Bab 5

2.7K 420 34
                                    

Happy reading, semoga suka.

Full version sudah ada di Karyakarsa dan Playstore ya.

Dan ada update romance eroro baru di Karyakarsa ya (full sampe end)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dan ada update romance eroro baru di Karyakarsa ya (full sampe end)

Enjoy

Luv,
Carmen

________________________________________

Reaksi awalku adalah memintanya untuk tidak mengurus masalah pribadiku. Tapi saat melihat ke dalam mata pria itu, aku merasa sulit sekali untuk tidak mematuhi perintahnya. Aku menarik napas dalam dan memutuskan untuk berterus terang karena jika tidak, pria itu pasti akan terus mendesak.

“Ini sebenarnya masalah pribadi, Yang Mulia,” ucapku memulai.

“Aku tidak peduli. Explain yourself and look at me when you talk!”

Aku menelan kembali emosiku dan mengingatkan diriku sendiri bahwa aku tidak sedang berada di Inggris. Tempat ini berbeda. Di sini, mereka terbiasa mengintimidasi wanita. Aku harus sedikit banyak menyesuaikan diri jika ingin bertahan lama, lagipula pria ini adalah seorang sultan. Tentu saja dia menuntut kepatuhan.

“Aku ingin menghindar dari mantan kekasihku.”

Pertanyaan selanjutnya sebenarnya sudah bisa aku tebak. Diam-diam aku mengeluh. Apa pria itu belum puas sampai dia selesai menelanjangi semua urusan pribadiku? “Oh? Kupikir kau dan orangtuamu sangat kuno. Tapi kau sudah pernah punya kekasih? Kalian pasti sudah tidur bersama, bukan?”

Aku menggigit bibir menahan malu dan marah. Juga menahan diri untuk tidak membentak pria itu dan berkata padanya bahwa semua itu bukanlah urusannya.

“Yang Mulia salah. Justru di situ masalahnya. Aku tidak bersedia tidur dengan mantan kekasihku, jadi dia berselingkuh.”

Alis pria itu langsung terangkat tak percaya.

“Sekarang, dia ingin kembali padaku, aku menolaknya. Tapi dia pria yang cukup pemaksa dan tidak menyerah. Aku lelah menghadapi rongrongannya jadi aku memutuskan untuk menjauh sampai dia melupakanku. Tapi itu hanya sebagian alasan mengapa aku menerima pekerjaan ini. Selebihnya, sudah kukatakan bahwa aku mencari pengalaman.”

“Kau berharap aku percaya?”

“Itu adalah yang sesungguhnya, Yang Mulia. Aku tidak punya alasan untuk berbohong.”

Pria itu menatapku sampai aku merasa tidak nyaman. Tapi dia kemudian menyunggingkan senyum kecil. “Baik. Aku memilih percaya padamu, Nona Cavill.”

Dan entah kenapa, aku merasa lega. Lalu setelahnya aku berpikir bahwa aku sungguh konyol. Aku merasa lega? Kenapa? Karena mendapatkan persetujuan dari pria itu atas kehidupan moralku? Lucu sekali. “So I passed?” sindirku sedikit sinis.

"Ya, aku senang mendengarnya."

Kini suara pria itu berubah nada, dia bahkan tersenyum dan entah kenapa aku menjadi waspada. Kulihat pria itu bangun dari duduknya lalu berjalan mendekatiku. Aku cukup terkejut ketika dia duduk di sampingku dan lebih terkejut lagi saat dia melingkarkan lengannya di sekeliling pundakku dan menarikku mendekat padanya. "Kau tahu alasan lain kenapa aku masih belum menikah? Kupikir aku hanya tertarik pada wanita-wanita sebangsamu. I am so glad that you are a virgin, Savannah."

Aku begitu kaget sampai membeku dan tak mampu berkata apa-apa. Tubuhku mematung hebat tatkala merasakan bibir panas pria itu dengan berani menempel di sisi leherku. Rasanya otakku kosong dan tak mampu memproses apapun. 

"Bagaimana kalau malam ini kau berbagi ranjang denganku?" bisiknya. 

Sultan's Forced WifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang