Ini kisah seorang Gus muda yang berparas tampan yang bernama Muhammad Annam al Abbiyan yang bersifat cuek, dingin dan kaku yang jatuh hati dengan seorang santri baru, anak dari sahabat abinya. Namanya Raisya Putri al Fareza seorang perempuan yang m...
Hay guys Welcome to novel Annam Al Abbiyan Semoga kalian suku sama cerita ini Like & komen
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
02.30
Waktu dini hari untuk melaksnakan sholat tahajut gus Anam terbangun dari tidurnya ya karena memang sudah rutinitasnya.
Melihat Aisya yang masih memeluknya erat setelah kejadian kemarin gus Anam tersenyum gemas pada Aisya yang setia memeluk dirinya. "Sayang bangun yuk tahajut dulu" ujar gus Anam dengan lembut sambil mengusap punggung sang istri.
Aisya yang dipanggil pun merasa terganggu. " Hm hmememnsmam" guman Aisya tak jelas yang membuat gus Anam sedikit terkekeh.
Gus Anam mengusap kepala Aisya. "Ngomong apa sih sayang, kok gak jelas gitu" ujarnya sambil mengecup kening Aisya.
Aisya pun kembali berguman gak jelas dan itu membuat gus Anam semakin gemas melihat Aisya. "Udah jangan ngigau gitu ayo bangun cintaku sayangku hidupku"
Aisya pun mulai terbangun dengan tanda ia menggosok matanya dengan punggung tanganya. "Kenapa Zauji?"
Gus Anam kembali mengulum senyum. "Bangun yuk tahajud dulu, ntar tidur lagi gak papa kok"
Aisya mendudukkan dirinya saat dia ingin berdiri dia merasa pusing lalu memegangi kepala nya. "Kenapa sayang kepalanya pusing hm?" tanya gus Anam khawatir.
"Huek huek" tiba tiba Aisya kembali merasa mual dan berlari kekamar mandi walaupun masih sempoyongan karena pusing.
Gus Anam langsung pergi ke kamar mandi menyusul Aisya. "Masih mual hm? Nanti periksa ke dokterya mas khawatir" ujar gus Anam sambil memijat tengkuk Aisya.
"Gak mau Ais takut kerumah sakit" ujar Aisya sambil menatap memelas ke arah gus Anam.
"Gak papa sayang biar kamu cepat sembuh ya, nurut sama mas okey sayang" ujarnya lalu menggendong Aisya kembali ketempat tidur.
Gus Anam merebahkan tubuh Aisya dikasur dengan sangat hati - hati. "Sayang istirahat dulu ya, tidur lagi aja gak papa nanti pas waktu subuh aku bangunin ya" sambil mengsup kepala Aisya dan membenahi surai rambut Aisya yang berantakan.