12 Special Part

323 35 15
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Jungkook tersenyum, pancaran matanya menghangat.

Bagai mimpi, dunia merubah segalanya dengan cepat, merebut harap yang dia perjuangkan begitu mudah.

"Kakak pikir ikhlas itu bisa merelakan adek dengan tenang, tapi ternyata rasanya semakin kesini kata itu semakin membuat kakak tidak bisa berbuat apa-apa"

Ditatapnya kembali setiap slide foto dilayar handphonenya, masih ada jejak ingatan yang melekat jelas disana. Disetiap detik dan waktu yang mereka lewati.

"Maaf, kakak belum bisa melepas kepergian adek. Rasanya berat buat kakak, kakak harap rasa ini tidak memberatkan disana"



°°°





Namjoon suka, gambar favoritnya adalah wajah lucu putra bungsunya semasa bayi hingga remaja menghiasi meja kerjanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Namjoon suka, gambar favoritnya adalah wajah lucu putra bungsunya semasa bayi hingga remaja menghiasi meja kerjanya.

Masih terekam jelas bagaimana tingkah manisnya sang putra, ketika bermanja dan merajuk tanpa alasan. Semua tidak akan pernah terlupakan, begitu indah dan tidak bisa tergantikan.

"Ayah sudah rindu lagi, padahalkan tadi ayah baru ketemu. Adek jangan bosen, ya, kalo ayah datang terus?"

Hampir setiap hari, Namjoon selalu meluangkan waktunya untuk mengunjungi peristirahatan terakhir putra bungsunya. Hanya sekedar bercerita dan melepas rindu.

"Udah lama adek gak datang temuin ayah di mimpi, sering-sering yaa.. ayah kangen banget sama adek. Pengen peluk adek, pengen cium adek"

Namjoon mendekap erat bingkai foto itu, terpejam erat menikmati waktu yang seakan nyata sosok itu hadir dalam dekapnya.

"Ayah rindu adek"

°°°


Memang tidak ada gunanya berandai, namun kalimat itu seakan menjadi keseharian di otaknya. Seojong, wanita yang bahkan dirinya sendiri begitu merasa bodoh dan tidak berguna sekarang.

Dunianya hancur bersama kepergian sang putra, semua tidak lagi sama. Wanita itu meninggalkan segala sesuatu yang dia perjuangkan sejak awal, memilih untuk mengakhiri karirnya dengan cara berdiam diri seperti tak bernyawa.

"Bunda, adek mau strowbery boleh?"

"Beli sendiri saja, kamu sudah besar. Minta ayah mu saja sana"

"Ayah selalu membawa strowbery tanpa adek minta dan rasanya sama saja, tapi kalo bunda kan jarang.. siapa tau rasanya berbeda? Hehe.."

"Ck, ada-ada saja. Ya, dimana-mana rasanya sama saja, Tae. Sudah jangan macam-macam"

"Please, bunda. Yayaya..?"

"Jangan seperti anak kecil, belajarlah mandiri"

"Sekaliiii... saja, bunda? Yaa?"

"Iya, kalo sempat"

"Terima kasih, bunda. Eh, tapi boleh minta satu lagi gak? Adek janji gak minta apa-apa lagi?"

"Apa lagi?"

"Boneka singa adek yang bunda beli waktu aku kecil sedikit koyak, bunda bisa menggantinya dengan yang baru? Yang bisa aku peluk kalo bunda lagi gak ada"

"Kamu sudah besar, jangan seperti anak kecil, Tae. Belajarlah dewasa, dan.. kamu itu laki-laki. Tidak ada boneka"


Tes


Air mata lagi-lagi keluar, tangisnya tidak pernah mengering ketika mengingat setiap kalimat yang kini terasa menyesakan baginya sendiri.

Nyatanya tidak ada satupun permintaan Taehyung yang seojong penuhi, wanita itu dengan tega melupakan segala harap yang Taehyung semogakan.

Perhatian dan kasih sayang tulus bundanya.

Diliriknya disamping foto buah hatinya semasa kecil terdapat dua boneka singa manis terduduk menghadapnya, salah satunya terlihat cukup usang dan satu lagi masih terlihat baru bahkan belum sempat tersentuh oleh si pemiliknya. Taehyung.

"Bunda belikan adek boneka baru, belikan adek strowbery juga. Tapi adek malah pergi, harusnya adek lihat apa yang bunda bawa waktu itu. Khusus untuk bungsunya bunda"

Seojong kembali teringat kala langkahnya terhenti diambang pintu, dua kantong yang digenggamnya terjatuh begitu saja.









°

°


°

Ini adalah part spesial yang belum atau kelupaan aku publish dari tahun 2022 🤣 keinget karena ada notif yang baca dan vote.. jadi tanpa ada perubahan sedikit pun dalam part ini 🤭

Terimakasih, see you 🥰

2022

01122025




















HOPE  *lengkap*Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang