Frittata

4.2K 403 75
                                        

Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi dan murni dari fikiran penulis. Seluruh adegan dan pemeran disesuaikan dengan kebutuhan penulis. Credits untuk seluruh gambar yang digunakan diambil dari Pinterest.

Don't forget to VoMent
Happy Reading!!!

Sudah berulang kali Chery menyaksikan peserta audisi keluar dari ruang penjurian dengan keadaan menangis karena gagal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sudah berulang kali Chery menyaksikan peserta audisi keluar dari ruang penjurian dengan keadaan menangis karena gagal. Tapi melihat satu lagi wanita yang melangkah keluar sambil berlari kecil, mengadu pada seorang pria yang sepertinya adalah suaminya, membuat Chery semakin gugup dan menebak liar apa yang terjadi di dalam ruang penjurian.

"Udah gak usah dilihat. Fokus aja sama apa yang mau lo masak nanti. Lengkap semua kan, bahannya?" Chery mengangguk sebagai jawaban.

"Kalau nanti, gue kaya dia gimana Nath?"

"Jadi mau pulang aja? Mumpung lo belom bau bawang nih." Chery mencebik kesal. Kedua orang tua mereka menunggu di ruang lain yang hanya disekat oleh pintu kaca. Jadi tidak akan ada yang bisa melerai jika ia bertengkar dengan Nathan.

"Lo bisa nggak sih, nenangin gue dengan cara yang lebih normal? Masa pulang sih Nath." Nathan terkekeh geli. Lalu fokus mereka teralihkan saat seorang crew menghampiri, meminta Chery untuk merekam video perkenalan.

Sementara itu, Liam, William dan Sarah yang mulai bertugas sebagai juri di ajang kompetisi masak, Top Chef, tengah duduk di ruang tunggu. Ketiganya mendapat break pertama mereka setelah lebih dari 2 jam melakukan audisi tanpa henti.

"Lo nggak bilang kalau gue harus akting. You know i can't, William." Will melirik Liam yang duduk kaku sambil bersedekap di sampingnya. Wajah pria itu terlihat jengkel karena lidahnya mulai kebas setelah mencicipi banyak makanan yang tidak semuanya layak dimakan.

"Ck, bukan akting. Lo cuma disuruh nyesuain bahasa lo biar pantes buat tayangan TV. Sadar Yam, udah berapa orang yang lo bikin nangis? Ini acara keluarga, Yam. Jangan jahat-jahat lah."

"I just did what you said. Nilai makanan mereka, kan? Do you want me to tell lies?" kata Liam dengan wajah yang terlihat tidak serius menanggapi William. Membuat rekan kerjanya itu menggeram kehilangan kesabaran.

"Ya nggak gitu dong Yam. Makanya kan tadi lo di briefing ulang, terus mereka nyuruh apa? Cuma nyuruh buat nyampein penilaian lo dengan bahasa yang lebih halus kan? Masa udah nggak lolos, lo masih aja kata-katain makanannya."

"That's exactly what you call acting. Main peran. Pura-pura." Will mendengus.

"Udahlah Will. Lagian kan, ini pertama kalinya Chef Liam ikut acara yang tayang di TV nasional." Kata wanita cantik, dengan blazer merah keluaran Dior dan boots hitam setinggi lutut menimpali.

Cherry On TopTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang