Namanya Luvnaira Geby Victoria. Gadis mungil nan cantik yang memiliki tinggi hanya 158cm. Cukup standar untuk ukuran dirinya.
Usianya baru menginjak 16th.
Geby anak ketiga dari tiga bersaudara, alias anak bungsu.
Tak banyak yang tau bahwa Geby masih termasuk anggota Victoria. Bungsu ini memang sengaja di sembunyikan hingga marganya tak pernah ia sebutkan dalam namanya. Hanya singkatan yang orang anggap di sengaja.
Di besarkan oleh sang ayah tanpa kehadiran seorang ibu tak membuat Geby kekurangan kasih sayang. Dia tumbuh menjadi gadis yang ceria, pemberani dengan tingkah ajaibnya.
Sosoknya begitu cantik dengan proporsi tubuh ideal, berambut panjang sedikit pirang nan bola mata ambernya terlihat indah.
Pipinya yang sedikit chubby sering kali terlihat memerah. Begitu alami membuat siapapun yang melihat merasa gemas nan terpesona belum giginya yang kecil nampak lucu. Menambah keimutan padanya.
Namun, siapa yang tau dari deskripsi di atas itu? Bahwa Geby sosok yang blak-blakan dengan mulutnya yang lumayan pedas.
Sama seperti saat ini. Geby tengah melihat-lihat loker miliknya sembari menaruh buku-buku paketannya ke dalam.
Beberapa saat yang lalu Geby pergi ke ruang kepsek untuk mengambil semua keperluannya di sekolah ini. Termasuk buku, seragam juga formulir ekstrakulikuler.
"Woy!"
"Monyet!!" Latahnya. "Sialan! Ngagetin lo."
S empu meringis. "Sorry."
"Lo gak mau ke kantin? Masih ada waktu 10 menit kalau lo mau ke sana."
"Entar aja istirahat kedua." Geby kembali fokus pada tumpukan buku miliknya.
"Kelaperan entar. Apalagi abis ini pelajaran sejarah. Lo nanti bakalan ngerasa ngantuk."
"Aman."
Hanya balasan singkat yang ia terima membuatnya membuang napas perlahan. "Khawatir lo sama gue?" Tanyanya setelah beberapa saat.
"Pan gak lucu kalau hari pertama lo sekolah lo nya malah di hukum gegara ngantuk." Dengusnya.
"Jauh banget perkiraan lo."
Tak tau lagi lah Nindi sama itu orang. Teman barunya cover luarnya aja yang kayak adem, polos, enak di pandang gitu. Pas ngobrol bareng awur awur dah tuh auranya.
Bocah di depannya lucu sekaligus garang. Omongannya itu ceplos banget, no filter filter.
Kagak kaget mengingat gayanya yang terlihat manis nan anggun.
Setelahnya Nindi tak mengajaknya bicara lagi. Biarlah Geby menuntaskan pekerjaannya lebih dulu.
Kring!!
Bel istirahat kedua berbunyi setelah 1 jam setelah pelajaran sejarah. Tinggal satu mata pelajaran terakhir sebelum bel pulang.
Hari Rabu memang bubar lebih awal tepatnya pukul 14.00 wib. Tidak seperti biasanya yang akan bubar sekitar pukul 15.00 wib hingga pukul 16.00 wib.
"Kuy kantin."
Tangannya yang hendak memasukan buku terhenti. Ia letak kembali buku tersebut di meja. "Kukuh banget kayaknya lo ngajak gue."
Di kehidupan masa lalunya Geby tak pernah mendapatkan teman. Alasannya? Dia terlalu tertutup dan hanya bisa berkomunikasi seadanya. Membuat teman-temannya tak nyaman.
Dia memang sulit untuk bergaul.
Maka dari itu jangan merasa aneh melihat Geby yang acuh tak acuh. Dia bukan tidak menginginkan seorang teman hanya sudah terlalu biasa seorang diri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi, Liebling!
Fiksi RemajaCara biar gebetan lirik balik itu gimana caranya? Geby punya 1001 cara buat narik doi ke sisinya. Di buat gila juga karena hilangnya dia di hidupnya. Resikonya? Di kejar secara ugal-ugalan. "Kali ini akan gue buat lo sendiri yang ngejar gue." _G ...
