# Sabtu, 07-Juli-2018
Matahari kian naik panasnya mulai memanggang pipiku di balik jilbab yang mulai basah oleh keringat, di sebuah gedung yang sudah kuanggap seperti rumahku sendiri. Siang itu ada acara di pondokku, acara tahunan yang sudah dinanti-nanti oleh seluruh santri "Harlah Pondok Tercinta", tulisan itulah yang tertulis di sepanduk besar di atas panggung sebagai background.
"Mba Ara....". Panggil seorang gadis remaja berbadan tinggi. Berbadan tinggi dengan wajah cantik, hidung mancung, kulit putih dan bulu mata yang lentik.
"Iya Han, ada apa?". Tanyaku sopan, dia Hanna Muthia Saputri biasa dipanggil Hanna, dia anak dari pengasuh pondokku "An-Nisatul Mufid" namanya.
"Itu mba, acaranya dah mau mulai". Ucapnya padaku
Aku bangkit dari dudukku, melangkah mendekatinya yang tengah berdiri di ambang pintu. "Ya udah, tunggu apalagi? ayo kita ke sana". Ucapku seraya menggandengnya pergi menuju aula.
❤⭐❤⭐❤
Sesampainya di aula aku ditarik Hanna ke barisan depan. Di sana sudah ada dua santriwati yang sedang memegang mic. Seperti yang sudah ku duga mereka berdua itu adalah MC {Master of Ceremonial}. Mereka membacakan susunan acara dari mulai pembukaan hingga penutup. Namun, ada satu acara yang membuatku seketika diam.
"Mba kok tiba-tiba berubah gitu mukanya". Tanya Hanna padaku.
"Hehehe.... gak papa". Ucapku seraya menahan tawa.
"Beranjak ke acara selanjutnya, yakni pembacaan-pembacaan". Ucap salah satu MC. "Pembacaan selanjutnya yakni pembacaan Qura'atul Qur'an, di lanjut dengan lantunan Sholawat Nabi yang akan di bawakan oleh Al-Ustadz Muhammad Hafidzh Saputra beserta teman-teman waktu dan tempat kami persilahkan". Lanjut MC satunya.
Aku mengernyitkan keningku heran. "Siapa ustadz yang di sebut barusan, siapa dia mengapa aku baru mendengar namanya". Ucapku dalam hati
" Yeah.... Aa...". Ucap Hanna riang.
Aku terperanggah dari lamunanku, menyadari apa yang baru saja Hanna ucapkan.
"Apa?! ....Aa". Tanyaku dalam hati.
Tak sampai lima belas menit untuk mempersiapkan semuanya sudah mulai terdengar suara bariton milik seseorang yang begitu indah terdengar di telinga, kubuka mata yang sudah lama kupejamkan karena pusing tiba-tiba menyerang. Aku terkejut!, dia Hafidzh. Seseorang yang hampir semua santriwan dan santriwati mengidolakannya. Dalam diam kekagumanku bertambah besar. Dia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan sangat merdu. Hati ini bergetar, subhanallah... Sungguh maha suci engkau ya...Allah...
Kusibak ujung jilbabku untuk menutupi sebagian wajahku. Ya Robb...ampuni hambaMu jika pendar-pendar hati ini berlabuh pada ciptaanMu. Ya Robb...
Aku tahu semua tentang Hafidzh, karena Hanna yang selalu menceritakan soal kakak tunggalnya itu. Aku terlalu mengidolakanmu Al-ustadz. Ucapku dalam hati seraya tersenyum tipis demi menahan rasa malu...pada sang penciptanya.
❤⭐❤⭐❤
Jangan lupa
Vote + Komen
KAMU SEDANG MEMBACA
Berawal Dari Kagum
RandomTOKOH : - Kiara 'Ulya Az-Zahra {Ara} Tokoh utama - Muhammad Hafidzh Saputra {Hafidzh} - Hanna Muthia Saputri {Hanna} Adik Hafidzh - Adinda Nur Aldiva {Aldiva} Sahabat Ara + Sepupu Hafidzh - Buya Zakaria Saputra {Buya Hafidzh} - Umi Fatimah Abdullah...
