pict by: @cancallmecap128. on twitter
Bagaimana kalau kita harus menjalani hidup yang sedari dulu tidak pernah kita inginkan? kenapa harus kami yang berkorban demi orang lain, aku selalu bertahan. Sebuah cerita tanpa epilog yang menyenangkan, membua...
Astaga, lama sekali dia. padahal sudah janjian mau datang bareng, lagian pake acara mogok segala di jalan. katanya 2 menit lagi sampe, mana ya? Eh ada tamu ya.....
Pov ??
Eh sudah datang toh? apa aku panggil aja kali ya... ini yang disebelah juga bukannya apa kek malah ngebucin
Pov ???
Diperjalanan ya..... sudah sampe, mana ya? aku lupa rumah sendiri.... eh orang tua ku muka sama suaranya kayak mana cok!!! astaga
Pov ?????
Ini ya? aku sering kabar tapi sudah lupa sama rumahnya.... mana ya yang lain?
Begitulah dengan isi pikiran ke-4 orang itu, mereka duduk sambil berdiam tanpa ada perbincangan. Mereka baru balik dari jenjang pendidikan yang panjang, jadi wajar saja tapi ada juga yang lupa. tiba-tiba dari gerbang depan, ada orang yang berlarian dengan topi dan koper besar bewarna abu-abu namun tak berselang lama datang seseorang menaiki motor Ducati Panigale 899 bewarna hitam.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Ducati Panigale 899)
"Hoi bang?"
"Itu motor siapa anjir?!"
"Buset itu kurir paket kok kaya bener"
"Eh? WOII LO!!! ADA MOTOR MINGGIR CUK!" Teriak salah satu dari mereka, yang berlari hanya menoleh dan tersenyum. Ia langsung menepi dan melompat.....
"ATRAKSI DARIMANA INI!!!!"
"GG COK BELAJAR DARIMANA!!"
"SSSTH!!! NANTI KALO DIMARAHIN GIMANA"
Benar. Mereka semua adalah saudara, dan yang sudah dirumah itu adalah anak tertua semua.
"Astaga...." Ucap seorang pemuda bernama Abimanyu
"Sudah gapapa.... emang gitu, nanti masuk asrama aja" balas adiknya itu Abinawa atau Madhava.