Gulf berlindung di belakang Win, dengan wajah yang memerah dan sedikit takut dengan orang yang berada di sebelah bright itu membuat lelaki manis ini gugup karena entah mengapa ketika bertemu dengan tatapan mata orang itu seakan membuatnya ingin selalu menatap manik matanya, terbuai dengan pemikiran nya sendiri hingga Gulf yang dipanggil oleh Win pun tidak mendengar dengan baik.
"Hey Gulf.." dia masih sama tidak mendengarkan nya.
Win menggoyahkan badan Gulf dan ia pun terkejut, hampir saja dia terjungkal, kemudian Win kembali memanggil Gulf " Hey nong kau kenapa, jangan takut dia orang baik kok." Kata Win membuat Gulf tenang.
Gulf pun hanya mengangguk saja, ia menunjukkan wajahnya dan juga memberanikan diri untuk tidak takut.
Berikan semangat untuk Gulf yuk...
"Hey nong, kau jangan takut karena teman phi Bai memang seperti itu sejak lahir. Oh atau mungkin sejak di dalam kandungan haha." Phi Bright sambil melirik ke arah Mew dan sedikit memberikan lelucon agar suasana kembali tenang.
Mew menatap horor Bright, dan yang ditatap hanya mengacungkan nya saja. Memang seperti nya nyali Bright sangatlah kuat, jika yang lain maka akan segera takut dan menangis.
"Phi Mew kami mengantarkan pesanan mu. resepsionis mu sudah meletakan nya di ruangan yang ada di dekat lift, tetapi sepertinya itu ruangan khusus untuk pesta?" Kata Win memberitahukan nya kepada Mew.
"Ya, dia sudah memberi tahu." Kata itu yang dijawab oleh Mew atas pertanyaan Win.
"Heh Mew kau janganlah bersikap dingin kepada kekasihku, sungguh tidak pernah berubah." Kata Bright sedikit kesal, namun Win hanya tersenyum karena sudah tahu akan sifat Mew.
"Phi apa sudah selesai, Gupi ingin pulang." Bisik Gulf ke telinga Win.
Win hanya terkekeh mendengar bisikan Gulf, memang benar jika Nong nya ini takut. Lalu dirinya mengusap rambut Gulf, dan mengangguk bertanda ia setuju. Lalu, Win meminta izin untuk pulang kepada Bright dan juga Mew.
"Dia tampan, tetapi Gupi takut dengan Phi itu ah siapa tadi namanya Miau eh Micha aduh Gupi lupa. Oh Ya! Phi Miu ya itu dia namanya hihi." Batin Gulf dengan mimik wajah imutnya.
"Biar Aku yang mengantarmu pulang honey, biarlah Mew yang akan mengantarkan Gulf pulang." Kata Bright tanpa meminta izin kepada Mew.
"Bukankah Phi ada rapat sekarang? Tidak usah lebih baik aku dan Gulf pulang sendiri saja, lagi pula kami membawa mobil tadi." Tolak Win akan ajakan Bright.
"Bawahan saya yang membawanya." Kata Mew akhirnya membuka suara.
"Nah Mew saja setuju, maksud Mew itu kami bisa saja menyuruh sekertaris kami yang akan mewakili pertemuan itu. Lagi pula itu tidak penting hanya pesta kecil saja."
Win pun tidak bisa menolak perintah Bright, dan sepertinya mereka tidak berbohong sudah terlihat jelas di manik mata dan mimik wajah nya. Jadi, apa boleh buat pada akhirnya Win tidak bisa menolak perintah mereka, dan setelah mereka memilih setuju kini Bright satu mobil dengan Win sedangkan Gulf dengan Mew. Tetapi sebelum Mew mengantarkan Gulf kembali ke rumah nya, Gulf meminta Mew berhenti terlebih dahulu untuk mampir di sebuah resto Jepang untuk makan karena Gulf merasa lapar dan apalagi dia sangat suka akan masakan Jepang, terutama makanan mentah.
Berbeda dengan Mew yang tidak suka dengan makanan mentah, tetapi melihat reaksi Gulf yang lucu jadi dia tidak bisa menolaknya. Pada akhirnya Mew pun setuju akan mampir hanya sebentar untuk mengenyangkan perut mereka. Sampailah ke resto tersebut lalu mereka mencari tempat duduk dan memesan makanan yang ingin mereka makan.
"Kau akan memesan apa." Kata Mew bertanya kepada Gulf.
Gulf yang ditanya masih tertunduk karena takut dengan Mew, karena suaranya dan juga nada yang telah dikeluarkan oleh Mew membuat Gulf merasa takut dan badannya gemetar. Lalu, Mew yang melihatnya pun menampilkan senyum kecil bahkan hingga Gulf tidak melihatnya sama sekali.
Kemudian Mew mengelus Surai rambut Gulf untuk menenangkan anak itu agar tidak takut kepadanya. Dia mengangkat satu alisnya seakan ia akan mengatakan 'kenapa' kepada Gulf.
"Baby akan memesan apa hm." Suara serak membuat Gulf bertambah gugup.
"Humm terserah Phi Mew saja, Gupi makan semua kok." Kata Gulf menjawab dengan nada lirih tetapi masih bisa didengar oleh Mew.
"Baiklah."
Pada akhirnya Mew memesan apa yang menurutnya enak dan tahu, karena jujur saja ini pertama kalinya Mew memasuki kawasan resto Jepang. Jadi, dia sedikit tidak tahu menu apa saja makanan asal negeri sakura itu.
"Ayo phi buka mulutnya, ini enak kok." Gulf menyuapi Mew dengan Susi mentah kepadanya, tetapi Mew awalnya menolak dan melihat raut wajah senang Gulf ia urungkan dan membuka mulut menerima suapan itu.
Mulut Mew terasa tidak enak, ingin sekali rasanya ia memuntahkan makanan itu. Namun, ia tidak tega dengan Gulf yang makan dengan lahap.
"Hum p-phi Mew kenapa, phi tidak suka ya." Gulf tahu reaksi wajah Mew yang terlihat terpaksa.
"Eh sebenarnya Phi tidak suka makanan seperti ini." Jawab Mew jujur.
Gulf yang mendengarnya pun terkejut, hampir terjungkal. Ia ingin meminta maaf kepada Mew yang membawa nya ke tempat dimana dia tidak bisa memakan makanan itu.
"Maaf phi." Gulf menunduk dan sedikit terisak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby cute pie
ActionTidak pandai dalam membuat deskripsi, langsung cus baca saja...
