi udah bilang kalau kamu bisa menganggap umi seperti bunda kamu sendiri, sekarang kamu istirahat dulu nanti kalau papa sama bunda kamu datang nanti umi bangunin" ucap umi lembut dan penuh kasih sayang
Aisya mengangguk paham lalu menjawab "iya umi"
Disisi lain dibalkon kamar gus Anam. Gus Anam sedang duduk berdua bersama ustadz Fathur "Kenapa serumit ini?" tanya gus Anam
Ustadz Fathur menghela nafasnya pelan "Kan ane sudah bilang sebelumnya kalau memang Aisya itu jodohmu pasti dia akan jadi milikmu, tapi kalau bukan berarti Allah sudah menyiapkan takdir terbaik buat kamu" ujar Ustdz Fathur yang sudah tak habis pikir dengan semuanya apalagi soal waktu dikelas lama tadi gus Anam memeluk Aisya yang jelas dia bukan mahramnya.
Ustadz Fathur mengalihkan pandangannya lurus kedepan "tanya sama perasaanmu itu benar adanya atau cuman sekedar obsesi" ujar ustadz Fathur
KAMU SEDANG MEMBACA
Annam Al Abbiyan
RomansaIni kisah seorang Gus muda yang berparas tampan yang bernama Muhammad Annam al Abbiyan yang bersifat cuek, dingin dan kaku yang jatuh hati dengan seorang santri baru, anak dari sahabat abinya. Namanya Raisya Putri al Fareza seorang perempuan yang m...
