Pumpkin Soup

2.7K 422 69
                                        

Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi dan murni dari fikiran penulis. Seluruh adegan dan pemeran disesuaikan dengan kebutuhan penulis. Credits untuk seluruh gambar yang digunakan diambil dari Pinterest.

Don't forget to VoMent
Happy Reading!!!

Malam datang bertepatan dengan kedua belas kontestan yang telah kembali ke Kalingga

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Malam datang bertepatan dengan kedua belas kontestan yang telah kembali ke Kalingga. Seluruh penghuninya sudah sibuk dengan urusan masing-masing, sementara Chery hanya berdiam di kamar dengan perasaan yang tidak tenang. Ponsel ia letakkan jauh-jauh dari posisinya yang sedang berbaring di tempat tidur. Ia merasa resah, karena tidak bisa menebak apa yang sebenarnya Liam ingin katakan sampai harus meminta nomor ponselnya.

Di tengah pertanyaan-pertanyaannya yang belum terjawab itu, ponselnya berbunyi nyaring. Chery terlonjak, dan mendadak panik karena mengira Liam yang menghubungi. Dengan ragu ia bangkit dari tempat tidur dan berjalan menghampiri ponselnya yang belum berhenti berdering. Saat melihat nama Nathan terpampang di layar ponselnya, tanpa sadar ia menghela lega.

"Habis ngapain sih? Lama banget." bukan memulai dengan sapaan hangat, Nathan malah langsung menggerutu kesal karena dibuat menunggu.

"Bawel. Lagian, emang HP-nya gue kalungin kemana-mana apa?" balasnya ketus.

"Tuh kan, baru seminggu karantina udah stres sampai gampang marah gini. Kan udah gue bilang, ngejalanin sesuatu yang bukan passion lo tuh, emang gak gampang. Susah kan, ikut kompetisi? Harus tahan hidup bareng orang dan diatur-atur kayak tahanan."

"Are you seriously calling me just to nag me?"

"Kan, baper lagi. Gue nelfon karena mau tahu kabar lo. Respon lo aja yang langsung sinis." Chery mendengus malas. "Jadi gimana, rasanya dikarantina? Masih tahan kan? Nggak tiba-tiba minta pulang kan?"

"Okay, fine! Iya, gue agak stres. Tapi bukan karena dikarantina. Jadi lo stop ngomporin gue. Better bantu gue biar nggak tambah stres gitu loh Nath."

"Oke oke, maaf. But seriously Cher, how's it there? Kok kayaknya suasana hati lo jelek banget. Mind to tell?"

"I'm okay, Nath. Nggak ada masalah sama suasana disini. Orang-orang disini juga nggak ada yang gimana-gimana."

"Terus, kenapa suara lo masih kedengeran kesel gitu?"

"Ya karna lo nyebelin." Nathan terkekeh lagi. "Lagian lo tumben nelpon. Kenapa? Udah kangen ya? Khawatir?" Nathan mendecih sinis, seolah bisa membayangkan Chery yang tersenyum mengejek di seberang sana.

"Iya lah. Adek kesayangan gue lagi bertarung nun jauh disana masa gue nggak khawatir. You know i love you to the moon and back, Cher. Across the universe and----"

Cherry On TopTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang