"Gue denger cewek lo udah ketemu, bener?"
"Hm."
"Singkat banget sih lo." Niken Lisa Septiani. Cewek garang bin bar-bar. Dia salah satu cewek yang sering bersama geng Antarik.
Tubuhnya tinggi lumayan berisi, termasuk ideal belum dia memiliki otot paha yang berbeda dari gadis lainnya. Perutnya pun sixpack. Maklum dia ini pemain volly handal belum Niken suka nge-gym.
Wajahnya cantik, terkesan tomboy dengan rambut panjangnya yang sering ia ikat tinggi. Dia juga memiliki hidung mancung yang sempurna dengan bibir pink yang lumayan tebal.
"Apa yang lo harepin dari gue?" Wajahnya tak menampilkan ekspresi apapun selain datar. Heksa merasa jengah melihat sepupunya yang terus gelendotan di tangannya.
"Menjauh dari gue." Ia hempaskan tangan cewek itu membuat pegangannya terlepas.
"Ck. Laknat banget sih punya sepupu kek lo."
"Gak peduli." Acuhnya. Dia berjalan lebih dulu ke mejanya.
"Udah lo sama gue aja kak." Galen merangkul gadis itu. Sekaligus modus dengan kakak kelas garangnya ini.
"Emang lo yang paling pengertian." Dengan tak malunya Niken memeluk balik cowok itu. Menyadarkan kepalanya di dada s yang lebih muda. Meski begitu tinggi keduanya jelas beda. Niken sebatas dagu Galen.
"Jijik banget gue ngeliat kalian." Di sebelahnya ada gadis berambut pendek dengan wajah datar khasnya.
"Gak usah di perduliin." Lion menariknya menjauh, menyusul Heksa yang sudah duduk di sana.
Arneta Nanda Dayu Sagita. S gadis minim ekpresi itu mengikuti langkah Lion.
Tubuhnya tinggi tak kalah dengan proporsi Niken, hanya saja dia memiliki kulit yang lebih putih. Rambut pendeknya terlihat terang alias blonde, itu memang sudah rambut asli miliknya.
Mata kucingnya sedikit sipit, hidung mungilnya yang mancung serta bibir pink ablenya menambah kesempurnaan gadis itu.
Kekurangannya hanya satu, tak semua orang bisa berinteraksi dengan Arneta. Dia cukup garang melebihi Niken.
"Biasa mereka lagi cosplay mommy and baby." Ejek Tristan yang langsung di hadiahi pukulan dari gadis itu.
"Anjing lo Tan!"
Heksa menghela napas. Teman-temannya ini tidak waras semua.
Setelahnya mereka makan di meja tengah berbeda dari biasanya yang selalu di meja pojok. Meja ini sudah menjadi hak paten kedua gadis itu.
Niken dan Arneta. Dua gadis yang sering kali di juluki bad girl nya Angkasa. Walau begitu mereka termasuk jajaran anak pintar. Berada di kelas XI IPA 1.
Sembari menikmati makannya Heksa bisa melihat gadisnya yang hendak pergi dengan sosok Nindi yang terlihat tergesa menghabiskan makannya.
Mau ke mana gadis itu?
Mata safirnya memperhatikan kemana langkah gadisnya hingga dia tak sengaja menyenggol Arneta.
Keadaan pun mulai riuh.
Mereka menatap ngeri melihat s murid baru yang menabrak Arneta. Bisa-bisa Geby akan habis di tangan gadis itu. Pasalnya Arneta adalah orang yang tak suka di ganggu. Entah sengaja atau pun tidak gadis itu pasti akan membalasnya. Memukul, menyiram hingga terkena ejek oleh para teman-temannya.
Anak itu akan di bully habis-habisan.
Heksa hanya diam melihatnya. Dia yakin Geby bukan orang yang mudah di tindas. Dia ingin melihat apa yang akan gadisnya lakukan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi, Liebling!
Genç KurguCara biar gebetan lirik balik itu gimana caranya? Geby punya 1001 cara buat narik doi ke sisinya. Di buat gila juga karena hilangnya dia di hidupnya. Resikonya? Di kejar secara ugal-ugalan. "Kali ini akan gue buat lo sendiri yang ngejar gue." _G ...
