Sudah 4 hari berlalu setelah insiden di koridor satu kini Geby kembali masuk sekolah.
"Lihat siapa yang datang."
"Minggir woy nanti lo kena tendang sama dia."
"Beberapa hari gak masuk makin cantik aja tu cewek."
"Lo udah denger kalau Alice dapet surat peringatan terakhir?"
"Katanya sih kalau Alice macem-macem lagi dia bakalan di keluarin."
"Mana dia udah kelas 12 lagi. Siapa yang bakal nerima tu cewek kalau sampe di keluarin?"
Rumor tentang sekolah Angkasa benar adanya. Fakta setiap murid yang di keluarkan oleh pihak sekolah akan sulit mendapatkan sekolah baru. Mereka sudah di cap buruk terkecuali sengaja ingin pindah sekolah.
Semua orang yang punya semena-mena pun punya batasannya, seperti halnya Heksa and the geng tapi berbeda dengan Alice sendiri. Dia terlalu tak tau aturan.
Kabar soal surat peringatan terakhir itu membuat siswa maupun siswi kegirangan. Mereka sudah lama menantikan kepergian gadis itu.
Kini s murid baru menunjukkan rekor berbeda. Namun di satu sisi Alice keluar mungkin terganti oleh gadis badas itu.
"Muka dia polos banget anjir."
"Kalau kemaren kita gak piat di tkp udah pasti ketipu sama wajah manisnya."
"Manis-manis serem coy."
Geby hanya menatap malas semua orang yang mencibirnya. Dia berjalan santai menuju lantai atas.
Kondisinya sekarang sudah membaik tinggal menunggu lukanya kering dan jahitannya akan di buka.
Geo serta Ghea mewanti-wantinya sebelum berangkat sekolah. "Inget! Jaga diri kamu baik-baik kalau di tindas lagi cekek aja lehernya atau injek aja kepalanya biar mampus nanti abang yang ngurusin sisanya. Pokoknya jangan sampe kamu luka."
Geby melotot horror mendengar penuturan Geo. Abangnya itu mengajarkannya untuk menjadi psikopat kah?
Ghea sendiri hanya berujar datar. "Lain kali kalau kejadian lagi kamu tendang aja yang kenceng, gencet dadanya, sekalian kamu kepalanya juga kamu tendang pas dia udah tepat."
Okeh. Sepertinya kedua kakaknya tak waras.
Geby memang gila tapi dia punya batas kesabaran tidak langsung melakukan kekerasan. Dia lebih suka meladeni drama mereka.
Sampai di koridor 5 semua orang tengah bergosip ria. Tak jauh berbeda dengan koridor satu.
"Eh lo udah buka akun lambe belum?"
"Ada apaan sih emang?"
"Tadi s Heksa jalan sama Anin anjir di koridor satu."
"Alah paparazi doang kali itu."
Geby melambatkan jalannya kala mendengar bahasan mereka.
Siapa Anin? Begitulah benaknya berfikir.
"Nggak anjir. Ini beneran, lo tau sendiri Heksa mana mau jalan berdua sama cewek selain Niken sama Neta."
"Mana mana gue lihat."
Mereka semua kembali berkerumun melihat postingan di lambe Angkasa.
Heksa bangsat! Gue sakit lo malah enak-enakan bareng cewek lain. Awas aja lo! Geramnya.
Sesampainya di kelas dia menghempaskan tasnya kasar ke meja. Nindi yang sedari tadi membaca bukunya terperanjat.
"Anjing!!" Umpatnya. "Woy santai do— ANJIR GE!! AKHIRNYA LO MASUK SEKOLAH JUGA!" Saat sadar itu adalah Geby, Nindi dengan heboh berdiri. Dia memeluk Geby erat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi, Liebling!
Novela JuvenilCara biar gebetan lirik balik itu gimana caranya? Geby punya 1001 cara buat narik doi ke sisinya. Di buat gila juga karena hilangnya dia di hidupnya. Resikonya? Di kejar secara ugal-ugalan. "Kali ini akan gue buat lo sendiri yang ngejar gue." _G ...
