10. Is it impossible? || Five brothers - Erious

33 10 10
                                        

Dipemakaman, terlihat orang misterius sedang berdiri didepan nisan Hannah. Ia mengambil tulip itu namun tangannya terluka, ia langsung membuka jubah nya. rambutnya yang dia masukkan kini terlihat, ia memasang wajah datar.

"Cih, walau sudah mati kau masih saja begitu. Tidak apa, akan ku buat lagi. Arthur, Erious. Ini belum seberapa, lihatlah sebentar lagi. kalian akan kehilangan lagi" ujar sosok orang misterius itu, ia langsung pergi dengan keadaan marah.




















Hei, jangan lengah. dia masih dendam, Arthur. kau harus membunuh nya, tidak ada cara lain atau kau akan kehilangan saudaramu.

Erious, kau harus menjaga anak-anak. jangan lupa, yang membuat Hannah mati itu adalah....

1. —  6-5-12-9-24
2. — : 26-21-14-1   18-15-19-5-12-12-1.

aku akan kuberitahu, Austin adalah kunci nya.
































Kini 1 bulan sudah berjalan, Erious dan anak-anaknya sudah kembali ke sekolah. Tentunya saja siang hari ini Arthur dan ayahnya akan menjemput seseorang. mereka akan ke bandara.

Dikelas Musik

Ada beberapa anak yang belajar dikelas musik, karena ada jadwal untuk merayakan acara pentas seni. Caius, ia masuk ke kelas musik bersama Justin. Mereka berdua cukup suka mendengar musik, Justin memainkan gitar elektrik milik sekolah sembari melihat lagu yang akan ia bawakan nanti.

"Kak, aku gamau ke rumah" Sahut Justin yang tiba-tiba berbicara seperti itu, Caius tersentak dan bertanya balik.

"Kenapa memangnya, Justin?" Tanyaku kepada Justin.

"Gapapa, cuma ngerasa aneh aja. masa ga sadar, Hannah gapernah dirumah. padahal Hannah selalu stay at home, but where is she going? even when her went to she room there was none. like lost without a trace, I've asked dad. tapi yang kudapatkan hanya raut wajah ayah yang murung, memang nya salah ya? lagian kau tahu. Hannah sudah seperti ibu, ayah bahkan juga mengganggap nya seperti itu juga" jelas Justin yang menatap kearah Caius.

"I know Justin, tapi mau gimana lagi. aku juga udah tanya ke lain, bahkan sama aunt wiletten tapi dia malah kayak gitu. aku udah nanya ke Mr Sean tapi dia malah nyuruh buat ga nanya"

"Tuan Nathan?"

"Beliau tidak tahu..."

"Ayo kita tanya ke Mr Sean!" Ajak Justin kepada Caius, tapi malah ditolak ajakan itu.

"Jangan! Nanti ganggu"

"Gapapa caius. mau sampe kapan kayak gini terus? gue juga cape cariin Hannah, cukup kita berdua aja. yang lain gausah, kita rahasiakan. please?" pinta Justin, ia ingin sekali tahu kebenaran nya itu. dia sudah merasa aneh dengan ayahnya bahkan Hannah, Caius akhirnya mengiyakan saja. mereka segera ke gudang dan menyamar, tentu saja jam tangan yang dibuat Alex itu cukup penting. Alex sudah bisa membuatnya lebih canggih, seperti di film-film. Itu berkat otaknya yang jenius.

Kini keduanya sudah menyamar atau invisible, mereka langsung keluar dari gedung sekolah itu. mereka melompat dan memanjat kesana-kemari dengan alat, layaknya mirip di film Hero.

Everything That Is Liar [disconnected]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang