#Muhammad Hafidzh Saputra
Minggu, 08-Juli-2018
Pukul 05.00 WIB
"Tok, tok, tok, Assalamu'alaikum". Ku mendengar suara ketukan pintu depan rumah dengan sangat jelas. Ku berdiri dari dudukku hendak menbuka pintu rumahku itu, baru ku buka pintu kamarku aku dikejutkan, dengan seorang gadis muda, lebih muda 1 tahun dari ku. Dia menatapku berlari kearahku.
" Assalamu'alaikum A... apakabar, pangngil Didiv gak ketemu-ketemu". Ucapnya kepadaku dia Adinda Nur Aldiva sepupuku.
"Wa'alaikumussalam? Didiv?". Ucapku bingung.
"Hahaha Aa.. Aa.. Didiv A, Aldiva". Ucap Diva pada ku.
"Eemm Aldiva?, ooo.. iya-iya anaknya Abi Fais itu ya?". Tanyaku memastikan.
"Hya bener!!". Ucapnya girang."Eem denger-denger Aa pengen otw Kairo?. Tanyanya.
"Iya". Jawabku singkat.
" Ih jadi cowo kok dingin amat, nanti gak ada yang suka loh". Ucap Diva.
"Hmm". Jawabku sambil melesat memasuki kamar.
"Aa tadi santriwati yang bukain pintu limayan cantik loh cocok sama Aa, dia juga temen baik aku loh...A...ih ditinggal.
❤⭐❤⭐❤
# Kiara 'Ulya Az-Zahra
Pagi itu Aku ditugaskan untuk menjaga rumah Umi Fatimah."Bosen tau gak sih Han, keluar yu?". Ajakku.
"Eemm gak ah mba, kasian Aa di tinggal sendirian di rumah". Jawab Hanna tanpa memalingkan tatapannya dari TV.
"Emm ya suda deh, kalo gitu emba pengen kedepan dulu ya, beres-beres". Ucapku seraya beranjak dari tempat dudukku.
Baru ingin mengambil sapu suara ketukan pintu terdengar."Tok, tok, tok". Dengan segera kubuka pintu. Seorang gadis cantik putih, mata bulat, hidung mancung, bibir mungil, dah alisnya yang tebal bertaut, dia Adinda Nur Aldiva temanku." Diva?". Tanyaku heran.
Diva menggernyil."Kaya kenal tapi siapaya?!". Tanyanya dengan suara yang cukup keras
"Hahaha ini aku Ara, teman SMP kamu dulu". Ucapku sambil menahan tawa."Ayo masuk mau sampe kapan berdiri disitu teris". Lanjutku.
" Emm... Ara ya..?, teman SMP dulu yang pernah sekelas bukan sih?, juara Qiro'ah itukan?!". Tanya Diva bertubi-tubi hisrmteris.
"Iya masih inget aja". Jawabku tak kuasa menahan tersenyum.
Tiba-tiba pintu kamar Hafidzh terbuka raut wajah nya terkejut, matanya membulat, Divapun menghadapirinya, Aku pergi menyisakan dua insan yang mungkin saling merindu, Aku sudah tau semuanya, tertama soal hubungan mereka berdua
❤⭐❤⭐❤
# Muhammad Hafidzh Saputra
"Fidz, bangun nak, sudah jam setengah tujuh". Teriak umi Fatimah kepada anak sulung nya itu."Ara... Ara kemari nak".
"Astaghfirullah, aku ketiduran". Aku terbangun dengan keadaan masih memegang mushaf Al-Qur'an."Jam berapa sekarang?!, masyaAllah jam setengah tujuh, setengah jam lagi pesawat berangkat. Aku harus buru-buru".
Aku sudah siap 15 menit setelah Umi membangunkanku, dengan pakaian serapih mungkin, ditangan kananku menarik sebuah koper besar, di pundakku membawa sebuah tas. Aku beranjak menuju pintu depan, disana sudah ada Buya, Umi, Hanna, Aldiva, dan......Ara.
❤⭐❤⭐❤
Diperjalanan aku tak henti-henti memikirkan gadis yang duduk diantara Umi, dan Hanna, terkadanga aku heran kenapa Umi selalu mengajak santriwati kesayangannya itu.
❤⭐❤⭐❤
Setelah 10 menit perjalanan yang tidak santa, akhirnya aku pun sampai di bandara. Aku berjalan terburu-buru karena jadwal penerbangan sebentar lagi, sedangkan di belakang Buya, Umi, Hanna, dan Aldiva berjalan dengan santainya. Sesampai ruang tunggu aku dikejutkan dengan pengumuman yang mengatakan bahwa jadwal penerbangan pesawatku di undur 1 jam lagi. Aku kesal mendengar pernyataan itu sudah terburu-buru ternyata seperti ini. Aduku dalam hati.
❤⭐❤⭐❤
Jenuh dengan pemandangan yang seperti itu-itu saja, ku sapu pandanganku ke keluargaku, namunku merasa seperti ada yang kurang, tapi apa. Pusing memikirkan hal itu ku pejamkan mataku, tersirat bayangan seorang gadis cantik menggunakan gamis putih bermotif bunga dengan pasmina senada. Aku tak bisa melihatnya dengan jelas wajah gadis itu, tetapi aku seperti kenal dengannya. Aku teringat dengan apa yang kurang dari keluargaku dia...... gadis itu hilang.
❤⭐❤⭐❤
Alhamdulillah akhirnya selesai juga...
Maaf ya guys klo jelek soalnya ini cerita pertama aku.
Jangan lupa Vote + Komen ya Guys
KAMU SEDANG MEMBACA
Berawal Dari Kagum
RandomTOKOH : - Kiara 'Ulya Az-Zahra {Ara} Tokoh utama - Muhammad Hafidzh Saputra {Hafidzh} - Hanna Muthia Saputri {Hanna} Adik Hafidzh - Adinda Nur Aldiva {Aldiva} Sahabat Ara + Sepupu Hafidzh - Buya Zakaria Saputra {Buya Hafidzh} - Umi Fatimah Abdullah...
