⚠️ MATURE CONTENT
"Pulanglah padaku, Noona. Tidak masalah jika harus jadi yang kedua; karena sejak aku memutuskan untuk mencintaimu, itu artinya aku harus menjadikan mu milikku" Ucap pria yang memiliki usia dua tahun lebih muda itu malah membuat...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
- Yun Aera POV -
Tegukan demi tegukan martini kembali membasahi kerongkonganku, rasanya sudah menghabiskan sebanyak dua botol sendirian tidak berarti apa-apa untuk memperbaiki sedikit suasana hatiku malam ini. Semuanya berantakan, pekerjaanku berantakan. Hari ini aku meninggalkan pekerjaan yang sudah setengah jalan, kondisiku benar-benar tidak dalam situasi yang memungkinkan untuk kembali berpose dihadapan kamera. Jeon bilang, ia sudah mengkondisikan semuanya, tak apa; sesi kedua bisa kita lakukan beberapa hari kedepan saat kondisiku sudah memungkinkan untuk kembali bekerja
"Sudah, kau ini minum banyak sekali"
Jeon muncul dari dalam kamar dengan hanya menggunakan bathrobe . Wangi mint menguar jelas menusuk indra penciumanku saat ku dapati pria itu berjalan mendekat sembari sesekali menggosok rambutnya yang masih basah dengan tangan kosong
Aku menoleh kearahnya dengan tersenyum tipis, suasana malam dari balkon kamar Jeon ternyata tidak buruk juga. Siang tadi, Jeon membawaku pulang bersamanya. Melihatku yang hanya terdiam dan tidak mengatakan apapun setelah melihat kejadian itu membuat Jeon merasa frustasi, bukannya membawaku kembali ke lokasi pemotretan lagi, pria itu malah membawaku pulang bersamanya
Semilir angin malam menabrak sisi depan tubuhku yang hanya dibaluti kemeja lengan panjang berwarna putih milik Jeon yang pria itu pinjamkan setelah aku berkata ingin meminjam kamar mandinya untuk membersihkan diri
"Apa ini yang membuatmu menangis tempo hari, Aera?" Tanya Jeon saat pria itu sudah mengambil posisi duduk disofa panjang yang memang pria itu letakkan di balkon kamarnya
Mimik wajah Jeon terlihat serius, menatap langit malam yang mendung
"Kita tidak terlalu dekat untuk sekedar membagi kisah pribadi, Jeon"
"Kau berbicara seolah kita ini asing, Aera" balas Jeon kembali menatapku dari samping
"Kita memang baru saling mengenal, kalau kau lupa" jawabku sembari meneguk kembali sisa martini yang masih ada didalam gelas yang ku genggam
"Oh, ya? Bahkan rasanya; aku lebih mengenalmu daripada suamimu sendiri"
Jeon tersenyum dengan hanya menarik satu sudut bibirnya, aku benci melihat senyumnya yang seperti itu
"Memberikan seluruhmu untuk dibalas dengan sebuah penghianatan, bukankah itu tindakan yang kejam?"
Jeon berbicara dengan menatapku penuh arti, tangannya terulur untuk menggenggam tangan kanan ku. Menariknya lembut dan kemudian memberikan kecupan-kecupan menenangkan disana
Aku masih diam tak bergeming, Taehyung memang bajingan. Bersikap seolah dia ini pria baik dengan tidak menyentuhku selama ini, berdalih tidak ingin memaksa keinginannya untuk menyentuhku . Aku lupa jika Taehyung tetaplah pria normal, tidak mungkin ia bisa menahan hasratnya untuk tidak menyentuh wanita dengan waktu yang lama. Tapi mengapa harus dengan wanita lain? Kau sangat menyedihkan Aera. Sangat. Seharusnya kau tidak mengharapkan cinta sejak kejadian Kim Mingyu yang meninggalkanmu setelah berhasil memanfaatkan tubuhmu untuk dijadikan objek tidak senonoh kala itu