Tuan Jongcheveevat

93 16 2
                                        

Pagi sekitar pukul 7, kini keadaan Mansion milik Mew sendiri dari hasip jerih payahnya tanpa campur tangan Phao dan Mae nya kini hanya Gulf saja yang bangun lebih dulu. Dia sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua, dengan hanya membuatkan Mew sandwich buah dimana didalamnya terdapat strawberry di dalamnya dengan diisi potongan-potongan buah dan dibalur whip cream begitu menyegarkan saat disantap untuk sarapan.

namun ada pula yang menggunakan jenis buah-buahan lainnya seperti kiwi dan persik. Kombinasi potongan buah dalam fruit sandwich akan menghasilkan citarasa yang sangat segar. 

(Ini untuk Mew)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Ini untuk Mew)

(Ini untuk Gulf sendiri dengan perpaduan buah kiwi)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Ini untuk Gulf sendiri dengan perpaduan buah kiwi)

Gulf kemudian naik ke kamar atas untuk membangunkan Mew yabg masih tertidur lelap mungkin saja dia lelah akibat lembur mengerjakan dokumen penting untuk acara meeting hari ini dengan para koleganya.

Mematika lampu, lalu Gilf berjalan ke arah jendela dan membuka gorden dan membuka selimut yang masih digunakan Mew.

"Phi bangun sudah pagi, bukankah Phi ada meeting hari ini." Kata Gulf mengoyahkan badan Mew, ini adalah cara untuk membangunkan Mew yang masih terlelap tidur di bantal empuknya.

Kemudian mendapat ide bagaimana cara membangunkan Mew agar dia mau bangun dari tempat tidur dan segera bersiap.

"Dad daddy bangun nanti terlambat." Sedikit menggoda memanggil 'Daddy' dengan suara diimut- imutkan pasti Mew akan terbangun.

Benar saja Mew terbangun karena terkejut mendengar Gulf memanggil dirinya dengan sebutan 'Daddy' karena baginya terdengar imut.

"Hmm iya." Mew pura-pura baru bangun tidur, padahal sudah daritadi ia terbangun namun ia pingin melihat Gulf membangunkan tidurnya.

"Ayo phi mandi sana, bukankah phi akan ada meeting hari ini. Gulf sudah menyiapkan baju sekaligus sarapan untuk phi." Gilf sambil merapikan kasur yang berantakan, lalu menyapu dan berbagai hal lain untuk bersih-bersih.

"Mandi bersama na." Mew mengangkat alisnya memberi kode terhadap Gulf.

Tentu saia menolak ajakan Mew, karena Gulf sudah mandi dari tadi dan bahkan sudah wangi minyak telon mana mau mandi kembali. Yang ada bisa- bisa bukan sekedar mandi namun akan melakukan hal lainnya.

Oh tidak itu tidak akan terjadi, kemudian Gulf yang tau apa yang direncakan Mew pun melemparkan sebuah handuk ke arah Mew agar orang itu segera mandi jika tidak ingin melihat macan betina mengamuk dan mendiaminya selama seminggu bahkan bisa jadi lebih. Mana mungkin itu terjadi, jika ia Mew tidak mau karena bagaimana dengan Mew junior yang tidak bisa berada di sarang kesukaannya, oh tidak!

Mampus lo Mew makannya tuh otak mikirnya yang laen ~

Thor gelud yok, gue ladenin sumpah  ~Mew

Idih suami takut istri aja belagu amat lo Mew ~

Belum perah ada katana melayang ~ Mew

KABORRR ~ 💃💃

"Iya-iya phi akan mandi sekarang, morning kiss dulu." Kata Mew sambil menunjuk ke arah bibirnya yang bertanda minta di berikan semangat.

Guld hanya memutar bola matanya malas karena pagi-pagi sudah memikirkan seperti itu, dasar laki-laki kelebihan hormon seperti itu. Jadi terpaksa ia memberikan kecupakan singkat, dan justru lebih bukan hanya kecupan saja. Ughh dasar Mew Suppasit otak mesum ama bini nye eh bukan calon wkwkwk.

Terdengar suara klakson mobil, Gulf bingung siapa yabg datang pagi-pagi kesini. Apakah dia Phi Bright dengan Phi Win? Bagaimana bisa sepagi ini mereka kesini, lalu Gulf turun dan melihat siapa yang datang kesini.

Gulf membuka pintu depan lalu seseorang turun dari mobil, ia tidak tahu siapa yang pasti orang itu lebih tua darinya bahkan mungkin seumuran dengan Phao iya yakin.

"Maaf tuan anda siapa?" Tanya Gulf yang memberanikan diri bertanya kepada orang itu.

"Justru saya yang bertanya siapa kamu dan mengapa bisa ada dirumah anak saya." Jawab lelaki paruh baya itu.

Bingung dan canggung itulah yang dirasakan keduannya, untung saja istrinya tidak datang jika iya maka akan semakin panjang dan lebar seperti rumus matematika.

"HONEY SIAPA YANG DATANG" Mew berteriak dari arah belakang, lalu Gulf segera menengok  dan ternyata Mew sudah berjalan ke arah mereka lalu terkejut siapa yang mengunjunginya iya kira teman atau Bright yang ingin berangkat bersama.

"P-phao?" Kata Mew lalu Gulf terkejut dan menganga apa yang baru saja dikatakannya bahwa lelaki ini adalah orang tua dari Mew kekasihnya yang baru kemarin.

Gulf hanya terdiam, karena dia sedang mencerna semua yang terjadi terutama pada saat Mew memanggil lelaki paruh baya itu dengan sebuatan Phao berarti jika itu benar maka ia akan sangat malu karena bertanya tentang hal itu. Mau ditaruh mana muka Gulf yang kiyowo itu, apalagi Phao Mew sangatlah tampan meskipum umurnya sudah kepala empat namun masih sangat muda bahkan hmm hampir setara dengan Mew ketampanannya.

Untuk menghilangkan keadaan hening, Mew membuka suara lebih dulu menanyakan kapan Phao nya datang ke sini bukan ke rumah utama dimana tempat tinggalnya sejak kecil bahkan sejak zaman zigot.

"Phao mengapa kau kemari, justru tidak ke kediaman utama" Mew bertanya sekaligus menyindir karena biasanya Phao tidak bisa jauh dari Mae karena sangat bucin akut.

Phao yang mendegarnya pun langsung memukul kepala Mew, sungguh anak durhaka sekali anaknya bukannya disambut justru menyindirnya bahkan Mew tidak sadar bahwa sikapnya hampir sama dengan Phao tidak berkaca.

"Auch Phao apa yang kau lakukan, sungguh Phao durhaka sekali dengan Mew." Sungguh drama sekali Mew, untung saja Phao tidak mengutuknya menjadi anak badak.

Gulf bengong dan bingung dengan tingkah keluarga Jongcheveevat di luar sana dikenal akan sifat dingin bak kutub utara ditambah selatan, lalu jangan lupakan wajahnya hang menunjukan datar dan tak tersentuh bahkan kesalahan sedikitpun terkena sayatan mematikan. Namun, kini berbeda sekarang karena saat ini kedua tuan dan tuan muda Jongcheveevat kini tingkahnya seperti anak kecil bahkan ia sempat tidak percaya jika di depan matanya sendiri melihat sekilas drama membagongkan yang tiada habisnya.

"Ehm, permisi apakah mau dilanjutkan dramanya." Ucap Gulf dengan rair wajah datar sedingin es bahkan melebihi Mew.

Mereka berdua yang melihat macan betina akan mengamuk pun segera menunduk, jujur saja saat ini Gulf sangat menyeramkan bahkan hampir sama dengan Mae/istri tuan Jong/Nyonya Jong jika seperti ini lebih baik kabur saja.

"E-ehehehe tidak/tidak Honey." Kata mereka berdua kompak seperti sudah akur saja.

"Ke ruang tamu." Kata Gulf lalu ia duduk dengan kaki ditumpu pada paha kirinya, lalu mengetuk jarinya seakan meminta penjelasan.

Baby cute pie Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang