Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

26. Marah?

2.8K 80 1
                                        

Hay guys
Welcome to novel Annam Al Abbiyan
Semoga kalian suku sama cerita ini

Hay guys Welcome to novel Annam Al AbbiyanSemoga kalian suku sama cerita ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

2 bulan kemudian.

Mentari sudah bersinar menandakan pagi yang cerah akan dimulai hari ini "Zauji ayo makan" ujar Aisya setelah selesai memasak bersama umi.

Aisya menghampiri gus Anam dikamar tapi tidak ada "Zauji, zauji kamu di mana?" Aisya mencari disemua sudut kamar tapi tidak ada tanda keberadaan sang suami.

Setelah mencari keberadaan gus Anam yang tidak kunjung ketemu, Aisya pun kembali turun ke bawah "Umi. Mas Anam kemana kok enggak ada?" tanya Aisya pada umi.

Umi mengalihkan etensinya kepada Aisya "Abi juga gak ada, mungkin mereka pergi berdua" ujar umi santai.

Aisya menatap serius uminya yang terlihat sangat santai sekarang "Tapi kan mas Anam sama abi belum sarapan" ujar Aisya kawatir.

Umi tersenyum tipis "Udah gak papa" ujar umi.

"Nanti kalo zauji sakit gimana?" guman Aisya masih bisa didengar oleh umi.

Umi tersenyum "Ciee kawatir ya sayang? udah gak papa kok" ujar umi sambil menggoda Aisya. Tak lama setelah itu terdengar ketukan pintu.

Tok

Tok

Tok

Mendengar suara ketukan pintu membuat Aisya melirik sang umi "Siapa ya umi? masak ada tamu pagi pagi" tanya Aisya

Umi mengangkat bahunya pertanda tidak tau "Coba kamu bukakan pintu siapa tau abi sama Anam pulang" ujar umi yang diangguki oleh Aisya lalu berjalan kearah pintu depan.

"Assalamualaikum" ujar gus Anam dan abi dari luar

"Waalaikumsalam" jawab Aisya sembari membukakan pintu.

"Zauji abi silahkan masuk, ayo sarapan" ajak Aisya sambari menatap lekat gus Anam.

Abi mengangguk karena merasa ada sesuatu diantara anak dan menantunya "Iya" ujar abi yang langsung masuk tanpa menghiraukan keduanya.

Gus Anam membalas tatapan Aisya "Kenapa khawatir ya? hmm santai aja hati saya cuman buat kamu seorang kok zaujati" goda gus Anam.

Aisya menggeleng "Enggak kok biasa aja" ujar Aisya memalingkan wajahnya.

Gus Anam meraih tangan kanan Aisya "Maaf ya tadi mas gak pamit dulu sama kamu"

Annam Al Abbiyan Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang