Ini kisah seorang Gus muda yang berparas tampan yang bernama Muhammad Annam al Abbiyan yang bersifat cuek, dingin dan kaku yang jatuh hati dengan seorang santri baru, anak dari sahabat abinya. Namanya Raisya Putri al Fareza seorang perempuan yang m...
Hay guys Welcome to novel Annam Al Abbiyan Semoga kalian suku sama cerita ini
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
2 bulan kemudian.
Mentari sudah bersinar menandakan pagi yang cerah akan dimulai hari ini "Zauji ayo makan" ujar Aisya setelah selesai memasak bersama umi.
Aisya menghampiri gus Anam dikamar tapi tidak ada "Zauji, zauji kamu di mana?" Aisya mencari disemua sudut kamar tapi tidak ada tanda keberadaan sang suami.
Setelah mencari keberadaan gus Anam yang tidak kunjung ketemu, Aisya pun kembali turun ke bawah "Umi. Mas Anam kemana kok enggak ada?" tanya Aisya pada umi.
Umi mengalihkan etensinya kepada Aisya "Abi juga gak ada, mungkin mereka pergi berdua" ujar umi santai.
Aisya menatap serius uminya yang terlihat sangat santai sekarang "Tapi kan mas Anam sama abi belum sarapan" ujar Aisya kawatir.
Umi tersenyum tipis "Udah gak papa" ujar umi.
"Nanti kalo zauji sakit gimana?" guman Aisya masih bisa didengar oleh umi.
Umi tersenyum "Ciee kawatir ya sayang? udah gak papa kok" ujar umi sambil menggoda Aisya. Tak lama setelah itu terdengar ketukan pintu.
Tok
Tok
Tok
Mendengar suara ketukan pintu membuat Aisya melirik sang umi "Siapa ya umi? masak ada tamu pagi pagi" tanya Aisya
Umi mengangkat bahunya pertanda tidak tau "Coba kamu bukakan pintu siapa tau abi sama Anam pulang" ujar umi yang diangguki oleh Aisya lalu berjalan kearah pintu depan.