Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

24. Jangan menangis

3.3K 92 0
                                        

Hay guys
Welcome to novel Annam Al Abbiyan
Semoga kalian suku sama cerita ini

Hay guys Welcome to novel Annam Al AbbiyanSemoga kalian suku sama cerita ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah sholat. Aisya menyalami tangan gus Anam dan menciumnya lalu gus Anam pun mencium pucuk kening Aisya.

Gus Anam melepaskan pecinya "Cantik banget sih humairohnya Anam" ujar gus Anam membaringkan badannya dan kepalanya berada dipangkuan Aisya.

Aisya pun mengusap surai gus Anam "Zauji juga ganteng kok" ujar Aisya tersenyum.

Gus Anam beranjak duduk dan memeluk tubuh mungil Aisya "Saya sayang dan cinta sama kamu, jangan pernah tinggalin saya ya" ujar gus Anam lalu menagkup wajah Aisya.

Aisya mengangguk "Ais juga sayang dan cinta sama zauji, jangan tinggalin Ais juga ya" ujar Aisya sambil membalas pelukan erat suaminya.

"Insya Allah zaujati. Kita pasti akan selalu bersama sampai maut memisahkan, tapi saya tidak rela jika harus berjauhan dengan kamu" tutur gus Anam sambil menatap wajah Aisya lekat dan menggenggam kedua tangan istri kecilnya.

Gus Anam melepaskan genggaman tangannya "Ana uhibbuka fillah Ya Zaujati" ujar gus Anam lalu mencium pucuk kening Aisya lembut.

"Ahabbaka-lladzii ahbabtanii lahu Zauji" ujar Aisya tersenyum manis kepada gus Anam.

Dari saat awal pernikahan sampai saat ini ada satu pertanyaan yang masih mengangganjal dihati gus Anam "Kamu mulai cinta sama saya sejak kapan?" tanya gus Anam sambil menatap kedua mata Aisya.

Aisya menunduk "Semenjak zauji bilang mau mengejar Ais lewat doa" ujar Aisya tersenyum.

Gus Anam tersenyum lebar "Terimakasih Ya zaujati, kamu sudah mau hidup bersama dengan saya" ujar gus Anam kembali memegang dan mencium tangan Aisya.

"Enggak sabar pengen punya buah hati dari cinta kita" ujar gus Anam tersenyum menatap Aisya dan perut datarnya.

Mendengar itu membuat Aisya terdiam menunduk karena merasa bersalah pada gus Anam "kamu kenapa hmm? gak papa kok kalau belum siap kita kan bisa pacaran dulu" gus Anam memeluk Aisya.

Aisya pun semakin merasa bersalah karena hal itu "Maaf zauji" Aisya membalas pelukan dari gus Anam.

Gus Anam yang mendengar isakan tangis Aisya pun mencoba menenangkan nya "Kenapa nangis? Wallahi saya tidak ridho melihat kamu menangis" ujar gus Anam tersenyum simpul sambil mendekap pipi Aisya dengan kedua tangan.

Jujur saja gus Anam sampai sekarang belum bisa percaya dengan apa yang terjadi sekarang ini. Semua berjalan seperti mimpi, beberapa bulan yang lalu Aisya masuk keadalam pesantren ini lalu dirinya jatuh hati kepada Aisya jatuh-jatuhnya dan mengejarnya lewat doa disepertiga malam. Hingga sebuah cobaan datang yang ia kira semua doanya telah syahid dilangit sana yang ternyata tidak, dirinya dan Aisya memang berjodoh walaupun melewati banyak cobaan dan keraguan tapi rasa cinta yang berlandaskan karena Allah akan tetap kuat walaupun seberat apapun cobannya.

Annam Al Abbiyan Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang