When Love us Learned 《2》

4 2 0
                                        

HOREE!

HOREE!

HOREE!

Ritsuka kebingungan saat dia memasuki kelas. Anak-anak dikelas sedang berteriak gembira.

"Ada apa?" tanya Ritsuka

"Asyik, Ritsuka! Tidak ada tambahan sepulang sekolah!" jawab Jun melompat kegirangan kearah Ritsuka

"Gantinya di jam istirahat siang" sambung Sachiko

"Aku jadi bisa ikut kegiatan klub!" lanjut Jun sambil melakukan gerakan banzai

"Kenapa?" tanya Ritsuka bingung

"Tidak tahu, tuh. Sepertinya tiba-tiba diputuskan begitu oleh seseorang"

'Eh? Seseorang? Jangan-jangan..." batin Ritsuka yang langsung memikirkan Kuze

Ritsuka segera berlari ke ruang guru untuk memastikan kebenaran apa yang di pikirkannya.

'Akan ku pastikan! Pergantian jam pelajaran tambahan ini sangat aneh' batin Ritsuka sambil berlari ke ruang guru

~ Ruang Guru ~

Ritsuka segera membuka pintunya saat dia sudah didepan ruang guru. Dia terkejut melihat Kuze disana sedang berbicara tentang pergantian pelajaran tambahan dengan Sensei, menguatkan pemikiran dari Ritsuka.

"Jadi, pelajaran tambahannya bisa digantikan saat istirahat?" tanya Kuze ke Sensei

"Ya" jawab Sensei menunduk minta maaf

'Sudah kuduga Kuze yabg menggantinya. Dia pikir aku tidak mungkin lulus ujian susulan' batin Ritsuka kecewa

"Ritsuka" panggil Kuze yang sadar Ritsuka ada disana

"Ini jawabanya yang benar dari soal-soal kemarin. Kenapa hitunganmu 3+2=6? Kalau begini, gimana bisa lulus ujian?" ujar Kuze sambil meletakan buku tugas Ritsuka ke keningnya Ritsuka

"Kuze pikir aku tidak bisa lulus ujian itu, kan" ujar Ritsuka lalu merebut paksa buki yang dipegang Kuze

"Eh?" Kuze kebingungan

"CUKUP!! TIDAK USAH AJARI AKU LAGI!!" teriak Ritsuka lalu berlari meninggalkan Kuze

"Ritsuka?!" panggil Kuze yang masih kebingungan

'Jahat! Ku pikir Kuze mau membantuku! Aku benci Kuze!' batin Ritsuka saat berlari meninggalkan Kuze

Jam istirahat sudah selesai begitu juga jam pelajaran tambahan juga sudah selesai dilakukan. Begitu juga dengan ujian susulan yang sudah Ritsuka jalani.

"Hebat!! Ritsuka tidak dapat angka merah sama sekali" tutut Jun

"Tapi pas-pasan semua, sih" sambung Sachiko

"Ritsuka-chan tidak senang, ya?" tanya Rin yang melihat Ritsuka tidak menunjukan ekspresi apapun

"Senah, Kok!. Aku Senang!" tanggap Ritsuka ke Rin

'Dengan begini, aku bisa bertemu belahan jiwaku' batin Ritsuka yang memandangi lembar jawaban ujiannya dengan angka 61

'Alu senang... Senang' batinnya tapi dengan ekspresi sedih

~ Ruang  Kepala Sekolah ~

Ritsuka duduk murung dengan menemukan lututnya didepan pintu ruang Kepala Sekolah. Kuze yang membuka pintu ruangannya dibuat terkejut saat dilihatnya ada seorang duduk didepan pintu ruangannya.

"Murid?!" pikir Kuze

"Ritsuka?!" teriaknya saat tahu kalau yang duduk itu Ritsuka

"Sedang apa disini?! Sebentar lagi waktunya bertemu belahan jiwamu, kan?!" ujar Kuze panik

"Cepat ke sana! Kalau tidak..."

"Daripada soal itu! Ada yang ingin aku bicarakan!!" ujar Ritsuka tegas

"Eh...?" tanggap Kuze bingung dengan dada yang berdebar

" . . . "

"Aku Lulus Ujian Susulan! lihat, Nih" teriak Ritsuka sambil menunjukan hasil ujiannya dengan nilai 61 itu ke Kuze

"Aku bisa, kok! Jadi Kuze tidak perlu ganti jam pelajaran tambahannya" lanjut Ritsuka berteriak

"Tunggu dulu. Buat apa aku mengganti jam pelajaran tambahan?!" bantah Kuze

"Karena Kuze pikir aku tidak akan lulus ujian susulan, kan?!"

"KATA SIAPA!!" teriak Kuze

"Itu karena ada guru yang tidak bida mengajar!" lanjut Kuze

'Istriku sakit. Aku harus pulang cepat' kata Sensei itu

"Eh?"

"Lagi pula... Aku Yakin Kamu Pasti Lulus!" jawab Kuze

Ritsuka langsung tersipu mendengar perkataan Kuze dan wajah Kuze yang lembut.

"Kalau menyangkut soal miyos, kamu keras kepala, sih" lanjut Kuze

"Ah... Gitu, ya" balas Ritsuka canggung

"Hiks... HUWEEE" Ritsuka langsung menangis

"Jangan nangis!"

"Ha... Habisnya..."

"Ck... Kamu Benar-Benar Lugu. Ya" ujar Kuze

Kuze menyeka air mata Ritsuka dan hal itu membuat Ritsuka terdiam dan tersipu. Melihat Ritsuka yang sudah tenang, Kuze langsung mencium Ritsuka dan hal itu disambut Ritsuka.

"Lho?" ujar Sachiko yang ada dikelas

"Kenapa?" tanya Jun

"Sepertinya Ritsuka meminjam jam tanganku lagi" jawab Sachiki setelah tidak menemukan jam tangannya di tas

"Bukannya jam itu lagi mati di jam 3?"

"Pasti dia tidak sadar" jawab Sachiko

Jam sudah menunjukan waktu 4 lewat 3. Ritsuka dan Kuze sudah berada dilorong dimana Ritsuka melihat pelangi seminggu yang lalu.

"Belahan jiwami tidak datang, ya"

"Pasti datang sebentar lagi! Jam 4-nya masih satu jam lagi!" jawab Ritsuka semangat

"Tadi kamu juga bilang 1 jam lagi, kan" ujar Kuze

"Omong-omong kenapa Kuze juga ke sini?"

"Karena Aku Mau Tahu Siapa Yang Akan Jadi Sainganku" jawab Kuze

" . . . "

"Saingan apa?" tanya Ritsuka bingung

" . . . . . . "

"Kalau Tidak Ngerti, Buat PR!" jawab Kuze

"Eeh....." balas Ritsuka kesal dan sebal



♢♢♢ ♢♢♢ ♢♢♢
Seperti cewek ini masih harus banyak belajar.
♢♢♢ ♢♢♢ ♢♢♢


《When Love is Learned | Selesai》

When Love is HidingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang