#Muhammad Hafidzh Saputra
Dia gadis itu hilang. Ku tegakkan duduk ku berfikir kemana gadis itu hilang, "Ahh.. Astaghfirullah apa yang kamu pikirkan fidzh".
Melihat gerak gerik putranya yang aneh umi Fatimah pun menghampiri putranya tersebut, "Ada apa Fidzh, sepertinya kamu gelisah sekali? apa ada barang yang tertinggal?".
"Tak ada umi.. hanya saja Hafidzh merasa jika ada sesuatu yang hilang". jawabku sedikit berbohonh tak ingin umi khawatir.
"Apa itu Fidzh, apa hal tersebut sangat penting.. kelihatannya kamu sngat mengkhawatirkannya, apa itu Fidzh? beri tahu umi, agar bsa umi cari gantinya". Ujar umi terlihat sangat bingung.
"Mba Ara yang hilang Mi!!!!!". Tidak itu bukan Hafidzh yang berteriak, melinkan saudarinya Hanna.
"MasyaAllah Hanna, kecilkan suara mu.. sejak kapan kamu berada disini? ahh.. benar dimana Ara, tadi dia bersamamu kan Hanna?". Umi yang terkejut oleh suara anak perempuannya itu akhirnya mengetahui apa yang sedari tadi membuat Hafidzh begitu sukar.
"Hanna sudah sejak tadi disini Umi, bagaimana bisa Umi tidak menyadari itu?, Hanna benar-benar melupakan Mba Ara.. Hanna pikir Mba Ara akan menyusulku.. tapi Hanna rasa Mba Ara tertinggal karena Hanna berlari tadi, bagaimana ini umi.. Mba Ara ada dimana?!". Fikiran Hanna yang sudah tak karuan itu membuat dirinya tak bisa berhenti memondar-mandirkan dirinya.
"Fidzh.. kau mau kemana?". Tanpa mengatakan apa pun Hafidzh melangkahkan kakinya pergi entah kemana.
###
"Itu Aa datang..". Seru Hanna ketika melihat sang Kakak datang dengan Ara digendongannya.
Sebelumnya Hafidzh mengabari keluwarganya apa bila ia sudah menemukan dimana Ara.
Flashback on
"Dimana santriwati itu?, bisa-bisanya Hanna melupakan santriwati itu..". kini aku tengan berkeliling bandara mencari keberadaan santriwati yang bernama Ara itu. Namun sudah hampir 30 menit aku asih belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan Ara.
"Apakah gadis itu tak ada inisiatif untuk bertanya pada orang sekitar agar bisa menemukan apa yang dia cari?!". Runtukku sebal.
langkahku terhenti ketika ia melihat ada keramayan didepannya, karna penasaran dengan langkah tegas aku pun mendekati keruminan tersebut, dengan sedikit berdesakan akhirnya aku dapat melihat hal yang membuat semua orang berkrumun itu. Dan betapa terkejutnya aku ketika melihat orang yang sedari tadi aku cari ternyata tengah tergeletak tak sadarkan diri dilantai bandara tanpa ada satipun yang berinisiatif untuk mengangkatnya.
"Sejak kapan diaseperti ini?". Tanya ku pada orang yang ada didekatku.
"Sudah hampir 40 menit yang lalu". jawab orang tersebut dengan santainya.
"Apakah tidak ada satupun dari kalian yang berinisiatif untuk memindahkannya ketempat yang lebih nyaman, saya rasa disini banyak orang yang masih cukup tenaga untuk sekedar mengangkat seorang gadis kecil". aku yang lelah karena berkeliling tadi, sedikit emosi ketika melihat seorang gadis yang tergeletak dengan dikelilingi bnyak orang tanpa ada satupun yng memindahkannya.
dngan sedikit tergesa, aku pun mengangkat Ara dan melangkahkan kakiku pergi menjauh dari kerumunan orang yang sangat tega itu, tak lupa aku mengabari adikku terlebih dahulu.
Hanna Aa
Aa sudah menemukannya, dia pingsan didekat pintu perbatasan.
Tanpa menunggu balasan aku pun melangkah menuju tempat keluargaku berkumpul
flashback off
#Kiara 'Ulya Az-Zahra
"bagaimana ini bisa terjadi?, apa Ara belum sarapan?". itu adalah pertanyaan yang pertama kali terdengar sesaat setelah aku membuka mataku.
"Apa yang terjadi?, Ara kenapa?,". tanyaku setengah sadar.
"Kau pingsan saat mengejar Hanna masuk". Itu adalah Hafidzh, ya.. orang yang menjawab itu adalah Gus Hafidzh.
"ah, enggih Ara mboten saged mengejar Hanna, Ara juga belum sempat sarapan pagi ini". Ahh sudah lah kepalaku masih pusing, biar lah kromoku berantakan aku tak peduli.
"MasyaAllah Ara kenapa tidak memberi tahu umi, umi jadi merasa bersalah karena memanggil Ara terlalu buru-buru". Umi Fatimah nampak benar-benar cemas.
"Mboten punapa umi, memang Ara yang mboten saged menjaga diri". Ucapku menyanggah pernyataan umi barusan.
tak lama setelah aku menjawab, terdengar pemberitahuan bahwa pesawat Indonesia-Mesir sebentar lagi akan terbang. mendengar itu otomatis semua orang seketika kalap, karena orang akan pergi menuju kairo masih saja berdiri disini.
"Fidz segeralah menuju pesawat, kamu akan tertinggal nanti". Umi mengingatkan.
"Enggih umi, Buya, Han, Div, dan.. Ra, Hafidzh pamit, do'akan selamat sampai tujuan, dan dapat menuntut ilmu dengan baik disana, Kalian tak perlu mengantar kedalam, kasihan Ara dia harus segera istirahat". itu yang diucapkan Gus Hafidzh lalu melangkah menuju migrasi sendiri pastinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Berawal Dari Kagum
SonstigesTOKOH : - Kiara 'Ulya Az-Zahra {Ara} Tokoh utama - Muhammad Hafidzh Saputra {Hafidzh} - Hanna Muthia Saputri {Hanna} Adik Hafidzh - Adinda Nur Aldiva {Aldiva} Sahabat Ara + Sepupu Hafidzh - Buya Zakaria Saputra {Buya Hafidzh} - Umi Fatimah Abdullah...
