Mark

2.7K 111 1
                                        

Haechan terburu-buru menuruni tangga menuju dapur. Melewati Johnny yang menatapnya kebingungan dan kemudian mencekal tangannya, membuat Haechan memekik kaget.

"What's wrong?" - Tanya Johnny.

"U-umm, t-tidak. A-aku.. lapar. Iya, lapar" - Jawab Haechan gugup.

Johnny memicingkan matanya, ia ragu dengan jawaban Haechan. Tidak biasanya Haechan bertingkah seperti ini. Apa-apaan alasan lapar itu. Berkata lapar dengan wajah merah, bibir bengkak, sedikit berkeringat di pagi hari. Tunggu.. kenapa bibirnya bengkak? Monolog Johnny.

"Hyung, l-lepas. Kita harus segera sarapan" - Ucap Haechan yang berusaha melepaskan cekalan tangan Johnny, kemudian sedikit berlari menuju dapur.

Ada yang tidak beres, pikir Johnny. Ia hendak menuju lantai atas sebelum berpapasan dulu dengan Mark yang turun dari tangga.

"Apa yang kau lakukan"- Tanya Johnny menatap bengis wajah Mark.

"Apa maksudmu Hyung?" - Sahut Mark. Ia merasa tak melakukan apapun, dan apa-apan ia ditodong pertanyaan konyol dengan muka Johnny yang menatapnya dengan tajam seakan membunuhnya.

"Haechan. Apa yang kau lakukan padanya? Hanya orang bodoh yang tidak menyadari apa yang terjadi pada bibirnya" - Sahut Johnny dengan wajah datar.

"Cih. Kau menuduhku? Hahaa.. Hyung, ada apa denganmu? Kenapa kau begitu peduli? Ahh, kau menyukainya juga Hyung?" - Tanya Mark dengan smirknya sambil mendekati Johnnya.

"Jawab saja Mark Lee!" - Tegas Johnny.

"Ah, aku benar ternyata. Sainganku tak lagi satu orang huh? Hahaa..." - Ujar Mark sarkas.

"Apa maksudmu! Kau.."

"Hyung.. Kau ingin tau? Kau harus bertanya pada orang yang turun setelahku. Dia penyebabnya" - Ujar Mark berbisik di telinga Johnny, kemudian menepuk pundak Johnny sambil berlalu melewati Johnny.

Johnny memikirkan perkataan Mark dan menatap tangga dengan sedikit terkejut karena Jaehyun telah berdiri ditempat Mark tadi dengan tenang sambil menatapnya.

"Hey dude, aku tak akan pernah menyesali perbuatanku padanya" - Ujar Jaehyun datar menatap Johnny.

"Apa maksudmu Jaehyun!" - geram Johnny.

"Ck, bukankah sudah jelas? Bibir Haechan. Aku yang melakukannya. Kenapa? Kau cemburu? Kau menyukainya? Bukankah dia bilang kau seperti Papa baginya? Ah, bisakah kau merestuiku memilikinya?" - Ujar Jaehyun mengejek.

"Brengsek kau Jaehyun!" - Ujar Johnny geram. Ia menarik kerah baju Jaehyun, menatap Jaehyun dengan murka.

"Aku akan membunuhmu jika kau..."

"Jika apa? Dude, bukankah kita semua memang akan saling membunuh disini?" - Sahut Jaehyun.

"Hei apa yang kalian lakukan? Kalian tidak ingin sarapan?" - Teriak Taeyong yang tadinya memang hendak menyusul mereka.

Johnny melepaskan kerah Jaehyun kasar dan berlalu menuju dapur, disusul dengan Jaehyun.

"Apa-apan mereka berdua" - Gumam Taeyong.


Di Ruang Makan

"Haechan, makan sayurnya juga" - Ucap Doyoung sambil menyerahkan mangkuk berisi sayur ke hadapan Haechan. Haechan mencebikkan bibirnya tanda tak setuju dengan Doyoung, namun tetap menuruti perintah Hyungnya itu. Haechan tidak ingin terkena omelan panjang.

Suasana di ruang makan pagi ini sangat tenang, hanya dentingan sendok dan garpu beradu. Tidak ada yang membuka suara, hingga membuat Taeyong sang leader sedikit heran. Biasanya akan ada sedikit ocehan dari membernya.

OBSESSIONWhere stories live. Discover now