Bab 16 : I Miss U So Badly

153 10 10
                                        

Suara dentingan sendok dengan piring sesekali terdengar mengisi indra pendengaran dipagi hari

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suara dentingan sendok dengan piring sesekali terdengar mengisi indra pendengaran dipagi hari. Aera meneguk segelas air putih setelah berhasil menelan satu suapan terakhir nasi goreng kimchi yang akhir-akhir ini menjadi makanan favorit gadis itu, ya; Yoongi selalu menjadikan nasi goreng kimchi menu wajib yang selalu pria itu buat ketika pagi hari. Pria itu cukup mahir membuatnya, Aera mengakui itu dalam diam

Mata gadis itu tak pernah lepas dari satu bangku yang dibiarkan kosong tepat dihadapannya, Jungkook tidak ikut sarapan bersama hari ini. Entah dimana dan sedang apa pria itu, apa tangannya sudah diobati?

Aera memejamkan matanya kuat-kuat sembari menggeleng samar. Lupakan Jungkook, Aera!

"Bagaimana dengan pengiriman kokain kita di Roma yang tempo hari terhambat, hyung?" Tanya Hoseok mengawali perbincangan pagi hari ini

Seokjin meliriknya sekilas, pria itu kembali memasukkan satu suap nasi goreng kimchi ke mulutnya dan mengunyahnya sebelum menjawab

"Sudah selesai. Choi Woobin benar pelakunya, laki-laki tua itu ingin balas dendam. Istrinya mati bunuh diri karena kondisi keuangan mereka memburuk sejak pemecatan secara tidak hormat Choi Woobin dari Kepolisian" jelas Seokjin

"Lalu?"

"Kaki tangan Tuan Kang berhasil menyekapnya sebelum Choi sialan itu bergerak lebih jauh, dan hari ini Jungkook yang akan membereskannya sendiri"

Aera mengrenyit heran, Seokjin membiarkan Jungkook melakukannya sendirian? Jadi itulah alasan mengapa Aera tidak menemukan presensi Jungkook pagi ini

"Kau membiarkan Jungkook melakukannya sendirian?" Tanya Aera

Semua atensi langsung tertuju pada gadis itu. Taehyung yang semula hanya sibuk menikmati roti strawbery nya bahkan berhenti mengunyah pada kunyahan ketiga, pria itu mengalihkan fokusnya pada Aera yang terduduk tepat disampingnya

Seokjin tersenyum simpul, "benar. Jungkook saja sudah lebih dari cukup, adik kecil itu bahkan jauh lebih kuat daripada kami" balas Seokjin yang dihadiahi oleh anggukan setuju oleh Namjoon dan juga Jimin

"Setidaknya temani dia, salah satu saja dari kalian mengalah untuk tidak egois dan membatunya tidak akan membuat kalian mati berdiri bukan?" Sarkas Aera

Min Yoongi yang sedari tadi diam kini mendelik tidak terima, pria itu membanting sendok dan juga garpunya keatas piring dengan asal hingga menciptakan bunyi melengking yang cukup memekakkan telinga

"Tau apa kau tentang kami, Nona Yun?" Tanya Yoongi yang dari nada bicaranya saja sudah terlihat jika pria itu tersinggung dengan ucapan Aera

"Aku memang tidak mengenal kalian lebih jauh, tapi aku mengenal Jungkook lebih dari yang kau kira, Min Yoongi"

Yoongi tertawa sumbang dan tak luput dari mimik wajah angkuhnya

"Wah.. lihat siapa yang berbicara seperti ini barusan. Seseorang berkata dia lebih mengenal Jungkook dari pada enam orang pria yang sudah dari kecil tumbuh bersama dengannya, bahkan ikut merawat pria itu hingga seperti sekarang?" Yoongi menjeda ucapannya pria itu berdiri dari duduknya, berjalan memutari meja makan agar dapat berdiri tepat disamping Aera

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 04, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Maheswara [M]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang