Bab 12 : She's Mine

93 8 8
                                        

Gemerlap lampu disco juga diiringi suara hentak musik yang berisik saling bersautan, menghantarkan tubuh-tubuh yang meliuk didalamnya pada irama kesenangan yang diciptakan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Gemerlap lampu disco juga diiringi suara hentak musik yang berisik saling bersautan, menghantarkan tubuh-tubuh yang meliuk didalamnya pada irama kesenangan yang diciptakan. Yun Aera menatapi gelas kaca berisikan wine yang ada dalam genggamannya, sesekali menggoyang-goyangkan gelas itu tanpa arti. Terhitung sudah tiga jam gadis itu terduduk didepan meja bar sendirian, pikirannya begitu berkecamuk

"Kim Mingyu, Kim Taehyung, lalu .... Jeon Jungkook, kenapa begitu banyak pria berengsek yang datang sekaligus didalam hidupku" racau Aera, tidak, gadis itu belum sepenuhnya mabuk

"Aku sudah melakukan kesalahan besar saat membiarkan pria keparat seperti Mingyu menghancurkanku, jika mereka datang juga untuk itu, maka ... aku yang harus menghancurkan mereka terlebih dahulu" lanjut Aera

Yun Aera meninggalkan penthouse setelah mendengarkan percakapan sekelompok orang yang berada didalamnya, gadis itu pergi tanpa membawa apapun selain ponsel bahkan ia masih mengenakan baju kaos rumahan dan bawahan celana pendek saja, oh jangan lupakan sandal boneka yang biasa hanya ia kenakan saat didalam rumah saja, gadis itu mengenakannya sampai club malam hari ini

Aera menyingkap surainya kebelakang, "Soora ... bisa-bisanya kau membiarkan aku sendirian! Aku membencimu" sungut Aera tidak sungguh-sungguh

Yun Aera sudah seperti kehilangan separuh akalnya ketika bertahun-tahun mencari keberadaan kakak sulungnya, satu-satunya keluarga yang tersisa selain paman yang sudah ia anggap sebagai ayahnya. Tidak ada hasil apapun, bahkan gadis itu sudah berpasrah dan berfikir bahwa kakak sulungnya itu sudah tiada

Yun Aera kembali meneguk winenya, kali ini bukan dari gelas yang sedari tadi dipegangnya; gadis itu meneguk minuman alkohol itu langsung dari botolnya seperti meneguk segelas air putih. Benar-benar sudah seperti hilang akal

"Kau bisa mati jika botol wine ini ikut tertelan dan masuk ke tenggorokan mu, bodoh!"

Sebuah tangan menarik botol wine yang sedang Aera nikmati dan meletakkannya jauh-jauh dari jangkauan gadis itu, netra elang itu menatap tajam tepat dimanik mata cokelat karamel milik Aera

"Bagaimana kau bisa tahu aku disini?" Sinis Aera, gadis itu benar-benar sedang tidak ingin bertemu dengan pria dihadapannya ini

"Dunia ini sudah canggih, Noona" balas Jungkook sembari melirik ponsel yang ada dihadapan gadis itu

Aera mendelik ketika menyadari apa yang dimaksud Jungkook , "kau menyadap ponselku?"

Jungkook hanya terkekeh gemas melihat reaksi berlebihan lawan biacaranya ini, tatapan mata pria itu sudah melembut

"Pergilah, aku sedang tidak ingin melihatmu" usir Aera

Bukan Jeon Jungkook namanya jika pria itu mudah mengikuti perkataan Aera , Jungkook malah mengambil posisi duduk pada salah satu kursi disamping gadis itu dan menunpukan dagunya pada telapak tangan

Maheswara [M]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang