Bab 7, Masih Sama

14 2 0
                                        

     Satu minggu lewat begitu cepat suasana pondok masih sama seperti malam jum'at kemarin Ara yang menjadi tokoh utama disini pun masih sama dinginnya, semuanya berjalan sesuai perkataan Aghni waktu itu, tanpa Ara pastinya.

"Ra.. kamu masih marah soal waktu itu?, marah boleh Ra.. tapi gak selama ini, biar aja mereka mau ngomongin kamu kaya gimana toh kan kita yang tau sebenernya gimana Ra..". kini Fitri yang merasa kehilangan seorang Ara yang ceria akhirnya memberanikan diri untuk berbicara.

"Gak ada yang marah kok Fit, emang lagi gak ada yang mau diomongin aja makannya banyak diem akhir-akhir ini". Alhamdulillah seorang Kiara yang kemarin terlihat marah sekarang mengeluarkan kembali suaranya.

"Apa iya Ra.. kamu aja sekarang banyak ngabisin waktu dindalem, biasanya kamu gak akan pergi kendalem kalo gak dipanggil sama Ning Hanna, aku ngerasa kalo kamu ngehindar dari kita karena kamu masih marah soal kemarin". Sebegitu kehilangannya kah hingga sepertinya Fitri ingin sekali Ara kembali seperti dulu lagi, oh itu sangat jelas siapa lagi teman dekatnya kecuali Ara, dikepengurusan ini hanya ada mereka berdua yang satu angkatan alias satu umur jadi Fitri hanya dekat dengan Ara, sebenarnya masih ada Aghni tapi Fitri slalu bilang jika Aghni itu aura nya terlalu menyeramkan jadi dia tak berani mendekatinya, padahal sebenarnya Aghni itu anak yang sangat humor jika sudah dengan orang yang iya kenal.

Disisi lain sebenarnya ada alasaan tersendiri Ara jarang berkumpul dengan pengurus pusat akhir-akhir ini. Apa kalian ingan Didiv, yaa... sepupu Hafidzh, sekarang ia sedang menginap disini dan kalau kalian ingat lagi Ara dan Didiv mereka dulu adalah teman yang sangat dekat, wajar jika Ara ingin berkumpul seperti dulu lagi.

Flashback on

"Araa!!!...". teriak seorang gadis seusia Ara

"MasyaAllah Div.. jangan teriak-teriak, malu sebelahnya pondok putra..". Ara yang sudah tak heran melihat sahabatnya ini seperti itu, haya saja.. Ara tak habis fikir dengannya.

"Aku kangen banget sama kamu loh Ra.. masa gak boleh aku histeris kaya tadi, kita kan jarang ketemu..". Baiklah Ara kalah bicara.

"Tapi tak seperti ini juga Div ini diluar,". Lanjut Ara masih tak habis fikir.

"Kamu tau tidak, aku akan menginap disini.. bisa dibilang aku akan menjadi santri disini.. ya walaupun aku tak akan tidur dikamar santri tapi aku akan selalu disini.." Ucap Didiv masih dengan histerisnya.

"Apa iya Div ini tidak bohong kan?". Balas Ara masih tak percaya dengan perkataan sahabatnya barusan.

"Benar Ra.. mulai hari ini sampe Aa Hafidzh pulang aku akan disini, satu karena aku akan menemani Hanna, dan yang kedua karena aku ingin sering betemu kau Ara, aku merindukan masa-masa MI-Mts kita dulu. Nanti kau temani Didiv disini ya Ra..". kini Didif mulai bercerita lebih tenang dari sebelumnya.

Sekedar info kebetulan Ara sebelum menjadi santri An-Nisatul Mufid ini, dulu ia dan Didiv mengaji bersama disalah satu pesantren yang kebetulan satu yayasan dengan MI dan Mts mereka walaupun tak mukim, itulah mengapa mereka sangat akrab, dan Didiv sebelum dia dan orang tuanya pindah ketempat yang kakek, yang berarti kakek Hafidzh dan Hanna juga, Didif dulu tinggal didekat pesantren itu juga, itulah mengapa ia mengaji di pesantren yang sama dengan Ara.

Flashback off

"Ouh Ning Aldiva datang, kenapa kamu gak certa Ra.. kan kita jadi kejauhan mikirnya, syukur deh kalo kamu emang udah gak marah, kita-kita jangan didiemin lagi ya Ra". Ucap Fitri kini lebih teang setelah mendengar penjelasan Ara.

"Ngomong-ngomong kamu kenapa ya kamu selalu aja bisa seeket itu sama keluarga Umi Fatimah?". Pertanyaan yang sepontan itu membuat Ara ikut mengerutkan keningnya bingung.

"Gak tau, mungkin sudah dari sananya seperti itu". Jawab Ara masih dngan nada dinginnya, setelahnya ia pergi tanpa mengatakan apapun.

Jangan kira Ara akan kembali seperti semula, sebelum ada yang mau mengajakna berbicara seperti tadi, Fitri saja yang sudah sering melakukannya masih didinginni, apa lagi mereka yang tak berani mengawali.







Hey.. hey.. heyy.. author balik lagi nih guys,

Masih sama BDK kok.. tenang aja..

Bantu Author mau gak, bantu pencet bintang yang ada disebelah kiri bawah paling pojok...

Terima Kasih buat yang udah bantu pencet

See you dinext bab yaa..

Wassalamu'alaikum..

Berawal Dari KagumTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang