Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di dalam ruangan yang lampunya mereka biarkan tak menyala, sinar matahari masuk menembus ventilasi. Suara lonceng angin dan cicit burung di luar berbaur memenuhi suasana dengan harmonis.
Seorang laki-laki, manik matanya menjadi secerah hazel berkat pantulan cahaya terik siang hari. Kepalanya menempel kursi sofa. Menggambar ilustrasi menggunakan ipad-nya. Dan ditemani secangkir kopi dingin yang ampasnya sudah mengendap sejak pagi, perempuan yang bersamanya diruangan itu tak kalah sibuk di depan layar laptop.
cring..
cring..
Keheningan membuyar seketika mendengar gemerincing kalung di leher makhluk kecil menggemaskan yang datang kearah mereka, kemudian bermain di pergelangan kaki si perempuan.
"Hai, Louis! dimana Leon?" Perempuan itu mengangkat seekor kucing ras siam ke atas pangkuannya.
"Louis, Leon, pasti bakal kangen sama kamu." Setelah cukup lama asyik dengan aktifitasnya sendiri, Ten akhirnya bersuara.
"Aku juga bakal kangen mereka. Kayaknya lebih kangen sama mereka deh daripada sama kamu."
"Aku juga gitu kok kalau jadi kamu."
Perempuan itu terkekeh, "Aku bercanda."
"Aku nggak."
Mereka tertawa sebentar. Paham sekali kalau Ten sangat menyayangi kedua anaknya.
"Lagian nanti juga balik ke sini lagi kan?" Ten tersenyum puas melihat hasil gambarnya pada layar ipad setelah itu menoleh kearah lawan bicaranya, perempuan yang bernama Lana.
Sudah enam tahun lebih Lana mengenal Ten. Sejak bekerja di satu sanggar seni. Lana mengajar seni visual dan Ten mengajar seni tari kontemporer.
Lana reflek menunduk mendengar pertanyaan itu, mengalihkan pandangan dari Ten. Posisinya masih mengusap-usap punggung Louis, menatap sayang kucing itu. Leon, kucing peliharaan satunya lagi ikut datang mendistraksi perhatian Ten.
"Louis, Leon, Lana. Kita pasti akan bertemu lagi. Ya kan, Louis?" ujar Lana.
Air mata yang tidak ingin ia tunjukkan di depan Ten kini justru menggantung seperti gelembung embun siap menetes, memburamkan pandangan.
Lana masih belum rela mengatakan pada Ten kalau ada kemungkinan ia tak akan bekerja lagi di sanggar seni ini.
-end-
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.