Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi dan murni dari fikiran penulis. Seluruh adegan dan pemerandisesuaikan dengan kebutuhan penulis. Credits untuk seluruh gambar yang digunakan diambil dari Pinterest.
Don't forget to VoMent Happy Reading!!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Para peserta diberikan waktu kurang lebih 2 jam untuk makan siang dan beristirahat sebelum agenda selanjutnya dimulai. Sambil menunggu, Chery berusaha menenangkan diri. Bohong jika ia bilang, kalau dirinya tidak terganggu dengan kejadian di lorong beberapa saat lalu. Tapi apapun yang terjadi, ia tidak mau kehilangan fokus, apalagi sampai mengganggu performanya. Ia tidak mau seperti Bunga yang masih terlihat panik. Duduk menyendiri di pojok ruangan sambil melamun.
Ia beberapa kali bergabung dengan yang lain, menjauh dari Bunga, si sumber kepanikan. Tapi fokusnya yang terpecah membuat dirinya kembali terpojok ke tempat awalnya.
"Tapi, takut." rengeknya. Mojang Bandung itu masih terlihat pucat saking paniknya.
"Ck, jangan bikin gue ikut kepikiran dong Bung. Lagian kalau bener lo liat mereka hampir ciuman, atau udah ciuman, ya itu bukan sepenuhnya salah lo. Salah mereka sendiri lah. Kenapa harus ciuman di tempat umum coba? Kayak nggak ada tempat lain aja."
"Ya, mungkin mereka pikir itu normal. Mungkin—mereka penggila PDA." sahut Bunga asal (re : Public Display of Affection).
"Ya itu, mungkin. Jadi bukan salah lo, apalagi salah gue."
"Iya sih." Bunga menghela. "Tapi tetep aja, gue takut. Gue nggak tahu kalau mereka ada hubungan. Shock dikit."
"Sssh udah, nanti ada yang denger." Bunga mengulum bibir. Perasaannya masih belum tenang, dan mungkin akan semakin menggila ketika melihat Liam nanti.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.