11. Tragedi

69 4 0
                                        



Memasuki pekarangan sekolah Geby di sambut desas desus baru tentangnya. #MuridBaruCaper trending di sosial media. Cukup alay memang tapi itulah kenyataannya.

Hastag itu di tunjukan untuknya. Akibat kejadian kemarin di kantin, bagaimana akrabnya Geby dengan bad girl Angkasa membuat beberapa orang merasa iri dan tak suka. Belum lagi dia di klaim oleh Heksa sang ketua Antarik.

Semakin panas lagi Geby ternyata bukanlah anak miskin sesuai berita yang menyebar saat gadis itu masuk sekolah.

Beberapa mungkin segan untuk mengganggunya terlebih dia berada di kelas Unggulan, termasuk jajaran orang kaya pula belum dia masuk ke dalam lingkaran para pentolan Angkasa.

Siapa yang berani menyenggolnya? Tidak ada! Mereka hanya berani membicarakan Geby di belakang.

Namun, semuanya tak setenang itu. Pagi ini Geby di hadang oleh 3 gadis di lantai 1 dekat lift. Entah apa motif mereka melakukan ini.

Hama heh!

Sebenernya Geby sudah menantikan ini semua. Mereka bilang ada siswi yang sangat tergila-gila pada Heksa. Siapapun yang berusaha mendekatinya siswi itu pasti akan membullynya habis-habisan. Di tambah latar belakang gadis itu tak main-main.

Bisa di bilang dia termasuk jajaran orang terkaya di kota ini.

Baru di kota aja belagu apalagi dia di kasih derajat yang lebih tinggi. Apa kabar tuh nantinya? Ngambang kali kayak eek, pamer terus kerjaannya heran. Begitulah isi hati julid Geby pada orang tersebut.

Sampai kini Geby belum tau siswi itu. Beberapa bilang siswi itu terkena skors akibat ulahnya di minggu kemarin. Mengakibatkan satu orang siswi di larikan ke rumah sakit.

Jatuhnya bukan takut tapi Geby makin penasaran.

"Oh jadi ini cewek yang caper itu?"

"Lo harus tau Lice ini anak nempelin Heksa melulu sampai bikin heboh satu kantin."

"Gede juga nyali dia."

Apa katanya tadi? Nempelin Heksa? Buju busett, kagak salah itu? Geby bukan lintah yang suka nempelin orang. Dedemit itu aja yang doyan ngikutin dia.

Sayangnya, Geby hanya bisa menggerutu dalam hati. Dia berdiri sembari bersidekap dada di depan mereka.

Penampilannya yang modis dengan wajahnya yang sombong tak membuatnya takut. Geby malah menantang mereka. "Iyah nih gue s anak baru yang caper itu. Mau apa? Ngefans yah sama gue?"

Interaksi mereka menjadi pusat perhatian. Semua orang berkumpul di sana ingin melihat s Queen bullying mengeksekusi s anak baru.

"Gila!! Berani banget dia."

"Sombong banget sih tu cewek."

"Di senggol Alice tau rasa deh."

Ah, jadi dia Alice?

S gadis berpenampilan modis itu maju mendekat. Gadis itu lebih tinggi darinya dengan sepatu yang ber-hak. Dandanannya cukup mewah melebihi anak sekolah pada umumnya. Dia juga memakai riasan dengan rambutnya yang berwarna pirang.

Kek eteh-eteh anjir yang lagi cosplay jadi anak SMA.

Rasanya Geby ingin tertawa saja. Pasalnya penampilan gadis itu jauh dari usia yang sebenarnya. Wajahnya nampak dewasa dengan tatapan dingin yang mengintimidasi. Cukup untuk membuat siapapun takut.

Gue akuin dia cantik sih cuman agak dongo aja. Batinnya berucap santai.

"Punya nyali berapa lo ngomong gitu?" Tatapan matanya terlihat memindai dari atas hingga bawah. Dalam hatinya dia merasa marah. Lawannya kali ini berbeda.

Hi, Liebling!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang