"Ada tawa yang hilang, ada senyuman yang punah. Ada harapan yang kian lama kian pudar, menua, dan pada akhirnya mati"
Tentang harap yang akan segera usai, melebur bersama waktu yang diam-diam menyembunyikan takdir.
Tentang Taehyung dan harapan nya..
Jungkook mensejajarkan tubuhnya, menggengam tangan melemas Namjoon yang terkulai tak bertenaga.
Lirikan mata itu beradu tatap dengan sulungnya, pancaran harap penuh luka saling memahami bertemu disana.
"Adek sudah lelah"
Kalimat itu meruntuhkan bahu tegap miliknya, perkataan yang sebenarnya tidak ingin sama sekali dirinya mengerti.
"Dia tidak akan kesakitan lagi, jadi.. biarkan adek istirahat"
Jungkook, laki-laki itu berusaha untuk tetap tegar disaat keadaan mengharuskannya kokoh diterjang badai.
Melihat bagaimana terpuruknya sang ayah membuatnya harus tetap kuat, tidak ada yang bisa dia andalkan lagi selain dirinya sendiri.
"Sudah waktunya dia bahagia"
Tak sekalipun Namjoon menyahut, otaknya seakan kosong tanpa bisa mencerna apapun. Jiwanya ikut melayang bersama raga yang kini bahkan sudah pergi dengan tenang disisi Tuhan.
Namjoon masih menikmati pemandangan mengerikan dihadapannya, beberapa orang disana masih berkerumun melingkari buah hatinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ayah, tolong hentikan mereka"
Jungkook tidak sanggup, sakit rasanya hanya untuk sekedar berkata bahwa semua telah berakhir untuk sang adik.
"Bagaimana bisa, Kak? Hidup ayah separuhnya berada disana, apa ayah harus ikut bersamanya juga?"