9

723 74 10
                                        

"Yah.."


Jungkook mensejajarkan tubuhnya, menggengam tangan melemas Namjoon yang terkulai tak bertenaga.

Lirikan mata itu beradu tatap dengan sulungnya, pancaran harap penuh luka saling memahami bertemu disana.

"Adek sudah lelah"

Kalimat itu meruntuhkan bahu tegap miliknya, perkataan yang sebenarnya tidak ingin sama sekali dirinya mengerti.

"Dia tidak akan kesakitan lagi, jadi.. biarkan adek istirahat"

Jungkook, laki-laki itu berusaha untuk tetap tegar disaat keadaan mengharuskannya kokoh diterjang badai.

Melihat bagaimana terpuruknya sang ayah membuatnya harus tetap kuat, tidak ada yang bisa dia andalkan lagi selain dirinya sendiri.


"Sudah waktunya dia bahagia"

Tak sekalipun Namjoon menyahut, otaknya seakan kosong tanpa bisa mencerna apapun. Jiwanya ikut melayang bersama raga yang kini bahkan sudah pergi dengan tenang disisi Tuhan.

Namjoon masih menikmati pemandangan mengerikan dihadapannya, beberapa orang disana masih berkerumun melingkari buah hatinya.


"Ayah, tolong hentikan mereka"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ayah, tolong hentikan mereka"

Jungkook tidak sanggup, sakit rasanya hanya untuk sekedar berkata bahwa semua telah berakhir untuk sang adik.

"Bagaimana bisa, Kak? Hidup ayah separuhnya berada disana, apa ayah harus ikut bersamanya juga?"



°°°

"Akh!"

Seojong meringis ketika denyutan didadanya tiba-tiba seakan menusuk tajam, nafasnya tercekat.

"Kenapa sakit sekali?" Tepukan pelan seojong lakukan setelah dirasanya mereda dan hilang, namun masih tersisa sesak tak berbeda disana.

"Kenapa?"

"Ah? Tidak. Tidak apa, sepertinya aku butuh waktu untuk istirahat sebentar"

"Yasudah, kau ada satu kali lagi penampilan. Setelah itu bisa pulang"

"Hm"


°°°

Mungkin Taehyung sudah berhasil melewati ujian hidupnya, maka dari itu Tuhan dengan cepat memangilnya untuk bertemu.

Tapi, kalau bisa Taehyung meminta.


"Tuhan, tidak bisakah kau memberiku sedikit waktu lagi? Hanya sampai melepas rindu sebentar bersama bunda?"

Sepertinya tidak ada, permohonan Taehyung bukan sesuatu yang harus diwujudkan dalam nyata.

Perlahan namun pasti, dapat dirinya rasakan bagaimana ruh itu perlahan berpamitan.

Jantungnya berdebar keras, Taehyung ketakutan.

"Ayah, kenapa sesak sekali?"

Hanya kata dalam hati yang bisa Taehyung teriakan, bibirnya tetap terdiam tanpa gerakan

"Dingin, Yah.. Tae tidak kuat lagi"

Sensasi dingin terus merambat dari ujung kakinya hingga ke atas, nafasnya semakin terasa tersengal tanpa bisa dihirupnya.

"Ayah.. kakak.. Tae tidak kuat"

Masih bisa dirasakan bagaimana tekanan keras didadanya berulangkali terus terulang tanpa henti, saling berganti dan semakin membuatnya kepayahan.

"Tolong, tolong hentikan.. Tae, Tae tidak kuat, Yah.. Kak.."

Semakin lama semakin membuatnya pasrah tanpa daya, jantungnya berdetak lemah. Nafas miliknya berhembus halus tanpa bisa teraba.


"Ayah.. kakak.."


Tes


Air mata itu mengalir lambat, ada sahutan mengerikan setelahnya.


Tittt

Tiittt

Tiitttt




Namun setidaknya masih ada sedikit waktu yang tersisa disana.



"Ayah, tolong hentikan mereka"


°°°

"Kau sudah membelinya?"

"Sudah, aku membelinya tiga cup sekaligus"

"Hm, sepertinya anakmu benar-benar menyukainya?"

"Iya, sudah lama aku tidak memberinya sesuatu juga kan?"

"Baguslah kalau kau sadar, itu lebih baik"

"Jangan mengejek ku, kau tidak tahu saja. Bagaimanapun aku seorang ibu"

"Yaa, seperti ibu tiri sepertinya"

"Hahaha.. kau bisa saja"




°

°


°



Mau ngingetin, ehehe

Disini alurnya tuh maju mundur cantik, jadi mudah2 an aja pada ngertikan yaa gimana ceritanya 👌

Tinggal sedikit lagi, jadi tolong bersabar dan tetap stay teruss 🤗

Terima kasih, see you 😘

07/10/22




HOPE  *lengkap*Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang