Akhir dari Sebuah Penantian

718 16 5
                                        

Giselle melangkah kembali ke kantin dengan perasaan dongkol

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Giselle melangkah kembali ke kantin dengan perasaan dongkol. Matanya menyisir ruangan hingga menemukan Karina yang sedang duduk santai seolah tidak terjadi apa-apa.

​"Rina! Pak Chanyeol itu mencarimu karena tugas observasi tanaman, bukan mencariku," protes Giselle sembari mengempaskan tubuh di kursi.

​"Ah, benarkah? Mungkin aku salah dengar dari Jaemin tadi," elak Karina dengan wajah tanpa dosa, meski matanya berkilat jahil.

​"Lalu, di mana yang lain? Haechan dan Kak Umin ke mana?" tanya Giselle, menyadari suasana meja mereka terlalu sepi.

​Karina mendesah pelan, nafsu makannya tampak hilang. "Sedang ditahan oleh Pak Siwon di ruang kedisiplinan."

​"Karena apa?"

​"Haechan dan Kak Seungmin... mereka menghajar Jeno habis-habisan di belakang sekolah tadi," jawab Karina datar.

​"Kak Jeno dipukuli?!" Jantung Giselle seolah berhenti berdetak. Meski luka lama dan rasa kesalnya belum sembuh, mendengar Jeno terluka tetap saja membuatnya diliputi kecemasan luar biasa.

​"Iya. Sekarang dia ada di UKS," pungkas Karina sembari kembali mengunyah makanannya.

​Tanpa pikir panjang, Giselle segera berlari. Jantungnya berdebar kencang, perpaduan antara kemarahan dan kekhawatiran yang menyesakkan dada. Ia sampai di depan pintu UKS yang tertutup rapat, lalu mendorongnya perlahan agar tidak menimbulkan suara.

​Namun, pemandangan di dalam sana seketika membekukan seluruh aliran darahnya.

​Jeno sedang berbaring di brankar, namun ia tidak sendirian. Nancy ada di sana, mendekap wajahnya, dan mereka sedang berciuman. Sebuah ciuman yang terasa begitu intens hingga kehadiran Giselle sama sekali tak terdeteksi pada detik pertama.

​"Ah... maaf, saya tidak tahu ada orang. Permisi," bisik Giselle lirih. Suaranya tercekat di tenggorokan, perih luar biasa. Ia segera mundur dan menutup pintu dengan tangan gemetar.

​Jeno tersentak mendengar suara yang sangat ia kenali itu. Ia segera mendorong Nancy menjauh dengan kasar. "Giselle?" ucapnya parau, matanya membelalak panik.

​Nancy bangkit dari duduknya, merapikan rambutnya yang sedikit berantakan dengan tenang. "mau ke mana, Jeno? Mau mengejar kekasihnya Seungmin itu?"

​"Kekasih Seungmin?" Jeno mengernyit bingung, langkahnya terhenti sejenak.

​"Iya, kamu tidak tahu? Mereka sudah sangat dekat selama kau pergi," sahut Nancy dengan nada menyindir.

RUANG ANTARA KITA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang