Hwanwoong tersenyum. Dia begitu senang Youngjo akhirnya datang.
Acara berlangsung dengan sukses. Semua yang datang menyukai menu makanan di sana.
"Ini semua berkat bantuan kalian, mulai hari ini mohon kerja samanya. Ayo kita sukseskan cafe baru kita." Ucap Hwanwoong pada teman-temannya.
"Tentu. Ayo bekerja keras untuk kesuksesan." Ucap Jeno.
"Ayo bersulang untuk Wish cafe." Ucap Youngjo.
Semua bersulang, meskipun merasa lelah mereka semua senang acara berlangsung dengan baik.
Sesampainya di rumah, Hwanwoong segera mandi. Sementara Youngjo, dia membuka laptop dan beberapa berkasnya yang tak sempat dia kerjakan karena harus menghadiri pembukaan cafe baru milik Hwanwoong.
Hwanwoong sudah mengganti pakaiannya saat melihat Youngjo yang tertidur di sofa. Dia tahu Youngjo pasti lelah. Dengan hati-hati Hwanwoong merapikan berkas milik Youngjo ke atas meja. Dan dengan perlahan membangunkan Youngjo.
"Youngjo, ayo bangun. Aku sudah siapkan air hangat untukmuYoYoYe
Youngjo terbangun dan merentangkan otot-ototnya yang terasa pegal. Dan setelahnya dia berendam dengan air hangat di kamar mandi. Dia mengambil pakaian yang sudah di siapkan Hwanwoong diatas tempat tidur.
Sementara Hwanwoong sudah tidur karena kelelahan. Youngjo tersenyum dan seperti biasa dia akan memandangi wajah terlelap Hwanwoong. Entah kenapa wajah damai Hwanwoong begitu menenangkan hatinya, dan membuatnya nyaman.
"Apa yang harus aku lakukan Hwanwoong? Kenapa semakin hari aku semakin merasa nyaman di dekatmu. Dan jantungku terus berdetak tak karuan setiap ada kau di sampingku. Dan sekarang hanya tersisa waktu 3 bulan sampai waktu 6 bulan berakhir. Sampai hari itu tiba, tolong izinkan aku untuk egois sekarang. Aku ingin menikmati waktu-waktu kita ke depannya. Semoga saja saat waktunya nanti, aku bisa yakin dengan keputusanku. Antara tetap bersamamu atau kembali pada Seunghee."
Youngjo sebenarnya merasa bersalah pada gadis yang merupakan kekasihnya itu. Selama bersama Hwanwoong, dia sudah melupakannya.
Banyak sekali perbedaan antara Seunghee dan Hwanwoong. Seperti, Seunghee itu selalu meminta ini itu padanya. Sementara Hwanwoong, dia mandiri dan tak pernah meminta apapun darinya.
Seunghee malas bekerja, dia selalu berkata, untuk apa punya orang tua kaya dan kekasih yang kaya kalau dia tetap harus bekerja. Berbeda denga Hwanwoong, walaupun sudah menikah dan mendapat uang dari Youngjo, Hwanwoong tetap ingin bekerja dan membuka cafe.
Seunghee selalu menggodanya setiap ada kesempatan. Sementara Hwanwoong itu sangat polos dan sopan. Dan berusaha menjadi istri yang baik.
Perbedaan keduanya bagaikan langit dan bumi, membuat Youngjo pusing di buatnya. Jika dia bisa kejam, dia ingin meninggalkan Seunghee dan tetap bersama Hwanwoong. Tapi Youngjo tak sejahat itu, dia masih tetap memikirkan perasaan kekasihnya itu.
~~
Cafe Hwanwoong sudah buka selama satu minggu, dan cafe miliknya mulai ramai karena menu yang banyak dan tentu saja rasanya yang lezat. Dia di bantu Jaemin, yang bertugas membuat dessert dan makanan ringan. Ada Dongju yang menjaga kasir sekaligus membuat minuman. Sementara Seoho dan Jeno bertugas melayani para tamu.Hari ini cafe sangat ramai, membuat mereka terlihat lelah tapi senang. Sebagai ucapan terima kasih Hwanwoong membuat makan siang untuk mereka, dan tentu saja mereka sangat senang karena masakan Hwanwoong yang sangat lezat.
Malamnya, Hwanwoong sudah menutup cafe dan bersiap pulang. Tadinya dia akan menghentikan taxi, tapi di urungkan saat melihat mobil Youngjo yang baru sampai d cafenya.
Youngjo sengaja menjemputnya pulang, agar Hwanwoong tidak perlu naik kendaraan umum.
"Youngjo, aku bisa pulang sendiri. Kau kan pasti lelah setelah seharian bekerja di kantor."
"Kau juga kan pasti lelah. Aku pulang cepat jadi bisa menjemputmu. Ayo naik, ini sudah mau hujan."
"Terima kasih Youngjo."
"Sudah kewajibanku."
"Bagaimana dengan cafemu? Semua lancar?"
"Iya. Pengunjungnya cukup ramai sampai kami cukup kerepotan. Tapi kami senang, banyak yang puas dengan makanan dan pelayanan kami. Dan juga katanya semua pekerjanya tampan dan manis."
"Tentu saja. Lagipula masakanmu kan sangat lezat, jadi pasti banyak yang menyukainya."
"Aku melakukan yang terbaik. Kau sudah makan?"
"Sebenarnya belum."
"Dasar. Untung saja aku membawa makanan. Nanti aku akan hangatkan."
Sesampainya di rumah, Hwanwoong meminta Youngjo untuk mandi sementara dia akan menghangatkan makan malam untuk Youngjo.
Selesai mandi, Youngjo melihat Hwanwoong menyiapkan makan malam di meja. Ingin rasanya dia memeluk tubuh mungil itu dan mengucapkan terima kasih istriku pada Hwanwoong. Tapi dia tak berani melakukannya, dia takut Hwanwoong tak akan nyaman, dan dia juga sadar pernikahannya bukan seperti pasangan biasa yang menikah karena cinta. Tapi pernikahan mereka karena perjodohan orang tua. Youngjo tak mau sampai Hwanwoong merasa tak nyaman di dekatnya. Dia hanya bisa menahan diri dan menatap Hwanwoong dari kejauhan.Tbc

KAMU SEDANG MEMBACA
Love by married RavnWoong Ver.
RomanceRavn dan Hwanwoong tak saling mengenal , dan terjebak dalam perjodohan. Apa yang akan terjadi setelah mereka menikah.