8. S Primadona Antariksa

85 7 0
                                        








"Ayok istirahat Nai." Nindi sudah berdiri di samping mejanya. "Perut gue udah teriak-teriak dari tadi." Tangannya menepuk perutnya pelan.

Melihatnya Geby menggeleng. "Lo makan bareng gue aja." Tangannya mengambil bekal miliknya di laci meja. Di sana ada dua kotak bekal dengan warna senada, sebuah Tupperware berwarna hijau tua.

"Ini buat lo." Kotak bekal paling atas ia dorong ke arah Nindi. "Anggap aja salam perkenalan gue buat lo.. "

"Dan ini—" satu susu coklat kotak tersimpan di atasnya. "Sebagai permintaan maaf gue."

Nindi terdiam. Menatap makanan itu dengan tatapan— rumit. "Kok lo baik banget sama gue?"

"Kan lo temen gue." Geby mendongak, menatap Nindi yang hanya terdiam. "Ah lo gak suka yah?" Ucapnya hati-hati.

Sesaat senyum manisnya tercetak. "Makasih Nai, makasih bangettt. Baru kali ini ada yang ngasih gue hadiah kecil." Matanya berkaca-kaca. Selama dia mengenal banyak orang baru kali ini ada yang benar-benar tulus menganggapnya teman.

Hadiah kecil ini akan Nindi ingat.

"Ini bukan hadiah cuman hal kecil aja. Nanti deh besok gue bawain hadiah beneran sama lo."

"Eh gak usah." Nindi menolaknya. "Ini aja udah cukup Nai."

"Kalau gitu ayok ambil, kita makan di taman belakang."

Sepanjang jalan Nindi menatap kotak bekal dengan susu kotak itu. Dia merasa ini mimpi.

Jangan menganggap dirinya lebay yah, tapi bagi Nindi ini sangat berarti.

Saat kotak bekal itu di buka semerbak wangi dari daging yang di bakar dengan kecap serta rempah-rempah langsung tercium. Aromanya sedikit tercium gosong dan itulah yang membuatnya enak.

Iga bakar tersaji di sana di padu nasi putih juga sop sebagai pelengkap. Di kotak sebelahnya ada buah stroberi juga melon yang di hias lucu dengan tempelan emoticon berbagai ekspresi dan kotak terakhir ada kerupuk emping yang di bungkus plastik.

"Gila ini menggugah selera banget Nai."

"Lo suka nggak? Gue bingung mau ngasih apa."

"Suka banget Nai." Matanya berbinar menatap makanan miliknya. "Aaa sayang deh sama Naira." Suaranya mendayu manja seraya memeluk Geby di depannya.

"Lebay lo ah." Geby menyingkirkan gadis itu. "Ayok makan."

Keduanya mulai melahap makanan masing-masing sesekali bercanda gurau. Geby tak menyangka akan memiliki teman di sini apalagi orang itu adalah Nindi. S cewek friendly.

"Gimana ceritanya sih lo sama Heksa?"

"Em dulu gue sama dia tuh beda kelas." Geby meneguk minumnya sejenak. "Dia kakak kelas gue."

"Gimana-gimana?" Nindi agaknya lemot.

"Dia kakak kelas gue dan gue adik kelasnya."

"Seriusan lo?" Pekik Nindi terkejut. "Pantes gue liat lo kayak gak asing."

"Eh?" Mata bulatnya melotot saat menyadari sesuatu. "Jangan bilang sekolah SMP lo dulu Antariksa?"

"Iya anjirrr." Ujarnya heboh. "Gue dulu sekelas sama Heksa tapi pas ajaran terakhir."

"Kalau gitu lo kenal gue dong."

"Nah itu masalahnya." Tangannya bertepuk beberapa kali. Dengan heboh Nindi mengubah posisi duduknya serius. "Gue gak asing sama muka lo tapi gue gak tau ngeliatnya di mana dan siapa. Kek kenal aja gitu."

Hi, Liebling!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang